Ragu-ragu sempat menjadi hal yang ingin ditinggalkan Evan di lapangan. Pada laga kedua Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Rabu, 19 Agustus 2026, guard bernomor punggung 16 itu tampil lebih berani saat membantu SMA Petra 5 Surabaya meraih kemenangan 30-20 atas SMA Hang Tuah 1 Surabaya.
Selama 18 menit 22 detik berada di lapangan, Evan menyumbangkan 10 poin untuk Petra 5. Namun, bukan sekadar catatan tersebut yang membuat penampilannya terasa berbeda.
Musim ini, Evan mulai berusaha mengambil keputusan dengan lebih cepat. Ia tak ingin terlalu lama memikirkan setiap peluang yang datang karena keraguan justru bisa membuat permainan menjadi berantakan.
“Jadi kalau mau ngelakuin sesuatu, langsung lakuin aja. Daripada ragu-ragu, malah tambah ngawur,” kata Evan.
Baca juga: Guru Sekaligus Pelatih, Yuda Adi Sambodo Jadikan DBL sebagai Rumah untuk Belajar
Keberanian itu turut dipengaruhi pengalaman dari musim sebelumnya. Ketika itu, kondisi fisiknya sempat menurun karena jadwal DBL yang berdekatan dengan ujian sekolah.
Kini, Evan merasa staminanya lebih baik. Ia juga tidak menerapkan metode khusus untuk menambah porsi latihan. Menjalankan program yang diberikan pelatih dengan serius sudah menjadi bagian dari persiapannya menghadapi pertandingan.
“Pokoknya latihan yang dikasih pelatih lakuin yang bener, yang serius. Nanti hasilnya juga pasti kelihatan,” ujarnya.
Perubahan tersebut mulai terlihat ketika Evan berada di lapangan. Sepuluh poin berhasil ia kumpulkan, termasuk dari situasi yang sempat membuatnya harus berhadapan langsung dengan tekanan defender.
Salah satu momen yang diingat Evan terjadi ketika ruang geraknya ditutup lawan. Sempat terjadi benturan kecil dalam perebutan posisi, tetapi ia tetap berusaha melepaskan bola hingga menghasilkan poin.
Baca juga: Sixers Belajar dari Ritme yang Sempat Hilang

Evan Febrian nomor 16 SMA Petra 5 Surabaya bersama rekan setimnya melakukan pertahanan dan menghadang pergerakan pemain SMA Hang Tuah 1 Surabaya di DBL Arena Surabaya.
Tekanan kembali terasa menjelang pertandingan berakhir. Memasuki tiga menit terakhir kuarter keempat, permainan yang sebelumnya berjalan lebih tenang mulai diwarnai keputusan-keputusan terburu-buru.
Evan menyadari perubahan tersebut. Di tengah situasi itu, ia kembali mengingat pesan pelatih agar tetap tenang ketika menghadapi tekanan.
Baginya, ketenangan menjadi bagian penting dalam menjaga permainan tetap terkontrol.
“Harus tetap tenang dalam segala sesuatu biar kalau main nggak gopoh,” tuturnya.
Kemenangan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Evan dan Petra 5. Ia masih ingin meningkatkan fokus serta kemampuan dribble, sementara tim perlu membenahi komunikasi ketika bertahan, defense, hingga pengambilan keputusan antara melakukan dribble atau passing.
Baca juga: Tanpa Pemain Senior, Skuad Vita Tetap Tampil Percaya Diri
Meski begitu, ada satu bagian permainan yang membuat Evan cukup puas. Menurutnya, defense Petra 5 sudah berjalan dengan baik sepanjang pertandingan.
Perjalanan Evan di dunia basket sendiri baru dimulai ketika ia duduk di kelas VIII SMP, tepatnya pada semester kedua. Ia kemudian mulai mengikuti pertandingan saat kelas IX.
Sejak saat itu, basket terus menjadi bagian dari perjalanan sekolahnya. Evan tidak bergabung dengan klub di luar sekolah dan memilih mengembangkan kemampuannya bersama tim sekolah.
Satu kemenangan sudah diamankan Petra 5. Namun, perjalanan mereka belum selesai.
Di pertandingan selanjutnya, Evan berharap Petra 5 kembali mampu menciptakan margin kemenangan yang cukup lebar agar langkah menuju Round 2 terasa lebih aman.
Target tersebut menjadi salah satu fokus Petra 5 setelah kemenangan atas Hang Tuah 1.
“Sebisa mungkin margin-nya dipenuhi lagi biar tenang masuk ke Round 2,” ucapnya.
Ada satu hal lain yang mungkin tidak tercatat dalam statistik Evan hari itu.
Baca juga: Double-Double Dhawy Amankan Kemenangan Perdana Sekawan
Dari tribun, suara teman-temannya beberapa kali terdengar memanggil namanya. Teriakan “Evan! Evan!” sampai ke telinga sang pemain ketika pertandingan berlangsung.
Evan berusaha tidak terlalu memikirkannya. Fokusnya tetap diarahkan pada permainan dan tugas yang harus diselesaikan di lapangan.
Namun, teriakan tersebut tetap berhasil mengusik konsentrasinya sesaat. Bukan karena terganggu, melainkan karena ia merasa ingin tertawa mendengar dukungan dari tribun.
“Pengen ketawa dikit,” ujar Evan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Evan Febrian bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA Petra 5 Surabaya vs SMA Hang Tuah 1 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).