ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Koreografi 3D Horsamania saat mendukung tim basket SMA Al-Hikmah Surabaya menghadapi SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya di DBL Arena Surabaya, Senin (17/8/26).

Koreografi tiga dimensi menjadi pembuka aksi Horsamania saat SMA Al-Hikmah Surabaya menghadapi SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026. Di tengah tribun, sosok Gajah Mada berdiri di antara dua panel bertuliskan “JARUM JAM TIDAK BERPUTAR KE KIRI” dan “MATI ATAU HADAPI”.

Koreografi tersebut bukan sekadar pemanis tribun. Horsamania merangkai visual jam, sosok Gajah Mada, dan tulisan “MATI ATAU HADAPI” sebagai pesan perjuangan yang mereka bawa bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Indonesia.

Bagi Horsamania, pesan tersebut kemudian mereka kaitkan dengan perjuangan tim basket Al-Hikmah di lapangan. Pertandingan menjadi medan untuk terus menghadapi lawan, sementara tribun menjadi tempat mereka membangkitkan semangat.

“Koreo dari kita hari ini bertemakan jam tidak berputar ke kiri, mati atau hidup. Makna yang kita ambil sebenarnya berhubungan karena hari ini hari kemerdekaan,” jelas Muhammad Arzu Hilmi Muttaqqi, capo Horsamania.

Baca juga: Keterpurukan Kratos Jadi Awal dari Kebangkitan untuk Sixteenagers

Tema kemerdekaan kemudian dipertemukan dengan sosok Gajah Mada. Tokoh tersebut dipilih karena dikenal dengan kisah penyatuan Nusantara yang dianggap sejalan dengan semangat persatuan Horsamania.

“Gajah Mada itu salah satu yang menyatukan Nusantara,” tutur Arzu.

Bagi Horsamania, persatuan itu bukan hanya tentang visual di atas tribun. Kelompok suporter tersebut juga ingin menggambarkan bagaimana beberapa angkatan dapat berkumpul dalam satu barisan untuk mendukung Al-Hikmah.

“Ini bersatu dengan filosofi kita. Semua angkatan dari angkatan kita 2021 dan adik kelas kita 2022 bersatu seperti Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada, tapi disatukan oleh Horsamania,” lanjut Arzu.

Di balik visual tiga dimensi tersebut, persiapannya juga tidak sebentar. Horsamania lebih dulu menghabiskan waktu hampir sepekan untuk mematangkan konsep. Namun, karena harus mempersiapkan agenda 17 Agustus di sekolah, proses eksekusi koreografi baru bisa dilakukan dalam beberapa hari terakhir.

“Jadi kita konsepnya dulu. Konsepnya dulu itu hampir seminggu, tapi karena kita juga nyiapin buat 17-an di sekolah, akhirnya kita baru bisa ngecat dan di balik layar teman-teman tiga hari,” jelas Arzu.

Baca juga: Tak Hanya Ramaikan Tribun, Fratorian Bawa Cerita di Balik Koreografi

Koreo 3D tersebut juga menjadi pengalaman baru bagi Horsamania di ajang DBL. Karena itu, proses pengerjaannya tidak selalu berjalan tanpa hambatan.

“Ini pertama kali kita kalau di DBL, di event DBL ini pertama kali kita buat 3D koreo yang 3D. Jadi mungkin pasti ada hambatan, tapi kita pastinya berusaha semaksimal mungkin untuk ngerjainnya,” ungkap Arzu.

Meski begitu, Horsamania sudah menyiapkan kemungkinan lain jika rencana awal menemui kendala. Mereka menyebut selalu memiliki rencana cadangan agar koreografi tetap bisa tampil sesuai harapan.

“Kita selalu punya plan B, tapi alhamdulillahnya kita selalu kena plan A, kita selalu berhasil,” tambah Arzu.

Di balik koreografi, Horsamania juga dikenal dengan jumlah massa yang besar. Ketika Al-Hikmah bertanding, tribun umum bahkan ikut dipadati penonton. Arzu menyebut jumlahnya bisa mencapai hampir 300 orang.

Horsamania menyuarakan dukungan untuk tim basket SMA Al-Hikmah Surabaya di DBL Arena Surabaya.

