ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Dio Freedo Putra Prasetya, asisten pelatih SMP SCS, ketika memperhatikan permainan anak didiknya di ajang Junior DBL 2026 Surabaya yang diselenggarakan di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 22 Agustus 2026

Di hari pertama pelaksanaan Junior DBL 2026 Surabaya, ada wajah familiar yang turut berdiri di tepi lapangan. Ia adalah atlet basket profesional Dio Freedo Putra Prasetya. Bukan sebagai pemain, kali ini ia turut menjadi bagian pengatur strategi untuk SMP Surabaya Cambridge School.

Keputusan Dio Freedo Putra Prasetya melangkah ke pinggir lapangan jelas bukan tanpa alasan. Pelatih yang pernah bermain di IBL ini memilih untuk menjadi asisten pelatih di SMP Surabaya Cambridge School (SMP SCS). Ia mencoba mengambil langkah baru dalam karier basketnya. 

Baca juga: Bujang Ganong dalam Balutan Modern, Cara ONSPOTS Kenalkan Budaya ke Gen Z di DBL

Meski mencoba peran baru di pinggir lapangan, naluri bersaingnya tetap menyala. Coach Dio mengaku belum sepenuhnya pensiun dari liga profesional, namun untuk musim ini ia memilih fokus berada di pinggir lapangan sebagai pelatih.

"Biasanya saya main terus tiba-tiba harus ngelatih, jujur cukup susah untuk  adaptasinya," ungkap Coach Dio, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Strategi yang Coach Dio gunakan untuk beradaptasi sebagai pelatih di sekolah adalah dengan pembiasaan. Meski baru 8 bulan bergabung dengan SCS, ia terus mendampingi anak didiknya di berbagai event untuk membiasakan diri sebagai pelatih di tingkat sekolah.

Baca juga: Kembali Usai Hiatus 7 Tahun, Wahyu Alumni Smadors: Rasanya Seperti Mimpi!

Menjadi asisten pelatih di SMP SCS merupakan hal baru di sepak terjangnya dalam basket. Dari yang biasa mengeksekusi taktik di atas arena, kini ia harus memutar otak merancang strategi dari garis tepi bersama Rainer Anggakara selaku kepala pelatih. 

Tantangannya kian berlapis mengingat status SMP SCS sebagai juara di ajang Junior DBL Surabaya musim lalu. Ekspektasi tinggi dari pihak sekolah dan orang tua murid mengiringi setiap langkahnya untuk dapat mempertahankan gelar juara di Junior DBL 2026 Surabaya.

"Itu yang bikin saya mau di SMP SCS, tekanannya besar. Saya ke SCS bukan untuk santai tapi juga sebagai pembuktian ke diri sendiri," terangnya

Menariknya, kecintaan Coach Dio pada dunia basket dibentuk dari perjuangan masa lalu yang tak mudah. Berasal dari Trenggalek, ia pernah menempuh perjalanan darat hingga 6 jam demi bisa berlatih basket dengan layak. 

Baca juga: Kepercayaan Tim Jadi Bekal Debut Coach Febry Memimpin Smantaru

Mimpinya untuk berlaga di DBL Arena Surabaya semasa sekolah yang sempat terhalang jarak dan akses, kini justru terbayar lewat perannya mendampingi anak-anak didiknya di Junior DBL 2026 Surabaya.

"Dulu dari SMP mimpi saya bisa main di DBL. Tapi karena nggak bisa, jadi saya memutuskan untuk join klub di Malang dan main basket dengan serius," paparnya.

Coach Dio tidak memungkiri masih banyak evaluasi yang harus dibenahi dari timnya, terutama defense dan offense. Namun, hal itu tak menghentikannya untuk membawa SMP SCS mempertahankan gelar juaranya.

"Targetnya jelas, kami mau back-to-back juara. Pertandingan pertama selalu berat karena anak-anak masih gugup. Tapi kami yakin bisa tampil jauh lebih baik di laga-laga berikutnya setelah evaluasi hari ini," tegasnya mantap.

Di pertandingan pembuka Junior DBL 2026 Surabaya hari ini, SMP SCS sukses menyingkirkan SMP Elyon Christian Secondary School dengan poin 43-33. Meski menang, bukan berarti mereka terbebas dari evaluasi.

Coach Dio menegaskan akan segera membenahi kedisiplinan defense anak didiknya yang masih sering membuahkan foul. Bersama Coach Rainer, ia bertekad merapikan skema permainan tim di sesi latihan mendatang demi tampil jauh lebih siap pada laga berikutnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS