Suasana tribun DBL Arena Surabaya kembali ramai saat Ultras Smekda mengawal SMKN 2 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Minggu, 23 Agustus 2026. Menghadapi SMAN 1 Manyar Gresik pada pertandingan keenam, para suporter tidak hanya datang membawa suara dan energi, tetapi juga menyiapkan koreografi yang menyimpan dua pesan untuk basket Smekda.
Kali ini, Ultras Smekda memilih konsep ambigram. Berbeda dari koreografi 3D atau lembaran kertas biasa, koreografi tersebut dirancang agar dapat dibaca dari dua sisi. Ketika dilihat dari satu sisi, muncul tulisan FAITH. Saat dibalik, pesan yang terlihat berubah menjadi HOPE.
Konsep tersebut lahir dari keinginan Ultras Smekda untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda di tribun. Dani, bagian kreatif Ultras Smekda, mengatakan mereka ingin mencoba cara baru dalam menyajikan koreografi, setelah sebelumnya koreografi 3D, tirai, hingga kertas sudah cukup sering digunakan oleh suporter.
"Kalau pengin terlihat berbeda. Jadi kayak yang sudah pernah dipakai, 3D, tirai, kertas, itu sudah ada lah yang seperti itu. Jadi kita coba memulai hal baru," jelas Dani.
Baca juga: Bukan Koreo Panda Biasa, Ini Identitas Ultras Smekda
Ide ambigram itu tidak langsung ditemukan. Tim kreatif lebih dulu mencari referensi tentang konsep visual yang bisa memiliki dua tampilan. Dari pencarian tersebut, mereka menemukan ambigram dan kemudian mengembangkannya agar sesuai dengan konsep yang ingin dibawa Ultras Smekda.
Pilihan karakter di dalam koreografi juga mengikuti konsep tersebut. Spider-Man dan Goblin dipilih karena keduanya dianggap tetap cocok ketika koreografi dilihat dari sisi yang berbeda. Dengan begitu, saat tampilan koreografi dibalik, gambar yang muncul tetap terasa selaras dan tidak keluar dari tema yang sudah mereka tentukan.

Karakter Spider-Man dan Goblin dipilih Ultras Smekda sebagai bagian dari konsep koreografi dua sisi yang mereka bawa di DBL Arena Surabaya.
Dani menjelaskan, pemilihan kedua karakter itu dilakukan dengan mencari gambar yang tetap masuk secara logika ketika digunakan dalam konsep dua sisi. “Mungkin itu sih, kalau alasannya cuma mencocokkan tema. Mencari yang masuk logika aja,” ujarnya.
Persiapan koreografi dimulai sejak Rabu. Sehari sebelum pertandingan, konsep tersebut sudah dinyatakan siap untuk dibawa ke tribun. Namun, persiapan itu bukan tanpa tantangan. Kertas yang menjadi bagian utama koreografi justru menjadi salah satu hal yang paling merepotkan.
"Kalau hambatan sih dari kertas. Kita lawannya itu kertas ketika kena angin. Jadi kayak repot," tutur Dani.
Baca juga: Ilusi Mysterio Jadi Cara Smamda Brotherhood Kawal Tim Putra Smamda
Agar seluruh suporter dapat menjalankan koreografi dengan serempak, Ultras Smekda tidak mengandalkan latihan khusus. Sebelum pertandingan dimulai, mereka memberikan briefing kepada para anggota. Tata cara memegang kertas, bernyanyi, hingga cara bekerja sama dijelaskan agar setiap orang memahami perannya.
Muhammad Nauval Febrian, capo Ultras Smekda, menyebut briefing menjadi bagian penting untuk memastikan konsep yang sudah disiapkan dapat berjalan sesuai rencana.
"Kita sebelumnya juga sebelum main ada briefing buat ngelancarin konsep. Tata cara nyanyinya gimana, terus cara bekerjanya gimana. Anak-anak biar semua paham," kata Nauval.
Di balik bentuk visualnya yang unik, FAITH dan HOPE membawa pesan yang lebih sederhana. FAITH menjadi gambaran keyakinan Ultras Smekda bahwa basket Smekda mampu berprestasi di DBL. Sementara HOPE menjadi harapan agar para pemain terus berkembang dan tidak menganggap remeh lawan.

Koreo ambigram Ultras Smekda menampilkan pesan FAITH dan HOPE saat mendukung SMKN 2 Surabaya di DBL Arena Surabaya.
Bagi Ultras Smekda, dukungan dari tribun bukan hanya tentang mendorong tim meraih kemenangan. Mereka ingin para pemain tetap berani, tidak ragu, dan tidak cepat puas setelah mendapatkan hasil positif.
"Jangan ragu dan jangan berpuas diri. Meskipun kalian menang apa pun itu, masih ada banyak yang perlu kalian perbaiki. Masih ada banyak yang kalian kejar," ujar Nauval.
Baca juga: Kejutkan DBL Arena! Mussan1968 Bawa Koreo Jumbo Saat Anniversary
Pesan itu juga berlaku untuk seluruh warga SMKN 2 Surabaya. Ultras Smekda berharap dukungan dari tribun terus terjaga, sebab energi yang mereka bawa tidak hanya berasal dari beberapa orang yang berdiri paling depan.
Ada waktu, tenaga, dan pikiran yang dikeluarkan agar tribun tetap hidup. Karena itu, mereka ingin warga Smekda terus hadir dan tidak bosan memberikan dukungan untuk tim basket sekolah.

Suasana tribun Ultras Smekda saat memberikan dukungan dari tribun saat SMKN 2 Surabaya menghadapi SMAN 1 Manyar Gresik pada Honda DBL with Kopi Good East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Koreo ambigram yang mereka bawa akhirnya menjadi cara Ultras Smekda menyampaikan pesan tersebut tanpa harus mengucapkannya panjang-panjang. Satu sisi menunjukkan FAITH, sisi lainnya menghadirkan HOPE. Dua kata yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk satu tujuan menjaga keyakinan dan harapan untuk basket Smekda.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMKN 2 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).