Di balik riuh panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South, ada sosok penuh pesona yang melantai bersama tim dance Charis National School Malang (John 3:16).
Ia adalah Louisa Candice Cristiara Mayrilli, atau yang akrab disapa Candice.
Sekilas, ia tampak seperti siswi kelas X SMA pada umumnya yang energik saat memperagakan gerakan dance. Namun siapa sangka, remaja berusia 15 tahun ini adalah Winner Junior MasterChef Indonesia Season 3 (2022).
Gelar bergengsi di dunia kuliner tanah air itu berhasil disabetnya saat masih duduk di bangku kelas VI SD.
Terlahir dari keluarga pencinta kuliner dan pemilik usaha F&B, dapur telah menjadi "sahabat" Candice sejak usianya masih 5 tahun.
Namun, melangkah ke panggung kompetisi nasional sebesar MasterChef bukanlah perkara mudah baginya saat itu.
"Waktu itu aku sempat ragu dan minder banget. Kudengar teman-teman di sana ikut sekolah memasak dari kecil dengan biaya yang mahal, sementara aku cuma berbekal ilmu dari mama. Batinku, 'Bisa nggak ya aku juara?'. Kala itu yang aku pegang cuma tiga: doa mama, doaku, dan usahaku," kenang Candice.
Berunutung, kerja kerasnya berbuah manis. Dari ribuan pendaftar se-Indonesia, ia menembus Top 18 hingga akhirnya mengunci gelar Winner.
.jpg)
Potret Louisa Candice (tengah) membawa trofi Junior MasterChef Indonesia Season 3 bersama keluarga dan para juri
Kemenangan itu mengubah hidupnya 180 derajat. Seketika ia terjun ke dunia entertainment, bertemu artis-artis ternama, hingga disambut hangat bak pahlawan saat pulang ke kampung halamannya di Blitar.
"Masih kerasa banget senangnya waktu itu disambut satu sekolah bahkan satu kota, sampai diundang Wali Kota dan Bupati. Tiap hari di sekolah dikerumuni adik kelas yang minta tanda tangan. Dari situ aku percaya, tidak ada yang mustahil asal percaya diri dan percaya kuasa Tuhan," tambah siswi yang kini bertransformasi dari penari tradisional menjadi modern dancer ini.
Pengalaman di panggung MasterChef menjadi pemantik keberanian Candice untuk terus menantang batas kemampuannya.
Baca Juga: Evelyn Alexia: Atlet Latin Dance Malang yang Berprestasi di Kejuaraan Tiongkok
Ia bahkan memiliki kebiasaan unik nan ambisius: mematok target minimal 50 piagam atau sertifikat kompetisi dalam satu semester (enam bulan).
Hebatnya lagi, target ekstrem tersebut konsisten ia capai sejak kelas VI SD. Mulai dari mendongeng, ajang duta, menyanyi, hingga menyabet deretan medali emas olimpiade sains nasional di bidang Fisika, Biologi, Matematika, hingga Kedokteran.
"Kalau di sekolah aku nge-push akademik banget, begitu pulang sekolah baru fokus ke non-akademik. Sebelum tidur aku pasti baca buku 2-3 kali buat mengulang materi. Usahanya harus balance," ungkap Candice yang menggemari pelajaran Biologi.
.jpg)
Di balik gelimang trofi dan piagam, perjalanan Candice tak selalu mulus. Berada dalam pusaran ambisi saat usia muda sempat membuatnya berada di titik jenuh terendah.
Ia mengaku pernah berada di fase sangat lelah ketika kekalahan beruntun menghampiri, sebuah momen di mana ia merasa kehilangan masa-masa bermain bersama teman sebayanya.
"Pernah banget down. Momen ketika kok kalah terus ya, capek banget ngejar juara. Sampai sempat mikir, 'Sebenarnya aku ini ngejar apa sih di dunia? Mendingan aku main'. Tapi pada akhirnya, dapat pencerahan dan bangkit lagi," tuturnya jujur.
Baca Juga: Eviorz Bawa Legenda Laut Selatan, Metafour Sajikan Petualangan Musim Panas
Memasuki jenjang SMA, Candice mengaku sempat kaget dengan tekanan akademik hingga ritme berburu piagamnya sedikit melambat.
Namun, panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South jadi tempat ia kembali mengekspresikan diri dan memupuk semangat baru.
"Kalau tarian tradisional kan mellow, kalau modern dance itu lebih 'wuh!' energik banget. Di DBL tahun ini, harapannya tim dance kami bisa masuk Best 3," ujar Candice mantap.
Di luar panggung DBL, Candice memendam impian besar yang ingin dipersembahkan untuk kedua orang tuanya. Ingin menjadi dokter estetika atau mendalami ilmu kuliner secara profesional.
"Momen paling berharga buat aku itu waktu menang MasterChef. Orang tua sampai menangis bahagia, dan sampai bikin acara syukuran. Aku tuh cuma pengen bikin kedua orang tua sebangga itu lagi berkat pencapaian-pencapaian berikutnya," tutup Candice, lantas tersenyum.
Selain dinobatkan sebagai pemenang Junior MasterChef Indonesia Season 3 (2022), berikut sederet prestasi Candice baik akademik maupun non-akademik:
1. Winner Junior MasterChef Indonesia RCTI S3
(Junior MasterChef Indonesia)
2. Duta Anak Gemar Ikan Kabupaten Blitar
(Dinas Perikanan Kabupaten Blitar)
3. Juara 1 Bertutur se-kota Blitar
(Dinas Perpustakaan Kota Blitar)
4. Juara 3 Bertutur se-Jawa Timur
(Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur)
5. Juara 2 Mendongeng se-Jakarta Barat
(Dinas Pendidikan DKI Jakarta)
6. Juara 1 Mendongeng se-Jabodetabek
(Dinas Pendidikan DKI Jakarta)
7. Medali Emas Fisika Terpadu Nasional
(KSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
8. Medali Emas Matematika Nasional
(KSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
9. Medali Emas Biologi Terpadu Nasional
(KSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
10. Medali Perak Astronomi dasar Nasional
(KSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
11. Medali Emas IPA Nasional
(KSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
12. Medali Emas Kedokteran Dasar Nasional
(OSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
13. Medali Emas Bahasa Indonesia
(OSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
14. Medali Emas Bahasa Inggris
(OSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
15. Medali Emas IPA Nasional
(OSSI Pusat Kejuaran Sains Nasional)
16. Medal perak Bahasa Indonesia Nasional
(Pekan Olimpiade Siswa Nasional (POSN))
17. Medali perunggu Ekonomi Nasional
(Pekan Olimpiade Siswa Nasional (POSN))
18. Juara 2 Singing Competition Blitar
(Blitar Idol)
19. Juara 1 Traditional dance Jabodetabek
(Flippo Cup Tari Kreasi)
20. Juara 3 Kreasi Video
(NyamNyam SuperTeddy)
21. Bercerita ter-Inovatif Universitas Sanata Dharma
(PGSD Lomba Mendongeng Universitas Sanata Dharma)
22. 4th Singing Competition Negeri Dongeng
(Blitar Idol)
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Kalian bisa memantau informasi seputar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)