Periode voting DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 resmi ditutup pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 15.00 WIB. 

Rangkaian DBL Play Road to DBL Camp 2026 sendiri telah dimulai sejak dibukanya sesi pendaftaran pada 18-27 Februari 2026. Setelah itu, proses berlanjut ke tahap voting yang berlangsung pada 2-9 Maret 2026. 

Antusiasme student athlete untuk ikut ambil bagian dalam program ini pun meningkat tajam. Di musim sebelumnya, tercatat hanya 783 peserta yang mencoba mewujudkan mimpi mereka melalui DBL Play Road to DBL Camp 2026. 

Baca Juga: Melejit! Wilbet Naharto Tembus 3 Besar Voting DBL Play Road to DBL Camp

Angka tersebut meningkat secara signifikan di tahun ini, mengingat ada 2.915 student athlete yang saling bersaing memperoleh vote. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.059 peserta merupakan pemain putra. Sementara, 856 lainnya merupakan partisipan putri. 

Kini, seluruh partisipan pun telah melewati persaingan voting DBL Play Road to DBL Camp 2026. 

Dengan berakhirnya periode voting, DBL Indonesia selaku pihak penyelenggara akan melakukan proses verifikasi terlebih dahulu guna menghindari adanya kecurangan. 

Proses verifikasi akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 10-11 Maret 2026. Setelah itu, lima peserta putra dan lima peserta putri yang berhak melaju ke DBL Camp 2026 akan diumumkan pada Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga: DBL Play Road to DBL Camp Jadi Ajang Pembuktian Kavindra Mahaputri

Kalian bisa memantau pengumuman serta informasi terbaru seputar DBL Camp 2026 melalui Instagram resmi @dbl dan aplikasi DBL Play. 

Siap-siap, ini akan menjadi awal dari perjalanan panjang kalian untuk bergabung skuad DBL All-Star. So, jangan lupa pantengin terus platform DBL Indonesia dan persiapkan diri kalian!

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Populer

5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Beep Test: Pengertian dan Manfaat untuk Kebugaran
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
FIBA Mini Basketball, Cara Seru Menularkan Basket ke Anak-anak