Ada yang berbeda untuk Tim Nasional Indonesia (Timnas) di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026 Division B.
Salah satu center andalan mereka, Fiorenza Celesta, mampu membaca kondisi lapangan jauh lebih baik dibanding penampilannya di ajang-ajang sebelumnya.
Ketika sibuk mengontrol bola di paint area, pemain dengan nomor punggung 28 itu kini bisa melihat dan menyadari rekan-rekan setimnya di area mid-range maupun luar garis tripoin. Matanya jadi semakin jeli.
“Skill visualku meningkat. Jadi gak maksa di bawah (dekat ring),” sebut Fiorenza.
Baca juga: Kasih Sayang Ibu Dorong Praisey dan Miracle Kejar Mimpi di Amerika
Bukan hanya itu, sebelum menginjakkan kaki di lapangan, Fiorenza selalu berkomitmen untuk mengusahakan satu hal: konsistensi. Rasa malas jadi musuh yang harus dilawan dan tidak boleh diremehkan.
“Performa kan pasti ada naik turunnya. Kalau konsisten itu balik lagi ke diri sendiri. Misalnya di offense lagi bukan harinya, aku berjuang di defense. Karena defense itu kan kemauan. Kalau gak poin, ya rebound, steal, atau assist. Suplai temannya,” tegas cewek bertinggi 176 cm itu.
Fiorenza tampil memuaskan sepanjang FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026 Division B. Di laga debutnya melawan Oman, ia berhasil membukukan 15 poin, 8 rebound, 3 assist, dan 3 steal dengan efisiensi field goal 63,6 persen.
Ia pun juga berhasil membuktikan perkataannya. Di laga perebutan medali perunggu melawan India, Fiorenza hanya mampu mengumpulkan 5 poin. Akan tetapi, kontribusinya tetap terasa dengan 9 rebound dan 3 assist.
Lebih lanjut, Fiorenza juga mencatat +/- 31. Artinya, saat Fiorenza di lapangan, Timnas berhasil mencetak skor 31 poin lebih banyak dibanding India. Pengaruhnya yang tidak tercatat dengan angka statistik tidak terbantahkan.
Selain bersama Timnas, ilmu-ilmu tersebut ia dapatkan saat membela Global Prestasi School Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day West Java selama 2 tahun terakhir.
Selain itu, rangkaian Kopi Good Day DBL Camp 2026 dan training camp Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 juga semakin mempertajam kemampuannya.
Baca juga: Rahasia Joanne Giovanni Atasi Kejenuhan Bermain Basket
Semua itu harus Fiorenza jalani terus menerus dan dengan waktu istirahat yang terbatas. Tahun demi tahun telah ia dedikasikan untuk belajar tanpa henti demi memaksimalkan potensinya sebagai pebasket.
Akhirnya, sempat terdapat rasa jenuh yang memenuhi hati dan pikirannya di tengah perjuangannya menggapai mimpi. Tepatnya saat training camp FIBA U16 Women’s Asia Cup Qualifiers.
Fiorenza Celesta saat menjalani scrimmage game bersama Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 di DBL Academy East Jakarta
Di momen ini, kehadiran dan pesan sang ayah, Ferwendra Babheer, menjadi sangat penting bagian Fiorenza.
Sebagai orangtua sekaligus mentor, ia tidak pernah berhenti untuk memberi dukungan kepada anaknya untuk terus melanjutkan apa yang telah dibangun sepanjang hidupnya.
“Papa aku tuh pernah nanya, ‘Kamu mau serius basket atau enggak?’” ingat Fiorenza.
Pertanyaan sederhana dan tegas itulah yang terus mendorong Fiorenza untuk bangkit dan mengalahkan perasaan tersebut. “Aku berusaha untuk gak boleh jenuh, karena sekarang aku sudah di sini. Aku bisa punya semua experience ini gara-gara basket,” terangnya.
Baca juga: Filosofi Bersyukur Bawa Kartika Hatta Bangkit dari Titik Terendah Karier
Dalam perjalanannya, Fiorenza juga berhasil menanamkan prinsip kuat dalam dirinya. Ia menyebutnya sebagai 3C (Choice, Chance, Change).
“Jadi kalau mau berubah ya harus memilih. You must make the choice to take the chance if you want anything in life to change,” jelas Fiorenza.
Kini, prinsip tersebut berhasil membawanya untuk meraih gelar DBL All-Star 2026 dan tiket untuk belajar lebih banyak di Amerika Serikat. Semua itu tentu saja tidak lepas dari bimbingan sang ayah untuk membuatnya bisa melangkah lebih jauh.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.
Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)
Baca juga: DBL All-Star 2026 Dipastikan Berpartisipasi di National Summer Classic Chicago!
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini