Jalan terjal dihadapi skuad SMA Dian Harapan Jakarta (Zebaoth) selama Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta.
Melihat kembali tiga laga yang dilalui musim ini, Zebaoth nyaris terjungkal di laga perdana. Setelah berbenah di gim berikutnya, skuad asuhan Luthfianes Gunawan itu kembali harus mengerahkan upaya ekstra demi mengamankan tiket final.
Bagaimana tidak, SMA IPEKA Puri Indah Jakarta memberi tekanan yang begitu intens selama pertandingan Fantastic Four. Meski pada akhirnya, Zebaoth berhasil mengantongi kemenangan 57-49 pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kehilangan empat pemain senior turut membawa perubahan pada wajah permainan tim. Luthfi, begitu ia disapa, mengakui bahwa dirinya perlu melakukan sejumlah penyesuaian, terutama dalam mengembangkan sekaligus memaksimalkan potensi para pemain anyar.
“Kebanyakan dari mereka memang masih baru dan belum pernah merasakan atmosfer DBL. Makanya, saya bilang ke anak-anak bahwa game-nya pasti akan ketat karena hanya beberapa yang sudah punya pengalaman bermain di kompetisi ini. Jadi, Zebaoth yang dulu dan sekarang memang komposisi pemainnya berbeda,” buka Luthfi.
Baca Juga: Kilas Balik Finalis DBL West Jakarta: Kesempatan “Naik Kelas” Bagi Putra Zebaoth
Perhatian Luthfi tak berhenti pada pembangunan fisik dan penguatan fundamental. Ia juga perlu memastikan kesiapan mental para pemain, terutama karena atmosfer kompetitif DBL West Jakarta dapat menghadirkan tekanan tersendiri bagi para penggawa Zebaoth.
“Rata-rata, mereka berangkat dari SMP yang jelas sudah beda levelnya di SMA. Terus, mereka juga harus adjustment dengan sistem bermain saya. Mungkin di tempat sebelumnya, merekaq belum terbiasa dengan press defense dan mentalitas untuk bermain di DBL,” ucapnya.
Karena itu, Luthfi terus menanamkan satu pola pikir kepada para pemainnya agar menganggap setiap pertandingan sebagai kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Dengan mindset tersebut, ia berharap para penggawa Zebaoth terdorong untuk tampil maksimal dan memberikan kemampuan terbaik di setiap laga.
Namun, ia sendiri masih bersyukur karena timnya berkesempatan untuk kembali mencicipi lantai final DBL West Jakarta 2026. Nantinya, pasukan Zebaoth lagi-lagi berjumpa dengan SMA Bukit Sion Jakarta.
“Saat ini, free throw masih menjadi PR terbesar karena free throw itu bisa membunuh kita kalau akurasi enggak bagus. Coba bayangin, tadi di kuarter kedua sampai akhir, free throw tim kita jelek sekali. Kalau kita bisa konversi setengahnya saja, kita bisa lebih lega. Kalau lainnya, saya rasa sudah baik dari segi defense dan offense,” terang Luthfi.
Baca Juga: Kesempatan Terakhir Joan Felicia Bawa Putri Kriza Jadi Juara
Ia turut menambahkan, hal terpenting adalah fokus pada kesiapan tim, alih-alih terbebani dengan nama besar sang lawan. Mimpinya sebagai seorang pelatih pun masih sama: membawa Zebaoth mengangkat trofi kampiun.
“Dari empat tahun lalu sampai sekarang, saya selalu bilang kalau mau bawa mereka juara. Ketika orang lain enggak percaya, saya adalah orang pertama yang percaya bahwa tim ini akan juara, meskipun enggak tahu kapan,” pungkasnya.
DBL West Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)