DBL Academy Jakarta resmi hadir sebagai cabang pertama di ibu kota sekaligus akademi keempat milik DBL Indonesia. Kehadirannya menjadi jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat Jakarta terhadap pembinaan basket usia muda, apalagi selama ini Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan ekosistem liga basket pelajar DBL terbesar di Indonesia. 

Berlokasi di kawasan Asya, Jakarta Timur, DBL Academy Jakarta menawarkan konsep latihan modern yang tidak hanya fokus pada skill basket, tetapi juga perkembangan anak secara menyeluruh.

Antusiasme itu sudah terlihat sejak agenda Open House dan Free Trials digelar pada 24-26 April, dengan puluhan peserta mencoba langsung pengalaman berlatih bersama coach profesional. Mulai dari fasilitas berstandar internasional, kurikulum terstruktur, teknologi sport science modern, hingga program nutrisi dan character development, DBL Academy Jakarta hadir dengan banyak keunggulan. 

Berikut lima alasan kenapa DBL Academy Jakarta bisa jadi pilihan terbaik untuk anak yang ingin berkembang lewat basket: 

1. Tiga Pilar Utama di DBL Academy

DBL Academy Jakarta tidak hanya mengajarkan cara bermain basket, tetapi juga membangun fondasi perkembangan anak secara menyeluruh. DBL Academy memiliki tiga pilar pendidikan untuk siswa.

Mulai dari fundamental basket untuk mengasah teknik dasar seperti dribble, passing, shooting, dan footwork. Lalu ada edukasi nutrisi yang membantu anak memahami pentingnya pola makan sehat untuk menunjang performa dan tumbuh kembang. Tak kalah penting, ada pendidikan karakter melalui aktivitas team building dan games yang melatih disiplin, kerja sama, komunikasi, serta rasa percaya diri.

Baca Juga: DBL Academy Jakarta Gelar Open House, Lebih dari 100 Peserta Ikuti Trial Class

2. Fasilitas Mentereng yang Bikin Latihan Makin Maksimal

Selain program latihan yang lengkap, DBL Academy Jakarta juga didukung fasilitas modern yang dirancang untuk menunjang perkembangan atlet muda secara optimal. Selama Open House, para orang tua diajak berkeliling melihat langsung area academy sekaligus mengenal sistem pembinaan yang diterapkan.

Beberapa fasilitas penunjang yang bisa dilihat langsung antara lain locker room, shower room, hingga drinking station yang nyaman dan modern. Sementara untuk area utama, tersedia lapangan basket berstandar internasional FIBA Level 1 yang memberikan pengalaman latihan layaknya pemain profesional. Dengan fasilitas seperti ini, anak-anak bisa berlatih dengan nyaman, aman, dan lebih maksimal.

Baca Juga: Berkembang Bersama DBL Academy, Kennie Elbert Kini Tembus Liga Profesional

Baca Juga: Punya Rekam Jejak Mentereng, Intip Deretan Pelatih di Balik Layar DBL Academy

3. Didampingi Deretan Pelatih Berpengalaman dan Berprestasi

Salah satu keunggulan utama DBL Academy Jakarta ada pada kualitas para pelatihnya. Siswa tidak hanya belajar dari coach yang paham teori, tetapi juga dari sosok-sosok yang punya pengalaman panjang di level kompetisi tertinggi, mulai dari liga profesional, kejuaraan daerah, hingga ajang nasional seperti PON.

Deretan pelatih di DBL Academy diisi nama-nama berprestasi, seperti Basketball Director Dimaz Muharri yang pernah mencatatkan prestasi di NBL Indonesia, hingga para head coach berlisensi nasional dan internasional yang sukses membawa tim meraih medali di berbagai turnamen. Di DBL Academy Jakarta juga hadir coach baru dengan latar belakang pemain profesional dan atlet elite, seperti Lucky Abdi Pasondok, Sultan Prawira, dan Rixa Erlyna.

Dengan pengalaman yang mentereng, para pelatih ini hadir untuk membimbing siswa bukan hanya soal skill individu, tetapi juga soal disiplin, mentalitas, cara berpikir saat bermain, hingga kesiapan bersaing di level kompetitif. Jadi, anak-anak belajar langsung dari orang yang benar-benar pernah ada di level tersebut.

4. Belajar Basket dengan Cara Seru dan Sesuai Usia Anak (Menggunakan FIBA Mini Basketballl)

DBL Academy Jakarta juga punya pendekatan latihan yang ramah untuk anak-anak, terutama usia di bawah 12 tahun. Di level ini, basket bukan soal siapa paling banyak mencetak poin atau siapa yang menang, tetapi bagaimana anak-anak bisa menikmati permainan, bergerak aktif, dan tumbuh percaya diri.

Karena itu, DBL Academy mengadopsi konsep FIBA Mini Basketball sebagai panduan kurikulum untuk usia 5 sampai 12 tahun. Dalam sistem ini, permainan dimodifikasi agar sesuai perkembangan fisik dan mental anak. Salah satunya tanpa papan skor, sehingga anak-anak bisa fokus bersenang-senang tanpa tekanan hasil pertandingan.

Selain itu, beberapa aturan juga disesuaikan, seperti larangan steal dan block bagi pemula. Tujuannya agar setiap anak punya kesempatan yang sama untuk menggiring bola, menembak, mencoba melewati lawan, dan berani mengambil keputusan di lapangan. Jadi bukan cuma belajar teknik dasar, tapi juga membangun rasa percaya diri dan kecintaan terhadap olahraga sejak dini.

5. Orang Tua Ikut Terlibat dalam Perkembangan Anak

DBL Academy Jakarta berbeda dengan klub. Salah satunya keterlibatan aktif orang tua dalam proses pembinaan. DBL Academy percaya perkembangan anak tidak bisa berjalan maksimal jika hanya mengandalkan latihan di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari rumah.

Karena itu, DBL Academy menerapkan sistem three ways communication antara coach, siswa, dan orang tua. Setiap empat bulan, orang tua akan menerima laporan perkembangan anak secara berkala. Bukan hanya soal kemampuan basket, tetapi juga character development, pola makan, hingga kebiasaan istirahat.

Dengan pendekatan ini, proses tumbuh kembang anak bisa dipantau bersama. Orang tua jadi tahu progres anak, sementara coach bisa memberikan arahan yang lebih menyeluruh agar perkembangan siswa berjalan seimbang, baik sebagai atlet maupun pribadi. (*)

Populer

Punya Rekam Jejak Mentereng, Intip Deretan Pelatih di Balik Layar DBL Academy
5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi ‘Kobe Bryant’
DBL Academy Jakarta Gelar Open House, Lebih dari 100 Peserta Ikuti Trial Class
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya