Di balik gemerlap lampu panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South, ada pemandangan unik sekaligus menyentuh dari tim dance SMA Corjesu Malang (CJ Nos Ludos).
Jika kebanyakan tim menghias kostum mereka dengan deretan payet atau corak glamor, CJ Nos Ludos memilih menyisipkan hal berbeda yang sangat personal. Adalah foto wajah sang pelatih, Dede Philiph Dethan, atau yang akrab disapa Coach Dede, tepat di baju mereka.
Bukan tanpa alasan. Penempelan foto tersebut adalah wujud penghormatan dan rasa terima kasih mendalam atas perjuangan sang pelatih yang tanpa lelah membimbing mereka melewati berbagai rintangan.
"Karena kita menghargai dan merasa bangga sama coach, jadi ada muka coach kita juga di baju. Kita mau mengimplementasikan kostum ini bukan hanya sebagai kebanggaan kita, tapi kebanggaan dari orang-orang yang membantu kita," tutur Jechrista Schatzy Walla, personel CJ Nos Ludos yang juga konseptor dan desainer kostum.
Bagi para personel CJ Nos Ludos, Coach Dede bukan sekadar pelatih tari biasa. Ia juga sosok penyulut keberanian.
Terbukti, ketika izin dispensasi latihan sempat terbental benteng sekolah, dorongan sang pelatih-lah yang memantik keberanian Jechrista untuk melangkah langsung menghadap kepala sekolah demi meyakinkan keseriusan tim. Hasilnya, jadwal latihan penuh Senin hingga Sabtu pun berhasil dikantongi.
Perjuangan Coach Dede yang rela menyempatkan waktu meski hanya 10 menit di tengah kesibukannya menjadi lecutan semangat yang melekat di benak mereka.

Foto tim dance SMA Corjesu Malang bersama Coach Dede (baju hitam duduk di tengah) - sumber: dokumentasi pribadi
Pesan sang coach pun terus terngiang sebagai bahan bakar mentalitas mereka. “Aku bukan orang yang terlalu paham soal iman, tapi percayalah kekuatan doa itu akan selalu ada. No hard feelings, no excuses, yakin kalian pasti akan di posisi top 5 itu, okay?” ucap Jechrista, menirukan ucapan Coach Dede.
Baca Juga: Eksotisme Cenderawasih CJ Nos Ludos dan Edukasi Era Digital Bratadancer
Di balik elegannya balutan kostum saat melantai di GOR Ken Arok, Malang, tersimpan drama teknis yang menguras keringat.
Kostum yang dikerjakan penjahit baru tiba di tangan mereka pada H-3 penampilan, itu pun dalam kondisi cukup jauh dari kata selesai.
Baju yang datang belum memiliki lengan, sementara celana mereka belum terpasang hiasan pendukung. Tak sampai di situ, aturan kompetisi juga membuat mereka memutar otak secara dramatis di detik-detik terakhir.
"Di H-1, kita ngejahitin bagian ini (renda-renda biru) sendiri. Bagian dalam baju yang harusnya merah juga diganti pakai warna biru AQUA. Ada problem di penjahit, tapi Coach Dede meyakinkan kita kalau kita ini bisa. Dan itu yang buat kita tersenyum," kenang Jechrista.

Penampilan CJ Nos Ludos di AQUA DBL Dance 2026 East Java-South
Setelah melewati berbagai drama persiapan, tema Cenderawasih yang diusung CJ Nos Ludos akhirnya mekar sempurna di panggung AQUA DBL Dance.
Menyelaraskan dengan tema 100% Indonesia, Burung Cenderawasih sebagai Bird of Paradise dijadikan simbol kebebasan, keberanian tampil berbeda, dan dorongan untuk terus terbang lebih tinggi.
Sentuhan Papua dalam penampilan mereka terasa sangat otentik karena kehadiran salah satu anggota tim yang merupakan putra asli Papua.
Baca Juga: 7Legacy Bawa Tradisi Jenang, Swaggie Babiez Hidupkan Legenda Nyi Roro Kidul
Kehadirannya makin menghidupkan filosofi suku Amung Me: “Angamur ingam awal aro pagan no hari eno woeak ilingamo”, yang artinya hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.
Detail kostum dibuat penuh perhitungan. Burung Cenderawasih merah diletakkan di bagian dada sebagai lambang keagungan, dibingkai rumbai lengan menyerupai kepakan sayap, serta celana kuning menyala yang diniatkan untuk memberi efek "GONG" visual mereka.
.jpg)
Detail kostum tim dance SMA Corjesu Malang
Setiap atraksi dan gerakan tari bukan sekadar aksi biasa, melainkan rangkaian cerita untuk membawa keagungan Papua ke panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South.
Sukses menembus Top 10 DBL Dance di musim sebelumnya, kini CJ Nos Ludos mantap merawat impian mereka untuk terbang lebih tinggi menuju jajaran Best 5 hingga Best 3.
Dari Papua untuk Indonesia, mereka membuktikan bahwa perbedaan warna adalah kekuatan sejati.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)