“Kalau ada Al-Hikmah, tribun umum pasti full. Tribun pasti full,” kata Arzu.

Situasi tersebut membuat dukungan untuk Al-Hikmah terasa semakin ramai. Horsamania tidak hanya mengandalkan kelompok suporter utama, tetapi juga mendapatkan energi dari tribun umum yang ikut larut dalam pertandingan.

Namun, ada satu hal yang sempat membuat Arzu dan Hamdan, capo Horsamania lainnya, kebingungan. Pertemuan antara Al-Hikmah dan SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya bukan sesuatu yang asing bagi mereka.

Kedua sekolah memang beberapa kali berjumpa dalam kompetisi basket lain. Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Al-Hikmah selalu berhasil keluar sebagai pemenang. Karena itu, ketika pertandingan kali ini berjalan dengan skor yang tidak sesuai ekspektasi mereka, Horsamania sempat dibuat bertanya-tanya.

Baca juga: Dari Game Start ke Fight, Wolumania Lanjutkan Kisah Perjuangan di Tribun

Meski begitu, mereka tidak membiarkan kebingungan tersebut mengganggu dukungan dari tribun. Arzu dan Hamdan memilih tetap fokus menyuarakan semangat untuk tim.

Pertandingan bahkan terus berjalan dalam situasi yang membuat mereka menunggu. Hingga kuarter ketiga, Al-Hikmah masih belum berada di posisi yang mereka harapkan.

Memasuki kuarter keempat, situasi perlahan berubah. Al-Hikmah mulai mengejar ketertinggalan dan akhirnya berhasil membalikkan keadaan.

Sorakan Horsamania pun pecah. Arzu dan Hamdan yang sejak awal berdiri memimpin tribun ikut meloncat bersama suporter lainnya ketika Al-Hikmah memastikan kemenangan.

“Perasaan kita langsung senang. Sumpah. Tadi kita langsung langsung loncat semua. Itu langsung refleks, aku, Hamdan sama semua, langsung refleks,” ujar Arzu.

Kemenangan tersebut akhirnya menjadi milik SMA Al-Hikmah Surabaya dengan skor 13-11 atas SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya.

Baca juga: Ikut Pegang Kuas, Pak Fikri Bantu Roodwartz Mania Bikin Koreo

Bagi Horsamania, hasil tersebut menjadi bukti bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir berbunyi. Mereka sempat melihat tim kesayangannya tertinggal, tetapi tetap bertahan di tribun sampai momentum berbalik pada kuarter terakhir.

Semangat itu pula yang ingin mereka bawa ke pertandingan berikutnya. Horsamania memastikan masih ada kejutan yang akan mereka siapkan untuk kembali menghidupkan tribun.

“Pastinya. Namanya juga Al-Hikmah bersama Horsamania,” ujar Arzu ketika ditanya soal gebrakan berikutnya.

Ia kemudian memberikan sedikit gambaran tentang ambisi mereka.

“Kita bakal hitam kuningkan DBL,” tegas Arzu.

Bukan hanya Horsamania yang memiliki target untuk pertandingan berikutnya. Hamdan juga menitipkan pesan kepada tim basket Al-Hikmah agar tidak berhenti pada kemenangan kali ini.

“Untuk tim basket Al-Hikmah yang pastinya match ke-3 di round pertama kami yang pastinya enggak pingin runner-up. Kita pingin juara, pokoknya menang, ngeyel pokoke,” kata Hamdan.

Dari jam yang menggambarkan pilihan hidup atau mati hingga Gajah Mada yang membawa pesan persatuan, Horsamania punya cara sendiri untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam tribun.

Baca juga: Siri, Warani, Reso, dan Pesan Penuh Makna dari Koreo Spektakuler Smeas Mania

Kali ini, perjuangan itu juga berakhir dengan cerita yang mereka harapkan. Al-Hikmah sempat membuat Horsamania menunggu hingga kuarter terakhir, sebelum akhirnya kemenangan 13-11 mengubah kebingungan menjadi sorakan.

Namun, bagi Horsamania, satu kemenangan belum cukup. Koreografi berikutnya masih menunggu untuk dibentangkan, sementara ambisi untuk “hitam kuningkan” DBL baru saja dimulai.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMA Al-Hikmah Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS