Menembus barisan DBL Indonesia All-Star bukanlah perkara mudah. Bagi sebagian besar student athlete, panggung ini adalah puncak dari mimpi panjang yang dikejar lewat peluh dan air mata.
Namun, bagi keluarga besar SMA BSI Palembang, mimpi ke Amerika Serikat justru berhasil diubah menjadi sebuah tradisi.
Setelah musim lalu sang kakak, Anggun Annaila Zahra, sukses terbang ke Amerika Serikat, musim ini giliran sang adik, Syafira Dwita Meydianti, yang resmi meneruskan estafet jersei Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Keberhasilan kakak-beradik ini tentu melahirkan decak kagum. Di balik ketangguhan mereka saat di lapangan, ada sosok sang Ibu, Devianti, yang tak henti-hentinya bersyukur atas pencapaian kedua putrinya.
Dominasi Anggun dan Fira di lapangan basket rupanya tidak lahir begitu saja. Jiwa kompetitif dan atletis keduanya ternyata menurun langsung dari sang Ayah.
"Untuk jiwa olahraga, mereka mengikuti dari ayahnya yang memang menyukai olahraga seperti voli dan sepak bola," cerita Devianti.
Kedua putrinya sudah mulai mendalami basket sejak duduk di bangku SMP. Menariknya, perjalanan mereka sebagai student athlete dipenuhi dengan kemandirian yang luar biasa.
Demi menuntut ilmu dan mengasah bakat, Anggun dan Fira harus rela tinggal jauh dari orang tua.
Baca Juga: Mengalir dalam Darah, Kisah Kakak-Beradik yang Sukses Amankan Tiket DBL All-Star
Tinggal di asrama membuat mereka terdidik disiplin sejak dini oleh sang pelatih. Meski jauh dari pengawasan langsung, Devianti dan suami selalu memberikan rambu-rambu tegas agar urusan akademik tidak dikesampingkan.
"Sebagai orang tua, kami mengarahkan anak-anak untuk tetap ikut les tambahan di luar waktu kegiatan basket yang sudah terjadwal. Alhamdulillah, sampai saat ini mereka tidak pernah jenuh karena mereka memang sangat menyukai basket," tambah sang Ibu.
Potret Syafira Dwita (dua dari kanan) dan Anggun Annaila (dua dari kiri) bersama keluarga (sumber: dokumentasi pribadi)
Bagi Devianti, momen paling mengharukan bukanlah saat nama anak-anaknya dipanggil di panggung megah, melainkan saat melihat proses perjuangan mereka langsung di lapangan.
"Momen paling mengharukan itu saat bisa menyaksikan langsung anak-anak bertanding dengan penuh semangat di DBL Palembang," kenangnya emosional.
Sesaat setelah nama Syafira Dwita diumumkan sebagai jajaran All-Star 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, suasana haru langsung menyelimuti area lapangan. Sang kakak, Anggun, yang hadir langsung di lokasi, tidak bisa membendung rasa bangganya.
"Kak Anggun langsung mengucapkan selamat. Dia terharu banget dan terus memberikan semangat buat aku," ungkap Fira.
Baca Juga: Sosok Anggun Annaila di Balik Perjalanan Syafira Dwita Sebagai DBL All-Star 2026
Kebahagiaan malam itu langsung disambung melalui sebuah panggilan video ke kampung halaman. Di layar ponsel, sang Ayah, Ibu, dan adik bungsunya sudah menunggu untuk memberikan ucapan selamat secara bergantian.
Syafira Dwita (kanan) bersama Anggun Annaila (kiri) sedang melakukan panggilan video keluarga
Meski kini statusnya sudah sejajar dengan sang kakak sebagai penggawa DBL Indonesia All-Star, Fira dengan polos mengaku bahwa dirinya masih belum sepenuhnya lepas dari rasa tidak percaya diri.
"Kalau ditanya minder, sejujurnya masih ada sedikit rasa minder sama Kak Anggun. Soal pede juga aku merasa belum terlalu percaya diri. Waktu pengumuman kemarin aku kaget banget, sama sekali gak menyangka nama aku bakal kepanggil masuk All-Star," tuturnya.
Belum memikirkan soal perayaan besar, fokus Fira kini sudah tertuju pada tujuannya ke Amerika Serikat nanti. Menatap perjalanannya ke negeri Paman Sam, Fira membawa misi yang jelas untuk masa depannya.
"Yang mau aku kejar di sana pastinya pengalaman dan ilmu baru. Aku ingin belajar banyak, dapat teman baru, dan bonusnya bisa sedikit healing di sana," tutup Fira.
Baca Juga: Bukan Sekadar 'Adik Anggun', Syafira Dwita Buktikan Kualitas di DBL Camp 2026
Mimpi sang Ibu kini perlahan mulai terwujud. Dari sebuah rumah di Palembang, doa seorang Ibu berhasil mengantarkan dua putrinya melangkah jauh melintasi benua.
"Semoga Anggun dan Syafira bisa menjadi atlet yang mengharumkan nama Indonesia di bidang basket," pungkas Devianti penuh harap.
Reaksi Syafira Dwita (tengah) saat namanya dipanggil menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star 2026
Kopi Good Day DBL Camp 2026 telah diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).
Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.
Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy juga World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science.
Rangkaian DBL Camp juga kembali menghadirkan Kopi Good Day DBL Festival 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April-3 Mei 2026. Di tempat itu pula diumumkan campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Mereka inilah yang berkesempatan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi.(*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)