Pada 2024 lalu, SMA Don Bosco Banjarmasin berhasil mengejutkan Kalimantan Selatan. Mereka kembali melantai di panggung Final Party Honda DBL with Kopi Good Day South Kalimantan.
Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, mereka berhasil merebut dan membawa pulang gelar juara.
Itu telah membuktikan bahwa Don Bosco bisa bekerja keras dan menjadi yang terbaik. Musim ini, mereka ingin merasakan atmosfer final itu lagi. Rindu akan perjuangan yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai kejayaan.
Perjalanan Don Bosco di DBL South Kalimantan 2026 telah resmi dimulai pada Minggu, 9 Agustus 2026 lalu. Mereka datang dengan kekuatan penuh. Ada dua sosok yang berdiri di garda terdepan.
Frederick Alvino Hoesada dan Mario Christian Hoesada.
Baca juga: Hasil 3X3 Competition South Kalimantan: Mansahute Menang, Putra Smansa Perkasa
Ya, Vino -sapaan akrab Alvino- dan Mario merupakan sepasang sepupu yang tampil mentereng di laga perdana mereka musim ini melawan SMKN 1 Tanjung.
Mario berhasil mencetak 10 poin, 4 rebound, dan 3 steal dalam 32 menit bermain. Perolehan poinnya merupakan yang tertinggi dibanding seluruh pemain. Aksinya pun efisien. Dari total 10 tembakan, 5 di antaranya berhasil masuk (50 persen).
Sementara itu, Vino bagaikan jantung dari permainan di Don Bosco. Ia membukukan 9 poin, 10 rebound, 6 assist, dan 3 steal dalam 34 menit waktu bermain. Pengaruhnya sangat terasa dalam banyak aspek di lapangan.
Target tembus final yang dipasang oleh Vino, Mario, dan Don Bosco ini bukan tanpa alasan. “Kami ingin menunjukkan kualitas permainan kami. Jujur permainan Don Bosco tahun ini paling beda dibanding tahun-tahun sebelumnya,” sebut Vino.
Perbedaan yang paling mencolok dari aksi Don Bosco di GOR Hasanuddin Banjarmasin adalah kerja sama tim. Musim ini, seluruh pemain jauh lebih terlibat. Semua memiliki kontribusi yang sama pentingnya, termasuk dalam melakukan detail-detail kecil.
DBL South Kalimantan 2026 sendiri merupakan kesempatan kedua Vino dan Mario beriringan membela Don Bosco.
Baca juga: Hasil DBL South Kalimantan 2026: Putra dan Putri Skenpat Melesat!

Momen kebersamaan Mario Christian Hoesada dan Frederick Alvino Hoesada di SMA Don Bosco Banjarmasin (Foto: dokumentasi pribadi Frederick Hoesada Banjarmasin)
Chemistry yang kuat antara mereka berdua pun sudah terbentuk jauh saat mereka masih berseragam SMP Santa Maria Banjarmasin.
“Kami dulu awalnya iseng ikut ekskul basket saat SMP. Setelah kami rajin latihan, akhirnya terpilih masuk ke dalam tim sekolah. Kami berdua sudah ngumpulin banyak kejuaraan bersama-sama,” cerita Vino.
Di luar latihan sekolah, tidak jarang pula Vino dan Mario menjalani sesi latihan intens secara pribadi. “Mario itu orang Tanah Bumbu. Keluargaku juga ada banyak yang di sana. Jadi aku pergi ke Tanah Bumbu buat latihan sama Mario,” ucap Vino.
Lebih lanjut, keduanya memiliki mental kompetitif yang sangat tinggi. “Biasanya kalau latihan itu kami selalu catch-and-shoot di lima posisi tripoin,” tutur Vino.
Ketika saling adu kekuatan di lapangan, sepasang sepupu itu memiliki aturan khusus. Apabila salah satu dari mereka tidak menembak bola setelah lebih dari 8 detik, maka ia akan dianggap kalah.
Baca juga: Tripoin Tajam Natasya Putri Jadi Penyelamat Skenpat!
Vino juga mengaku kalau ia dan Mario memiliki rekor seimbang ketika satu lawan satu. “Saking seringnya kami by one sampai udah tahu gerakan spesial masing-masing, hahaha,” ujar Vino.

Mario Christian Hoesada (kiri) dan Frederick Alvino Hoesada (kanan) bermain bersama saat masih balita (Foto: dokumentasi pribadi Frederick Alvino Hoesada)
Selain bertekad membawa Don Bosco kembali ke panggung tertinggi, mereka juga memiliki tugas khusus di DBL South Kalimantan 2026: membawa bangga nama keluarga Hoesada.
Fakta menarik pun tersimpan di balik nomor punggung mereka. Vino mengenakan nomor 8, sedangkan Mario nomor 9.
“Inspirasinya dari Patrick Nikolas dan Rio Disi. Mereka tuh selalu barengan dari dulu. Sudah kayak duo banget lah mereka. Ya kurang lebih kami berdua juga begitu,” jelas Vino.
Semoga kesuksesan selalu menyertai langkah Vino dan Mario di DBL South Kalimantan 2026!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Lewat Double-double, Zidan Pimpin Smansaka Kembali Kejar Mimpi di DBL!