Di tengah riuh Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, pada salah satu sudut lapangan, Chimaobi Nzekwue, campers asal SMA Jubilee Jakarta, memejamkan mata sembari bibirnya merapal doa-doa panjang yang ia panjat sejak pertama kali tiba di Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Di antara teman-temannya yang saling bertukar cerita dan melempar bahan candaan, matanya tetap terpejam. Tanda bahwa doa yang dipanjat bukan lagi sekadar diberi kesempatan untuk memaksimalkan peluang saja.

“Aku berdoa, aku berharap. Sejak awal masuk di DBL Camp, tiap proses seleksinya itu bikin aku deg-degan. Setiap ada pemilihan aku selalu takut,” ujarnya.

Iya, perasaan takut selalu hinggap pada dirinya sejak hari pertama DBL Camp. Perasaan yang selalu menghantui karena ia pernah gagal sebelumnya.

“Aku pernah ngerasain nggak kepilih. Sakit banget, aku nggak mau itu terulang kembali. Apalagi ini kesempatan pertamaku dan belum tentu tahun depan aku bisa dapat ini lagi,” ungkapnya.

Bagi Chima yang baru bermain basket ketika naik ke kelas sembilan SMP, ia lebih dekat dengan kegagalan ketimbang keberhasilan. Chima tak terpilih masuk dalam tim SMA Jubilee di DBL 2024-2025.

Baca juga: Langkah Demi Langkah Ariqa Chayara, dari Ruki hingga DBL All-Star 2026

Hal ini membuatnya memulai perjalanan DBL lewat kompetisi 3X3 DBL Jakarta. Pada tahun pertamanya melantai, ia berhasil masuk di skuad 5on5 Jubilee dan tampil pada partai final yang berlangsung di Indonesia Arena.

Sayang, saat itu Chima dan kawan-kawan gagal membawa pulang piala. Kesedihan tersebut berhasil diobati karena namanya masuk daftar skuad Kopi Good Day First and Secon Team Jakarta.

“Jujur, aku sepengen itu buat main di DBL yang 5on5, ngerasain main di Indonesia Arena, ngerasain gimana rasanya di DBL Camp, rasanya kepilih All-Star. Semuanya terbayar. Capeknya selama di kamp seminggu kemarin langsung hilang,” ceritanya.

Yap, Chima dipanggil pada urutan pertama momen-momen sakral pemanggilan daftar skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.

“Lega bangetlah, apalagi aku pernah ada diposisi yang nggak kepilih dan ini dipanggil pertama,” imbuhnya.

Seketika, memori-memori perjuangannya untuk terus melangkah maju bertebaran di ingatan kepala. Chima lantas menambahkan, “Perjalananku di basket memang bisa dibilang cepat banget.

Baca juga: Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star

Tapi, ada perjuangan panjang banget buat bisa di titik ini. Aku latihan setiap hari, sudah nggak bisa dihitung. Aku punya keinginan buat terus improve dan jadi pribadi yang lebih baik lagi dan lagi,”

Kepada DBL Play, Chima menitipkan pesan untuk dirinya sendiri. Pesan pengingat bahwa perjalanannya belum selesai. Tanda bahwa perjalanannya baru saja dimulai menuju babak baru,

“Aku masih mau ngerasain juara di Indonesia Arena, masih mau terpilih lagi jadi First Team buat ke DBL Camp, terpilih lagi buat jadi All-Star tahun depan. Terima kasih buat diriku yang sudah mau berjuang, jangan capek dan ayo terus berjuang lagi,” tandasnya.

Berbahagialah Chiamobi yang masih yakin. Yakin bahwa kegagalan bukan menjadi alasan untuk berhenti. Selamat, Chima!

Profil Chimaobi Nzekwue bisa kalian cek di bawah ini.

Populer

Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
5 Macam Passing dalam Bola Basket yang Wajib Kamu Ketahui!
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi