“DBL Dance itu tantangan. Sebenarnya, takut juga sih. Jadi, cukup menjadi pressure buat saya.”
Bagi Fendy Johana, tanggung jawab untuk mempersiapkan tim dance SMA Darma Yudha Pekanbaru (Achievers Dance) agar tampil maksimal di DBL Dance Competition tentu bukan perkara sederhana.
Kalau menengok ke belakang, perjalanannya bersama Achievers Dance telah dimulai delapan tahun silam, tepatnya pada 2018. Sejatinya, tak pernah terbayangkan dalam benak coach Fendy (sapaan karibnya) kalau peran besar itu datang begitu cepat di tahun pertamanya bersama Achievers Dance.
“Saat itu, saya direkomendasikan oleh salah satu orang tua murid. Kebetulan, momennya juga lagi kosong karena tidak pegang sekolah lain. Awalnya, saya pegang tim dance SMP Darma Yudha dulu. Saat itu, kebetulan coach yang mengajar tim dance SMA tiba-tiba berhenti. Mau enggak mau, saya harus gantikan,” kenang coach Fendy.
Bak takdir yang sudah tertulis. Kepercayaan menjadi modal utama yang dibagun coach Fendy. Mengingat, para member Achievers Dance saat itu sudah terbiasa berlatih dan menjalani rutinitas bersama pelatih sebelumnya.
“Tiap coach punya cara dance masing-masing. Jadi, tantangan terbesar di awal itu penyesuaian sama anak-anak dan gimana membangun kepercayaan supaya mereka mau mendengar dan mengikuti apa yang saya sampaikan,” tuturnya.
Baca Juga: Jatuh Bangun Achievers Dance Menjaga Tradisi Juara di DBL Dance Competition
Dari situ, dirinya mulai menggali lebih dalam soal konsep yang akan dibawakan agar bisa selaras dengan tema besar DBL Dance Competition. Baginya, hal terpenting bukanlah penggunaan properti megah. Melainkan, bagaimana sebuah tim bisa menyampaikan pesan kepada penonton dengan teknik yang tepat.
”Sebenarnya, tidak terlalu banyak perubahan yang saya lakukan. Apalagi, persiapan efektifnya hanya satu setengah bulan untuk DBL Dance Competition 2018. Jadi, tidak terlalu banyak waktu dan kesempatan untuk merombak,” terang coach Fendy.
Saat pertama kali menapakkan kaki di DBL Dance Competition, ia hanya memasang target untuk menjadi yang terbaik di region Riau. Setahun berselang, harapan tersebut akhirnya terwujud, bahkan melampaui ekspektasi yang sempat dibayangkan.
Di saat yang bersamaan, Achievers Dance turut dinobatkan sebagai juara nasional DBL Dance Competition. Momen itulah yang menjadi titik awal lahirnya dominasi coach Fendy bersama Achievers Dance.
Yang bikin kian menarik, coach Fendy ternyata selalu menggelar audisi setiap tahun untuk membentuk formasi baru. Artinya, tantangan yang dihadapi pun semakin kompleks. Bukan hanya mengasah dari segi teknik, tetapi juga membangun chemistry di antara anggota tim yang terus berganti setiap musim.
“Biasanya, kita ada audisi, lalu tahap kedua ada interview. Tujuannya tentu kita mencari bakat-bakat terbaik di sekolah ini. Dari interview, kita mau lihat juga karakter dan komitmen mereka seperti apa. Menurut saya, skill itu bisa dilatih, tapi attitude itu susah dicari,” ucap coach Fendy.
Potret coach Fendy (kiri, menggunakan kaus hitam-putih dan topi) bersama Achievers Dance di sela latihan menjelang Azarine DBL Dance Competition 2025 Riau
Bagi coach Fendy, kunci utama untuk menjaga prestasi Achievers Dance terletak pada regenerasi dan konsistensi dalam mempertahankan kualitas tim. Karena itulah, ia tidak hanya fokus pada tim tingkat SMA, tetapi juga mulai mempersiapkan generasi berikutnya sejak dini.
“Makanya, saya selalu memupuk anak-anak dari SMP. Bahkan, dari SD juga sudah ada tim dance-nya. Nanti, begitu naik kelas SMP dan SMA, mereka sudah siap. Itu yang memang kita jaga terus,” ujarnya.
Baca Juga: Daftar Juara Azarine DBL Dance Competition 2025-2026, Ada Sekolahmu?
Di sisi lain, ia turut mengakui kalau persaingan DBL Dance Competition di tiap tahunnya terasa semakin menantang. Para tim dari sekolah lain sibuk berbenah demi merebut takhta yang selama ini dikuasai Achievers Dance.
“Tiap kali pengumuman DBL Dance Competition, jujur saya paling enggak berani untuk dengerin karena selalu ada perasaan enggak yakin. Saya merasa lawan-lawan semakin tough. Tapi setelah tahu kalau juara, langsung flashback momen yang sudah kita perjuangkan,” ungkapnya.
Terlepas dari tekanan yang menghantui, coach Fendy tetap menaruh keyakinan penuh pada kemampuan anak-anak didiknya. Terlebih, ada pihak sekolah dan orang tua yang sangat berkomitmen untuk mendukung langkah Achievers Dance.
Ya, dukungan dari lingkungan sekitar memang juga memegang peranan tak kalah penting. Apalagi, ia sadar kalau tidak semua tim dance bisa mendapatkan hal tersebut.
“Saya bersyukur bahwa Darma Yudha men-support seperti menyediakan fasilitas. Anak-anak juga beruntung karena sekolah yang membiayai pelatih. Karena saya juga tahu, di luar sana banyak yang harus urunan bayar pelatih sendiri. Terus setiap kali anak-anak juara, selalu dikasih exposure seperti di-post di media sosial dan dibuatkan acara,” sambungnya.
Menyambut DBL Dance Competition 2026 yang sudah semakin dekat, coach Fendy mengaku belum memiliki persiapan khusus. Yang pasti, ia bersama Achievers Dance sudah siap untuk kembali mengangkat trofi di musim mendatang.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)