Ada yang berbeda dari rombongan Shield (julukan tim basket SMAN 1 Sooko Mojokerto) saat memasuki DBL Arena, Kamis, 6 Agustus 2026. Di tengah semangat menyambut laga pembuka Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North sekaligus pertandingan perdana menghadapi SMAN 1 Waru Sidoarjo (Smantaru), para penggawa Shield kompak mengenakan batik.
Di balik pilihan busana itu, tersimpan cerita sederhana yang tak kalah menarik dari pertandingan di lapangan. Bagi mereka, batik bukan sekadar pakaian formal, melainkan cara membawa identitas budaya Jawa ke panggung DBL East Java-North.
Ghazy Faazhil, center Shield, mengungkapkan bahwa ide tersebut berawal dari sebuah briefing sederhana usai latihan. Saat itu, seluruh pemain berdiskusi mengenai pakaian yang akan dikenakan ketika berangkat menuju arena pertandingan.
Awalnya, seragam sekolah menjadi pilihan utama. Namun, obrolan singkat itu berubah arah ketika salah seorang anggota tim mengusulkan sesuatu yang berbeda.
Baca juga: Kemenangan Perdana Putra Smantaru Jadi Hadiah Kecil untuk Coach Thomas
"Setelah latihan kami briefing bahas besok pakai baju apa. Awalnya mau pakai baju sekolah, tapi akhirnya teman-teman milih pakai batik karena suka sama adat Jawa," ujar Ghazy.
Menurutnya, keputusan itu lahir dari kecintaan para pemain terhadap budaya yang sudah begitu dekat dengan kehidupan mereka.
"Karena kita orang Jawa, suka sama batik," ucap pemain bernomor punggung 16 tersebut.
Pilihan itu ternyata menghadirkan kejutan kecil. Tanpa mereka ketahui sebelumnya, tim dance SMAN 1 Sooko Mojokerto juga datang dengan konsep busana bernuansa batik. Padahal, kedua tim sama sekali tidak saling berkoordinasi soal pakaian yang akan dikenakan.
"Kalau tim dance pakai batik juga, kami belum tahu. Baru tahu pas tadi berangkat," katanya.
Baca juga: Lewat Lirik Lagu Dongker, Owlteam Smantass Bakar Semangat Tim Putri di DBL Arena
Momen itu pun membuat Ghazy dan rekan-rekannya tersenyum. "Kaget juga sih. Loh, kok bisa sama," ujarnya.
Kekompakan rombongan Shield rupanya juga menarik perhatian pihak sekolah. Saat para pemain berpamitan sebelum bertolak ke DBL Arena, kepala sekolah sempat dibuat heran melihat seluruh pemain datang dengan balutan batik.
"Pas pamit ke ruang guru, kepala sekolah bilang, 'Loh, ada apa ini kok batikan semua? Kok kompak banget nih.' Terus saya jawab, 'Iya, Pak. Soalnya mengangkat adat Jawa,'" kenang Ghazy.
Meski pertandingan pembuka belum berpihak kepada Shield setelah harus mengakui keunggulan Smantaru dengan skor akhir 38-11, cerita tentang batik tetap menjadi warna tersendiri dalam perjalanan mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Baca juga: Tribute Smamda Holic untuk Sang Kawan
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)