ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Xavier Maliq saat pemanggilan starting lineup di laga tim putra SMA Bina Tunas Bangsa versus SMA Jubilee Jakarta di DBL North Jakarta 2025

Menjelang penutupan periode voting DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 yang kian dekat, persaingan antarpartisipan semakin memanas. 

Buktinya, beberapa nama harus turun peringkat, sementara lainnya justru mencatat lonjakan perolehan vote

Pengalaman ini dirasakan oleh Xavier Maliq Priyanto, salah satu penggawa SMA Bina Tunas Bangsa. Setelah hanya bisa bertahan di posisi 10 besar, ia akhirnya berhasil menembus jajaran lima besar!

Berdasarkan update per 8 Maret 2026, pukul 12.25 WIB, Maliq (sapaan karibnya) berada di urutan kelima dengan mengantongi 3.561 votes

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan dukungan sebesar itu. Tentunya, ini tidak lepas dari bantuan banyak orang di sekitar saya,” buka Maliq. 

“Saya bersama orang tua berusaha mengajak orang-orang untuk memberikan dukungan melalui media sosial. Dukungan sekolah dan klub basket juga sangat berperan besar, serta teman-teman, keluarga besar, dan kenalan lainnya,” imbuhnya. 

Baca Juga: Tekad Princess Chevy Lengkapi Kepingan Mimpinya Lewat DBL Play Road to DBL Camp

Bahkan, ia pun menunjukkan keseriusannya berpartisipasi dalam DBL Play Road to DBL Camp 2026 dengan membuat video tutorial cara voting melalui akun Instagram pribadi. Menariknya, ide tersebut didapatkan dari salah seorang teman.

“Saya ngikutin Kobe (Kobe Russell Tan), hehehe. Saya kenal karena mantan teammate di Porprov (Pekan Olahraga Provinsi). Dia juga kakak kelas saya pas SMP di Jubilee,” cerita Maliq. 

Ya, Kobe sendiri juga menjadi salah satu peserta yang mewarnai program DBL Play Road to DBL Camp 2026. 

Melihat ketatnya persaingan voting, cowok kelahiran 2008 itu sesekali diselimuti rasa deg-degan. 

“Kalau sudah masuk lima besar tenang, terus kalau turun lagi pasti ketar-ketir. Tapi, sekarang sudah lumayan tenang sambil tetap berusaha dan yakin yang terbaik dari Allah,” tegasnya. 

Apalagi, Maliq pun tak menampik kalau dirinya sempat ragu sebelum memutuskan ikut ambil bagian dalam DBL Play Road to DBL Camp 2026. 

Namun, dukungan dari kedua orang tua lagi-lagi menjadi sumber semangat yang membuatnya berani untuk terus melangkah. 

“Orang tua meyakinkan kalau saya pantas dapat dukungan dengan pengalaman serta skill yang sudah saya kembangkan selama ini. Yang paling penting, saya juga yakin dengan integritas saya. Mungkin, saya bukan pemain paling berbakat, tapi saya percaya bahwa kerja keras dan konsistensi bisa menjadi keunggulan dibandingkan pemain lain,” ungkap Maliq. 

Baca Juga: Sempat Ragu, Mohammad Fahar Kini Raih Posisi 3 Besar Berkat Dukungan Orang Tua

Karena itulah, sosok berperawakan 173 sentimeter tersebut jelas tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan jika nantinya bisa terpilih sebagai salah satu campers di DBL Camp 2026. 

Menurutnya, mencatatkan nama dalam skuad DBL All-Star bukanlah tujuan akhirnya. Melainkan, ia ingin bisa memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai ruang untuk bertumbuh sebagai student athlete. 

“Saya datang dengan mindset untuk belajar, berkembang, dan memberikan usaha terbaik. Apa pun hasilnya nanti, baik itu bisa masuk Top 50, 24, atau bahkan lebih, saya tetap berusaha semaksimal mungkin,” tutupnya. 

Kalian pun bisa menjadi bagian dari perjalanan Maliq dengan memberikan vote melalui aplikasi DBL Play. Sesi voting masih dibuka hingga Senin, 9 Maret 2026, pukul 15.00 WIB!

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY