Sejak hari pertama voting DBL Play Road to DBL Camp 2026 dibuka, nama Muhammad Bintang Novriansyah langsung menempati posisi puncak klasemen. 

Pemain dari SMAN 1 Banjarbaru itu bahkan mampu mempertahankan tempatnya di papan atas hampir sepanjang periode voting.

Namun, drama sempat terjadi di hari terakhir. Persaingan yang semakin ketat membuat posisi Bintang perlahan tergeser oleh para pesaingnya.

Akhirnya, Bintang menutup periode voting di peringkat keempat dengan total 20.162 votes. Angka tersebut hanya terpaut 165 votes dari peserta di posisi kelima, batas terakhir untuk bisa melaju ke Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Meski sempat turun dari puncak klasemen, Bintang tetap bersyukur bisa mengamankan slot ke DBL Camp. Ia mengaku perjalanan selama voting berlangsung terasa luar biasa.

“Rasanya amazing banget. Aku selalu minta support dari teman-teman dan terutama kedua orang tua aku,” ujarnya.

Bintang menyadari dukungan dari orang-orang terdekat menjadi alasan utama dirinya bisa bertahan di lima besar sejak awal hingga akhir voting.

Drama di hari terakhir pun sempat membuatnya merasa khawatir. Apalagi perolehan suara para peserta lain meningkat dengan sangat cepat.

“Takut pasti ada sih. Tapi aku lebih serahin ke Tuhan, aku lakukan semaksimal aku saja,” katanya.

Baca Juga: Tak Terpilih First Team, Fahar Temukan Jalan Lain di DBL Play Road to DBL Camp

Salah satu momen paling berkesan bagi Bintang selama proses voting justru datang dari sang ibu. Demi membantu perjuangannya, ibunya bahkan mengajak teman-temannya untuk ikut memberikan dukungan.

“Ingat banget mama sampai panggil teman-temannya, kayak arisan gitu, buat bantu support aku,” ceritanya sambil tertawa.

Tidak hanya itu, teman-teman Bintang di sekolah juga memberikan usaha ekstra. Beberapa dari mereka bahkan berkeliling kelas untuk mengajak siswa lain membantu memberikan vote.

“Teman-teman juga sampai keliling kelas buat bantu vote. Pokoknya full effort,” lanjutnya.


Bintang (nomor punggung delapan) saat berusaha melesatkan bola dihadapan lawan

Bagi Bintang, kesempatan menuju DBL Camp merupakan hal luar biasa. Ia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk merasakan tekanan bersaing dengan barisan student athlete terbaik dari seluruh Indonesia.

“Jujur aku pengen ambil semua pengalaman di sana, termasuk pressure-nya,” ujarnya.

Jelang DBL Camp, Bintang sudah menjalani program latihan intensif bersama Rendy Arafat, alumnus DBL yang dulunya tidak pernah absen dari panggung DBL Camp. Bahkan sempat menembus Top 24 Campers. Fokus utamanya adalah meningkatkan endurance dan kemampuan fisik.

Program latihannya pun cukup padat. Ia rutin berlari sejauh lima kilometer sebelum berbuka puasa, kemudian melanjutkan sesi shooting setelah makan malam, ditambah latihan gym hingga lima kali dalam seminggu.

Meski begitu, Bintang memilih tidak memasang target yang terlalu tinggi untuk DBL Camp nanti. Ia hanya ingin memberikan versi terbaik dari dirinya sendiri. “Targetnya sekarang cuma jadi versi terbaik dari diri aku,” tutupnya.

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. 

Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. 

Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Bener Nggak Sih Pijat Saat Cedera Bagus untuk Pemulihan?
Ini Alasan Kenapa LeBron James Suka Minum Isotonik Saat Bermain Basket
Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi ‘Kobe Bryant’