ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Sumber: DBL Academy

Perjalanan seorang student athlete memang tidak pernah instan. Di balik setiap pencapaian, selalu ada proses panjang untuk membentuk skill sekaligus karakter. Kedua hal inilah yang terus dibangun oleh DBL Academy selama satu dekade terakhir. 

Pertama kali berdiri pada 2016, DBL Academy menjadi akademi basket yang menaruh perhatian besar pada latihan teknik, fisik, character development, hingga pengetahuan seputar kebutuhan nutrisi. 

Selama itu pula, ribuan siswa sudah menjadi bagian dari program pelatihan yang terstruktur dan berstandar internasional.

Termasuk, Kennie Elbert Kristianto. Alumnus SMA Gloria 1 Surabaya itu menghabiskan delapan tahun sebagai siswa DBL Academy. Sebuah perjalanan yang tentunya tidak singkat. 

Keputusannya untuk bergabung DBL Academy tak lepas dari peran sang ibu, Tety Widyastuti, yang terus mendukungnya. 

“Dia yang minta sendiri ikut DBL Academy. Awalnya, dia cuma latihan di klub saja sama Richie (Richie Bertrand). Terus, lihat Richie ada di DBL Academy, makanya dia minta juga. Baru, aku masukkan DBL Academy,” ungkap Tety. 

Baca Juga: DBL Academy Hadir di Jakarta Timur, Siap Gelar Open House dan Free Trial Class

Meski awalnya hanya mengikuti jejak rekan dekatnya, ternyata tersimpan dorongan dari dalam diri Kennie untuk berkembang lebih jauh, sekaligus mengejar ketertinggalan yang dirasakannya saat itu. 

DBL Academy pun kemudian menjadi ruang bertumbuh bagi Kennie sebagai student athlete dari waktu ke waktu. 

“Banyak juga yang dia dapat di DBL Academy. Yang penting, dia senang dan tanggung jawab sama pilihannya. Dia pilih DBL Academy juga karena merasa banyak yang harus dikejar dari teman-temannya yang lain,” imbuh sang ibu. 

Selama berada dalam proses tersebut, hal terpenting bukan hanya soal peningkatkan skill di lapangan. Lebih dari itu, Kennie turut merasakan adanya pembentukan karakter. 

“Tanggung jawab itu yang paling utama. Jadi apa pun keputusan dan pilihan dia, aku cuma bisa mengarahkan dan ngingetin kalau enggak ada orang sukses tanpa tanggung jawab. Kalau dilihat dari semua perjuangan dan hasilnya, semua juga berasal dari tanggung jawab dia sendiri,” tutur Tety. 

Bagi Kennie sendiri, langkahnya di DBL Academy memang diawali dari motivasi sederhana untuk terus berkembang. Seiring waktu, proses yang ditempuh membawanya pada perubahan yang signifikan.

“Setelah latihan di DBL Academy, perubahannya dari fundamental main basket, cara dribbling, passing, dan shoot. Lalu, aku diajarkan untuk disiplin supaya datang latihan enggak mepet,” cerita Kennie. 

Dari situ, kiprah Kennie di dunia basket semakin terbuka lebar. Dirinya sempat masuk dalam jajaran DBL All-Star 202, tepat di tahun terakhirnya sebagai siswa SMA. 

Baca Juga: Open House DBL Academy Jakarta Hadirkan Free Trial Class, Bisa Cobain Apa Aja? 

Bahkan, jatuh bangun yang dilalui pun kini membawanya ke level yang lebih tinggi. Nama Kennie dinobatkan sebagai siswa DBL Academy pertama yang tembus ke liga basket profesional.

Ia menjalani debut sebagai pemain Dewa United pada kompetisi basket All-Indonesia 2025.

”Peran DBL Academy banyak banget. Aku bisa latihan tambahan dan dibantu banyak coach biar aku bisa improve. Puji Tuhan, aku juga kepilih DBL All-Star,” ujarnya. 

Kisah Kennie menjadi gambaran bagaimana DBL Academy memperhatikan perkembangan tiap siswa.

Komitmen tersebut kini terus diperluas. DBL Indonesia menghadirkan DBL Academy di kawasan Asya, Jakarta Timur sebagai langkah untuk menjangkau lebih banyak pelajar dan orang tua di Indonesia.

Sebagai bentuk pengenalan ke publik, DBL Academy Jakarta akan menggelar Open House pada 23–26 April. Kegiatan ini memberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan program latihan yang ditawarkan, sekaligus mencoba langsung pengalaman berlatih melalui free trial class yang tersedia.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY