Periode voting DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 akhirnya memasuki hari terakhir!

Momen ini menandai kesempatan terakhir bagi seluruh partisipan untuk mengumpulkan suara. Sekaligus, menjadi ajang penentuan siapakah yang berhak untuk melanjutkan langkah ke Kopi Good Day DBL Camp 2026. 

Karena itulah, sejumlah nama pun menunjukkan peningkatan tajam dalam perolehan jumlah votes

Dari sektor putra, Muhammad Bintang Novriansyah masih nyaman di puncak klasemen. Bahkan, pemain asal SMAN 1 Banjarbaru itu sudah mengantongi 10.200 votes

Angka tersebut terpaut lebih dari 3.000 suara dengan posisi kedua. Adalah Mohammad Fahar Adhikara Bantilan dengan 7.142 votes

Sementara itu, Kobe Russel Tan terlihat kembali menguasai deretan lima besar setelah sempat turun ke peringkat keenam dengan 6.076 votes

Baca Juga: Update Klasemen DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, 7 Maret 2026

Di sisi lain, persaingan dari kategori putri tidak menunjukkan perubahan besar. Kavindra Mahaputri Andira Usadha masih memimpin dengan 6.432 votes.

Ia disusul oleh Carlene Orell Gunawan yang mencatatkan 6.267 votes

Sedangkan, persaingan ketat terjadi di posisi ketiga serta keempat. Kumpulan votes yang dimiliki Praisey Blessed (6.179 votes) hanya berjarak dua suara dengan Azfa Fazila Fazila Sidik dengan 6.177 votes

Perlu diketahui, perolehan vote di atas berdasarkan update klasemen pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 09.00 WIB. Seluruh hasil tersebut masih bisa berubah, mengingat sesi voting masih terus berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Baca Juga: Sukses Tembus 5 Besar, Xavier Maliq Terinspirasi Cara Kobe Russell Dapatkan Vote

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Populer

Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Gen Z Siap Menginvasi! 11 Pelatih Muda Bakal Berjuang di DBL Camp 2026
5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Pasang Target Tembus Top 50 Campers, Siti Ramadani: Pokoknya Harus Maksimal!
Bangkit dari Cedera ACL, Rizam Al Hafidt Raih MVP