ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret tim putri SMA 1 Penabur Jakarta saat seremoni di Final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta

Penantian srikandi SMA Dian Harapan Jakarta (Zebaoth) untuk bisa mengangkat trofi juara harus berlanjut. 

Kali ini, Zebaoth kembali dipaksa mengakui keunggulan SMA 1 Penabur Jakarta (Kriza) setelah menghadapi pertempuran bertensi tinggi di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. 

Tak bisa dipungkiri, baik Zebaoth maupun Kriza sama-sama mengusung misi besar. Bagi Zebaoth, momen ini menjadi kesempatan untuk bisa mencicipi singgasana juara sekaligus menebus kekalahan atas Kriza di partai puncak musim 2023. 

Di sudut lain, Kriza pun ingin mengakhiri puasa gelar setelah harus puas di posisi runner-up selama dua musim beruntun (2024-2025).  

Bukan hal yang mengherankan kalau duel antara kedua tim begitu memacu adrenalin penonton. Di kuarter pembuka, Zebaoth dan Kriza terlihat kesusahan menembus pertahanan satu sama lain. 

Seolah telat panas, Kriza dan Zebaoth mulai gencar melesatkan poin di kuarter kedua. Paruh pertama pun ditutup dengan keunggulan milik Kriza, 23-19. Selisih yang hanya berjarak dua bola itu tentu memberi peluang besar bagi Zebaoth untuk membalikkan keadaan. 

Baca Juga: Jadikan Basket Sebagai Hobi, Davin Nathan Sabet MVP 3X3 Competition!

Pascajeda turun minum, Zebaoth terus melesat dengan menambahkan 13 poin. Sementara, Kriza hanya bisa membalasnya dengan 10 poin. Kendati demikian, Kriza masih memimpin dengan selisih tipis, 33-32. 

Memasuki kuarter penentu, tensi kian memanas. Bahkan, di momen inilah, keunggulan justru semakin sering berpindah tangan. 

Saat waktu tersisa 5 menit 44 detik, layup Freya Almashira Bunawan akhirnya membuat Zebaoth unggul, 36-35. Hanya berselang 42 detik, Kriza lagi-lagi memimpin lewat tembakan Natalie Tranquilina Santoso. 

Situasi serupa terus berlangsung hingga waktu menginjak satu menit terakhir. Bahkan, Zebaoth sempat menempatkan Kriza dalam posisi terdesak saat Maria Jessica Kurniawan Laksana sukses mengeksekusi tripoin di sisa 59 detik, membuat Zebaoth memimpin dengan skor 44-41. 

Namun, tak ada yang tak mungkin. Empat detik kemudian, Natanoella Davina Lau melesatkan dua poin tambahan bagi Kriza. Aksi tersebut kemudian disusul oleh tembakan Seraphine Cipto Liwan. 

Saat buzzer dibunyikan, sorak-sorai kebahagiaan sontak terdengar dari kubu Kriza. Puasa gelar mereka akhirnya berakhir setelah sukses menutup pertempuran dengan skor dramatis 45-44. 

Pada kesempatan ini, Joan Felicia Natania selaku kapten Kriza menjadi poros utama. Pemain bernomor punggung nol itu mencatatkan 11 poin, 3 rebound, dan 3 steal. 

Beralih ke tubuh Zebaoth, Callista Levana turut menyuguhkan penampilan yang tak kalah impresif lewat double-double 17 poin dan 10 steal. Sementara, Felice Pascalis tangguh di bawah ring dengan mencatatkan 12 rebound. 

Di balik keberhasilan Kriza, tentu ada sosok Andi Oktafiyanto sebagai peracik strategi. Menariknya, ia sendiri baru menjadi bagian dari Kriza selama dua bulan terakhir. 

“Meskipun mereka sudah pernah juara, saya mulai dari nol untuk membangun tim. Menurut saya, konsep bermain mereka masih nol banget. Hal-hal kecil itu yang saya latih karena penting banget untuk memahami how to play in basketball game,” ungkapnya. 

Baca Juga: Gagal Tampil di 5on5, Kathryn Angela Raih MVP di AZA 3X3 Competition!

Berada dalam pertandingan sengit tentu bukan perkara mudah. Menjaga mentalitas para pemain menjadi tugas besar yang dipikul Andi selama empat kuarter. 

“Game plan sudah saya kasih semua, cuma tinggal masalah mental. Jadi, saya bilang untuk fight until the end. Kalau waktunya belum habis, belum ada istilah menang atau kalah. Tadi waktu sempat ketinggalan, sudah pada nangis. Saya bilang jangan menyerah dan akhirnya waktu masih cukup untuk membalikkan keadaan,” bebernya. 

Gelar Ratu DBL West Jakarta memang kembali berada di genggaman Kriza. Akan tetapi, petualangan mereka belum usai. Masih ada babak Championship yang menanti di depan mata. 

Sebagai pelatih, Andi juga masih memiliki PR besar untuk membenahi evaluasi yang dimiliki timnya. 

“Kadang, mereka enggak mau dengar arahan saya. Itu yang jadi evaluasi untuk next latihan. Yang pasti, saya juga mau ada uji coba dengan tim-tim dari region lain,” tutupnya. 

DBL West Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Statistik pertandingan ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS