ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Raka Ramadhan (nomor punggung sembilan) saat laga tim putra SMAN 72 Jakarta (jersey terang) versus SMAN 52 Jakarta (jersey gelap) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta

Nama Raka Ramadhan Firzatullah menjadi sosok penting di balik kemenangan perdana SMAN 72 Jakarta (Seventy Two) kontra SMAN 52 Jakarta (Lima Dua) dengan skor akhir 39-27 di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Raka, begitu ia disapa, yang memulai laga dari bangku cadangan kemudian menjadi motor serangan dalam kebangkitan Seventy Two. 

Ia menyumbangkan 10 poin, 8 rebound, 1 assist, dan 3 steal. Torehan tersebut membuatnya menjadi satu-satunya pemain Seventy Two yang berhasil mencetak dua digit angka pada laga tersebut.

Sejatinya, Seventy Two sempat tertinggal 0-7 di awal pertempuran. Situasi tersebut membuat mereka harus segera mengembalikan fokus, terlebih atmosfer pertandingan juga semakin panas berkat dukungan suporter dari kedua sekolah.

“Setelah ambil time out, kita obrolin bersama-sama tanpa emosi, pakai komunikasi, itu baru kita bisa bangkit lagi. Apalagi, supporter juga ramai banget. Awalnya, kita sempat terpengaruh sama itu, tapi akhirnya kita coba anggap kayak enggak ada yang nonton,” ujar Raka.

Baca Juga: Prinsip dan Mimpi Avilya Fasiha di Momen Comeback Bersama Putri BMS

Meski begitu, tekanan tidak serta-merta pudar begitu saja. Apalagi, ekspektasi untuk meraih kemenangan dan tampil maksimal selalu mengiringi setiap pertandingan. Menariknya, ia tidak melihat ekspektasi tersebut sebagai sesuatu yang harus dihindari.

“Kita sebenarnya enggak expect kalau bakal sempat ketinggalan. Setelah ngelihat lawannya bisa menang, jadi makin semangat buat jangan sampai kalah. Jadi, pressure itu justru jadi pemicu biar enggak kalah,” ucapnya.

Baginya, mentalitas memang merupakan salah satu aspek paling penting dalam basket. Kemampuan teknis saja belum cukup apabila seorang pemain tidak siap menghadapi tekanan, termasuk ketika harus bermain di hadapan suporter dalam jumlah besar.

“Kalau basket itu game tentang mental. Kalau masalah tim baru komunikasi. Kalau individu tuh mental. Jadi sejago apapun kalau misalnya kena suporter banyak, mentalnya hancur,” tuturnya.

Mentalitas tersebut rupanya juga dibentuk melalui jam terbang. Raka rutin bermain basket hingga lima kali dalam sepekan. Tiga sesi dilakukan bersama sekolah dan pelatih, sementara dua lainnya dijalani di luar kegiatan sekolah.

Baca Juga: Langkah Arief Febri, dari Alumnus DBL, Pemain Pro, hingga Membangun Tim Debutan

Kini, kemenangan atas Lima Dua sekaligus menjadi pembuktian bahwa Seventy Two mampu bangkit ketika berada dalam tekanan. Meski begitu, Raka sadar tantangan berikutnya bakal jauh lebih berat.

Tak ambil pusing, ia bersama rekan-rekan timnya memilih untuk menerapkan satu prinsip sederhana. 

“Buat tim itu jangan sampai mereka rapuh, jangan sampai mereka down. Jadi kita punya satu prinsip aja, nothing to lose di game selanjutnya,” tutup Raka. 

DBL North Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS