Bagi Chaytlin Yorence Hadisuwignyo, dance berawal dari ketertarikannya pada dunia K-Pop. Sejak SD, siswi kelas X SMA IPH East Surabaya itu sudah menggemari girlgroup BLACKPINK. Namun, kecintaannya terhadap dance baru tumbuh semakin serius setelah mengenal panggung Junior DBL.
Saat masih duduk di bangku SMP IPH East Surabaya, Chaytlin mengikuti Junior DBL pada tahun 2024 dan 2025. Dari sana, ia mulai mendapat kesempatan mengikuti berbagai kompetisi dance bersama sang pelatih.
“Aku fokus dance baru gara-gara Junior DBL. Coach ngajak ikut kompetisi-kompetisi. Dari situ aku tambah suka dance,” cerita Chaytlin.
Salah satu pengalaman tersebut kemudian mempertemukannya dengan kesempatan yang sama sekali tidak ia sangka.
Baca juga: Dirancang 2 Hari, Gambes Mania Pamerkan Gagahnya Charizard
Chaytlin mengikuti sebuah workshop yang diselenggarakan oleh SM (agensi K-Pop ternama) yang digelar oleh studio tempatnya berlatih. Workshop tersebut menjadi bagian dari program SM Universe yang memang bekerja sama dengan studio tersebut.
Awalnya, Chaytlin hanya datang karena tertarik mengikuti workshop. Namun, setelah melihat penampilannya, direktur SM Universe justru mengajaknya mengikuti SM Universe K-Pop Rising Star Search 2026.

Momen Chaytlin saat menerima penghargaan usai tembus Top 3 SM Universe K-Pop Rising Star Search 2026 (Foto: dokumentasi pribadi Chaytlin Yorence)
Chaytlin pun mencoba peruntungan dengan mengikuti audisi melalui video yang diunggah ke media sosial.
“Iseng sih. Dari dulu aku kayak ikut dunia K-Pop itu aslinya iseng. Tapi ternyata menyenangkan juga,” ujarnya.
Tak disangka, dari sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia, Chaytlin berhasil masuk Top 30. Ia kemudian harus terbang ke Jakarta untuk mengikuti audisi secara langsung di hadapan para juri.
Menariknya, remaja berusia 15 tahun itu sempat merasa peluangnya untuk melangkah lebih jauh sudah kecil. Ia merasa melakukan kesalahan saat audisi Top 30.
“Aku waktu Top 30 kayak sudah enggak mikir bisa menang, soalnya ada salah. Ternyata masuk Top 10,” kenangnya.
Baca juga: Hampir Batal Tampil di DBL Karena Kecelakaan, Damar Justru Cetak Dua Digit Poin
Ya, dari Top 30, namanya kembali dipanggil untuk masuk Top 10. Chaytlin kemudian tampil langsung di atas panggung dalam babak tersebut. Kejutan berikutnya datang setelah penampilan itu. Namanya kembali disebut sebagai salah satu dari tiga peserta terbaik.
Chaytlin berhasil menembus Top 3. Capaian tersebut membuatnya berhak mendapatkan scholarship (beasiswa) untuk mengikuti program pelatihan di SM Universe Singapore. Tiga peserta terbaik dari kompetisi tersebut memang mendapat kesempatan scholarship pelatihan.
“Dari 500 orang di seluruh Indonesia, masuk Top 3 itu kayak impossible. Tapi ternyata bisa,” tuturnya.
Kesempatan itu kemudian membawanya ke Singapura. Selama 5 hari, Chaytlin menjalani training dance dan singing sekaligus bertemu dengan peserta dari berbagai negara.
“Di situ banyak teman dari all over the world, different countries. Semua ramah, jadi aku juga punya support system. Guru-gurunya baik dan mereka bantu aku bisa jadi lebih confident,” katanya.
Perjalanan Chaytlin bersama SM Universe belum berhenti. Ia masih akan kembali ke Singapura pada Desember mendatang untuk mengikuti kelas advance.
Di tengah kesibukan tersebut, Chaytlin tetap harus membagi waktu dengan sekolah dan latihan. Ia menggunakan reminder untuk mengatur jadwal. Ketika latihan kompetisi sedang intens, biasanya ia berlatih hingga sekitar pukul 17.00 sebelum pulang dan belajar.
Baca juga: Unsur Mania Bawa Semangat Toy Story ke Tribun DBL Arena
Perjalanan itu juga tak lepas dari dukungan kedua orang tuanya. Sang mama bahkan ikut mendampingi Chaytlin ketika harus berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Top 30. Bagi Chaytlin, dukungan tersebut menjadi penting karena ia pernah merasa tidak cukup baik untuk terus menari. Bahkan, ada masa ketika ia sempat ingin berhenti.
“Sometimes aku merasa I'm not good enough for this. Pernah juga ada waktu aku ingin give up on dancing,” ungkapnya.
Namun, pengalaman dari panggung Junior DBL hingga kompetisi SM Universe membuat Chaytlin semakin yakin bahwa dance memang menjadi bagian dari perjalanan yang ingin ia jalani.
Kini, ia ingin terus berkembang dan suatu hari dikenal sebagai dancer yang hebat, tetapi tetap rendah hati dan suportif kepada orang lain.
Satu pesan dari sang mama pun terus ia pegang, “Just do your best. Enggak usah mikirin other people's thoughts. Pokoknya you do the best for yourself.”
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil dancer ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)