ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Mohammad Fahar (nomor punggung tiga) saat laga tim putra SMAN 8 Bandung versus SMA BPI 1 Bandung di DBL Bandung 2025

Hampir 3.000 student athlete berpartisipasi dalam DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. 

Jelas, bukan persaingan yang mudah. Inilah yang turut dirasakan Mohammad Fahar Adhikara Bantilan, sang penggawa SMAN 8 Bandung.

Sebelum memutuskan untuk ambil bagian dalam program ini, Fahar, begitu ia disapa, tak menampik kalau sempat dihantui perasaan ragu. 

“Takut sih karena sistem voting, tapi diyakinin sama orang tua buat ikut saja dulu dan mencoba,” ujar Fahar. 

Tanpa dorongan dari kedua orang tuanya, ia mungkin akan terus terjebak dalam rasa takutnya sendiri.

Baca Juga: DBL Play Road to DBL Camp Jadi Ajang Pembuktian Kavindra Mahaputri

“Motivasi terbesar yang pasti dari orang tua dan keluarga. Mereka support diri aku buat ikut DBL Play Road to DBL Camp. Ini juga pertama kalinya aku ikut, jadi apa salahnya mencoba hal baru,” sambungnya. 

Dari situ, cowok dengan tinggi 177 sentimeter itu kian gencar mencari dukungan dari orang-orang terdekat. 

Tekad besarnya pun mulai berbuah manis saat namanya konsisten berada dalam jajaran tiga besar penerima vote terbanyak. Berdasarkan update per Jumat, 6 Maret 2026, pukul 14.20 WIB, dirinya menempati urutan ketiga dengan 3.031 votes

“Aku selalu minta bantuan dari teman-teman, post story di Instagram, dan keluarga besar buat bantu vote aku di DBL Play. Pas tahu namaku ada di lima besar, orang tua sendiri bangga dan support terus,” cerita Fahar. 

Meski begitu, posisi Fahar belum bisa dikatakan sepenuhnya aman. Mengingat, periode voting masih berlanjut hingga Senin, 9 Maret mendatang. 

“Jujur, deg-degan karena semua vote-nya pada kejar-kejaran juga. Itu bikin deg-degan buat aku. Tapi, aku yakin bisa terpilih buat DBL Camp,” ungkap Fahar. 

Baca Juga: Kisah Praisey Blessed, Sempat Cedera ACL hingga Bertekad Kembali Masuk All-Star

Bahkan, Fahar sendiri sudah antusias menyambut gelaran DBL Camp 2026 yang sudah kian dekat. 

Tak ada sedikitpun rasa gentar dalam dirinya, walau harus bersaing dengan ratusan pemain terbaik demi memperebutkan titel DBL All-Star.

“Kalau terpilih, yang pasti aku akan ikuti semua rangkaian DBL Camp, kenalan sama banyak campers, dan bakal berjuang habis-habisan buat ngerebutin All-Star. Itu memang impian aku dan bakal berusaha semaksimal mungkin di sana,” tutupnya. 

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY