Bagi sebagian orang, nama Riovaldo Renjiro Leonardy adalah simbol dominasi. Penggawa SMA Bukit Sion Jakarta tersebut sukses mengamankan gelar back to back champion sekaligus Honda Most Valuable Player (MVP) DBL Jakarta musim ini. 

Namun, di balik panggung megah penuh sorak-sorai itu, ada cerita tentang pengorbanan sunyi seorang ibu yang mendampinginya dari titik terendah.

Perjalanan melepas anak merantau demi mengejar mimpi bukanlah hal mudah. Hal itu dirasakan betul oleh ibunda Rio ketika sang putra memutuskan merantau dari Bangka Belitung ke ibu kota setelah tamat SMP.

"Rasanya sebagai orang tua sangat berat untuk melepas anak merantau sendiri di kota besar. Saya khawatir sekali. Takut Rio gak bisa beradaptasi di sekolah, karena di Bangka, bahasa daerah masih kental, sedangkan SMA Bukit Sion sudah menggunakan bahasa Inggris semua. Saya juga khawatir dalam pergaulan, takut Rio salah bergaul," kenang sang ibu jujur.

Menghadapi kecemasan itu, sang ibu hanya punya satu senjata, yakni iman. "Cara saya membangun kepercayaan pada Rio, saya selalu mengingatkan dia bahwa Tuhan selalu ada beserta dengan kita."

Kepercayaan itu berbuah manis saat Rio menjadi salah satu pemain unggulan di Jakarta. Namun, badai datang pada laga Final Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta, November lalu. Baru bermain 4 menit 33 detik di kuarter pertama, Rio terkapar setelah mengalami benturan keras.


Riovaldo Renjiro (jersei putih) saat dibawa menepi usai mengalami cedera

Saat itu, sang ibu hanya bisa berdoa di tribun agar tidak terjadi sesuatu yang serius. Namun, ketegangan sebenarnya justru terjadi di kuarter ketiga. 

Demi membantu SMA Bukit Sion Jakarta, Rio mengambil keputusan nekat dengan mencoba kembali masuk ke lapangan.

"Pas kuarter ketiga Rio main lagi, ada perasaan tenang di hati. Tapi gak ada satu menit, Rio ternyata jatuh lagi. Terus saya panggil, 'Rio masih bisa main gak?'. Rio langsung kasih aba-aba tangan silang, tanda bahwa dia sudah gak bisa main lagi waktu itu," tuturnya, menggambarkan momen saat itu. 

Baca Juga: Pasca Cedera ACL, Riovaldo Renjiro Dipastikan Kembali Berjuang di DBL Camp

Diagnosis dokter menghantam keras: cedera putus ACL (Anterior Cruciate Ligament) dan sobek meniskus. Rio harus naik meja operasi pada 15 Desember 2025.

Demi mengejar mimpi di Kopi Good Day DBL Camp 2026, Rio mengambil langkah berani dengan memilih teknologi medis terbaru bernama ACL Synthesis. 

Metode implan sintetis yang memangkas waktu pemulihan pasca ACL menjadi 3-4 bulan saja. Sang ibu sepenuhnya mendukung keputusan sang anak setelah mendapat jaminan dari tim dokter.

"Saya menghargai keputusan Rio untuk operasi ACL synthesis tujuannya agar cepat pulih dan bisa ikut DBL Camp. Dokter meyakinkan kita bahwa dengan kondisi otot yang Rio punya, dia bisa cepat pulih dengan fisioterapi yang rutin dipantau," jelasnya.


Riovaldo (tengah) pasca operasi ACL ditemani ibunda (kiri) saat dikunjungi dokter

Fase pemulihan pasca-operasi menjadi ujian ketabahan tersendiri bagi keluarga. Ibu dan ayah Rio pergi ke Jakarta untuk menemani Rio menjalani operasi. 

Bahkan sang ibu rela meninggalkan Bangka Belitung dan menetap di Jakarta selama hampir tiga bulan penuh.

Di sanalah sang ibu menyaksikan sisi rapuh dari sang pemain terbaik Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Jakarta yang tidak banyak orang tahu. 

"Masa-masa paling sulit saat itu dia gak bisa jalan. Mandi susah, kaki gak boleh basah. Yang jelas dua minggu pertama pasca-operasi itu sama sekali gak boleh injak lantai, dan setiap dua minggu sekali harus kontrol ke dokter," ungkapnya.

Baca Juga: Jakarta Kembali Mendominasi, Kirim 10 Wakil ke DBL Indonesia All-Star 2026

Segala peluh, air mata, dan sesi fisioterapi agresif sebanyak 5-6 kali seminggu itu akhirnya menemui ujung yang indah. 

Kerja keras Rio bersama keluarganya dibayar tuntas. Saat pengumuman skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026, nama Riovaldo Renjiro Leonardy kembali dipanggil untuk terbang ke Amerika Serikat.


Raut wajah semringah Riovaldo usai namanya dipanggil menjadi bagian dari DBL Indonesia All-Star 2026

Menariknya, sang ibu justru menyaksikan momen bersejarah itu terpisah jarak, jauh dari hiruk-pikuk Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.

"Saya tahu Rio terpilih DBL All-Star lewat live streaming YouTube. Kami sangat bangga dan terharu, saya tidak bisa berkata-kata lagi. Hanya berterima kasih kepada Tuhan. Tujuan Rio pindah sekolah di Jakarta mau ikut DBL dan terpilih All-Star sudah tercapai. Terima kasih Tuhan, dan terima kasih DBL," pungkas sang ibu penuh keharuan.

Rasa sedih saat pamit di bandara beberapa tahun lalu dari Bangka Belitung kini telah lunas dibayar. Rio tidak hanya menaklukkan cederanya, tetapi juga membuktikan bahwa di mana pun dia berada, doa sang ibu selalu menjadi pelindung terbaiknya menuju pentas dunia.

Baca Juga: Tentang Gelar MVP Kedua Riovaldo Hingga Penyesalan Terbesar di Musim Terakhirnya

Kopi Good Day DBL Camp 2026 telah diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih telah menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga kembali merasakan pengalaman dilatih para coach dari DBL Academy juga World Basketball Academy. Tak hanya itu, di sana campers juga merasakan bagaimana metode pelatihan baru serta penggunaan alat-alat berbasis sports science.

Rangkaian DBL Camp juga kembali menghadirkan Kopi Good Day DBL Festival 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April-3 Mei 2026. Di tempat itu pula diumumkan campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. 

Mereka inilah yang berkesempatan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi.(*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Sempat Minder Bersaing di DBL Camp, Kini Matthew Ivander Buat Keluarga Bangga
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Lepas Tawaran Tim Profesional, Rimbun Sidahuruk Justru Masuk DBL All-Star
Misi Pelatih Imanudin Husnuzan: Dari Banyuwangi, Untuk Banyuwangi
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA