ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Mohammad Fahar (membawa bola) saat mengatur serangan di salah satu pertandingan DBL West Java-East 2025 atau DBL Bandung

Mohammad Fahar Adhikara Bantilan menjadi salah satu student athlete yang berhasil mengamankan tiket menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026 lewat DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026. 

Pemain dari SMAN 8 Bandung itu menutup periode voting di posisi kedua dengan total 20.508 votes. Perolehan tersebut membuatnya hanya terpaut 43 votes dari Harfelim Gio Pande Sinaga yang keluar sebagai pemuncak klasemen. 

Menariknya, Fahar -sapaan akrabnya- menjadi salah satu peserta yang tampil konsisten sepanjang periode voting, bahkan mampu bertahan di posisi lima besar sejak hari pertama.

Bagi Fahar, keberhasilan ini tentu menghadirkan rasa bahagia tersendiri. Ia mengaku dukungan dari orang-orang terdekat menjadi faktor utama yang membuatnya mampu bertahan di papan atas.

“Rasanya sangat senang dan bahagia bisa lolos sampai mendapatkan tiket DBL Camp. Saya bisa bertahan di lima besar karena dukungan teman-teman, keluarga, dan kedua orang tua,” ujarnya.

Dukungan tersebut juga terasa begitu berarti bagi Fahar. Ia mengatakan orang tua, keluarga besar, hingga teman-temannya ikut merasa bangga saat mengetahui dirinya berhasil mengamankan tempat di DBL Camp.

“Mereka semua senang dan bangga. Orang tua saya selalu mendukung supaya saya bisa sampai ke DBL Camp,” katanya.

Baca Juga: Debut Sempurna Brandon Oktavian: Juara, MVP, dan Tiket Menuju DBL Camp

Sebelum mengikuti DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, Fahar sebenarnya sempat merasakan kekecewaan. 

Namanya tak masuk dalam daftar nominasi Kopi Good Day First Team & Second Team 2025 West Java, sehingga membuatnya berpikir kesempatan untuk menuju DBL Camp makin kecil.

“Jujur sempat sedih karena saya pikir kesempatan saya mungkin cuma sekali lagi tahun depan,” ungkapnya.

DBL Camp - Mohammad Fahar - SMAN 8 Bandung
Mohammad Fahar (nomor punggung tiga) bersalaman dengan rekan satu timnya

Namun, kesempatan tersebut akhirnya datang melalui program DBL Play Road to DBL Camp. Meski sempat merasa cemas ketika posisinya turun dari lima besar, Fahar terus mendapatkan dorongan semangat dari orang-orang terdekatnya.

“Sempat panik waktu turun dari lima besar. Tapi saya minta dukungan keluarga dan teman-teman, akhirnya bisa naik lagi,” jelasnya.

Di luar proses voting, Fahar juga dikenal sebagai salah satu pemain andalan SMAN 8 Bandung pada ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java-East. 

Bersama timnya, ia berhasil membawa SMAN 8 Bandung melangkah hingga fase Big Eight sebelum akhirnya kalah tipis dari SMAN 9 Bandung, yang kemudian keluar sebagai juara musim tersebut.

Baca Juga: Wilbet Naharto dan Secuil Kisahnya Menuju DBL Camp 2026

Sepanjang musim, Fahar mencatatkan kontribusi penting bagi timnya dengan torehan 34 poin, 9 steal, 9 rebound, dan 3 assist dalam tiga pertandingan.

Kini, usai memastikan diri menuju DBL Camp 2026, Fahar ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus menguji kemampuannya melawan pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah.

“Di sana banyak pemain hebat dari luar kota. Saya ingin mencoba bersaing dan mendapatkan pengalaman baru,” tutupnya. 

DBL Camp - Mohammad Fahar - SMAN 8 Bandung
Aksi Mohammad Fahar hendak memasukkan bola ke ring lawan

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. 

Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. 

Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY