ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Koreo bergambar maskot, Gorillas milik Thirteen Rangers saat mengawal Thirteen berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Bagi Thirteen Rangers, menjadi suporter SMAN 13 Surabaya bukan sekadar hadir dan bernyanyi di tribun. Di laga terakhir Round 1 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, mereka memilih membawa identitas sekolah lewat sebuah koreografi yang penuh simbol.

Tema “Satu Hati untuk Kebanggaan” menjadi benang merah koreografi Thirteen Rangers. Di sisi kiri dan kanan, mereka membentangkan tulisan yang menggambarkan satu tujuan dan kebanggaan terhadap almamater.

“Untuk konsepnya, pertama ada background sebelah kiri yaitu ‘Satu Hati’. Artinya seluruh yang tercakup di SMAN 13 itu satu tujuan,” ujar Tegar Maulana Akbar, ketua kreatif Thirteen Rangers.

Di sisi lainnya, tulisan “Untuk Kebanggaan” menjadi pengingat bahwa dukungan mereka tidak hanya ditujukan untuk pertandingan, tetapi juga untuk membawa nama Smagalas atau SMAN 13 Surabaya.

“Tujuannya tetap satu, yaitu untuk mendukung ekskul-ekskul SMAN 13 Surabaya,” lanjut Akbar.

Baca juga: “Wanted” One Piece Jadi Pilihan Smamda Holic di Laga Terakhir Smamda

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui tulisan “Dari Kami untuk 13”. Bagi Thirteen Rangers, kalimat itu menggambarkan hubungan sederhana antara siswa dan sekolah.

“Dari siswa untuk sekolah. Basket juga kembali lagi tujuannya untuk mengembangkan dan membanggakan sekolah,” kata Akbar.

Koreo bertuliskan 'Tetap Dalam Satu Tujuan' milik Thirteen Rangers saat mengawal Thirteen di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Di tengah koreografi, sosok Gorillas berdiri menjadi pusat perhatian. Gorillas merupakan maskot Smagalas yang sengaja mereka hadirkan sebagai representasi identitas sekolah.

Mohandes Praka Prawira alias Mohan, wakil kreatif Thirteen Rangers, menyebut koreografi Gorilas dibuat dengan ukuran 11 × 10 meter. Sementara bagian tulisan di kanan dan kiri berukuran 8 × 9 meter.

Pemilihan Gorillas bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Thirteen Rangers telah membawa konsep budaya pada dua pertandingan awal. Di laga ketiga, mereka ingin memberikan sesuatu yang berbeda sekaligus menyesuaikan dengan tema DBL, “Satu Hati untuk Almamater.”

“Di match pertama dan kedua kami sudah membawa budaya. Kami ingin berbeda dan mengikuti tema dari DBL, yaitu ‘Satu Hati untuk Almamater’. Oleh karena itu, kami memakai konsep tentang sekolah,” jelas Akbar.

Baca juga: Berdiri dengan Identitas Sendiri, Kini Songomania Datang untuk Berburu

Thirteen Rangers membutuhkan waktu sekitar 2 hari untuk memikirkan konsep sebelum masuk ke tahap pengerjaan. Secara keseluruhan, koreografi tersebut menghabiskan waktu sekitar 7 hari. Terhitung 5 hari digunakan untuk mengeksekusi rancangan yang sudah dibuat.

Salah satu bagian yang paling menyita perhatian sekaligus menjadi tantangan adalah detail pada kepala Gorillas. Bagian-bagian kecil, termasuk detail di sekitar mata, membuat proses pewarnaan harus dilakukan dengan sangat teliti.

Detailing, terutama kepala Gorillas. Ada bagian kecil-kecil yang membutuhkan kehati-hatian untuk pewarnaannya,” ujar Akbar.

Namun, pekerjaan itu tidak hanya dilakukan oleh satu kelompok. Tiga angkatan mulai dari kelas X, XI, dan XII turut terlibat dalam proses pembuatan. Bagi Thirteen Rangers, kebersamaan bahkan sudah menjadi bagian dari proses sebelum koreografi selesai.

Mereka terbiasa mengerjakan koreografi bersama, termasuk makan bersama ketika proses pengerjaan berlangsung. Mereka juga memiliki cara agar anggota yang tidak bisa hadir tetap dapat berkontribusi.

“Kalau ada yang berhalangan datang, dia tetap bisa memberikan konsumsi, makanan, atau jajanan untuk anak-anak yang sedang mengerjakan koreo,” cerita Mohan.

Kebiasaan tersebut ternyata bukan hal baru bagi Thirteen Rangers. Sistem itu sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi tetap ikut serta dan sedikit membantu dalam pembuatan koreo, walaupun lewat konsumsi,” tambahnya.

Seluruh elemen akhirnya kembali pada satu pesan yang mereka letakkan di tengah koreografi “Tetap dalam Satu Tujuan.”

Bagi Akbar, tujuan tersebut sederhana. Seluruh siswa SMAN 13 Surabaya ingin memberikan dukungan kepada basket sekolah agar terus berkembang dan memberikan yang terbaik.

“Seluruh anak-anak 13 itu tujuannya untuk mendukung ekskul basket SMAN 13 Surabaya, memberikan semangat supaya basket SMAN 13 bisa bermain lebih bagus,” jelasnya.

Namun, pesan tersebut hadir di tengah laga yang akhirnya menjadi penutup perjalanan Thirteen di DBL 2026 East Java-North.

SMAN 13 Surabaya harus mengakui keunggulan SMAN 6 Surabaya setelah melalui pertandingan ketat hingga babak overtime. Thirteen akhirnya takluk dengan skor 18-23.

Meski demikian, Gorillas tetap berdiri di tengah tribun. Ia menjadi simbol almamater yang ingin mereka banggakan bersama.

Sebab bagi Thirteen Rangers, “Satu Hati untuk Kebanggaan” bukan hanya tulisan di atas kain. Ia menjadi cara mereka menunjukkan bahwa dari siswa, untuk sekolah, semua bergerak dengan satu tujuan.

Baca juga: Bangkitkan Culture Disiplin Jadi Misi Vincentius Seconda untuk Frateran

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS