ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Selebrasi Attan Cello usai berhasil mencetak three point untuk Smamga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Tidak semua dukungan harus datang dari tribun.

Bagi Attan Cello Pridanis, semangat untuk terus bermain justru sering datang dari orang-orang yang berada jauh darinya. Kedua orang tuanya bekerja di luar kota, sementara teman-teman hanya bisa menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung.

Namun, jarak tidak membuat dukungan itu terasa jauh.

Pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North hari Jumat, 28 Agustus 2026, remaja yang akrab disapa Cello itu tampil bersama SMA Muhammadiyah 3 Surabaya (Smamga) menghadapi SMAN 12 Surabaya. Setelah dua pertandingan sebelumnya merasa tampil underperform, ia akhirnya menemukan kembali permainan terbaiknya.

Cello menyumbang 21 poin dan 3 rebound untuk membantu Smamga mengamankan kemenangan 28-21.

“Enggak pernah nyangka bisa sampai 21 poin,” ujar Cello.

Baca juga: Tsunami Aceh hingga Flores, Scootersmania Bawa Pesan Kemanusiaan

Penampilan tersebut tidak datang begitu saja. Sebelum pertandingan, ada semangat yang terus ia bawa dari orang-orang terdekatnya. Teman-teman di tim menjadi salah satu sumber semangat Cello. Dukungan orang tua juga tetap ia rasakan meski keduanya tidak bisa hadir langsung di arena.

Kondisi itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya sejak lama.

Cello berasal dari Ponorogo. Ia pindah ke Surabaya sejak SMP dan mulai tinggal di kos sendiri sejak kenaikan kelas IX. Kedua orang tuanya harus bekerja di luar kota. Sang ayah sempat menemaninya ketika kelas VIII, sebelum kembali pergi karena pekerjaan.

Sementara sang ibu kini bekerja di Malang dan beberapa kali berpindah kota. Pertemuan mereka pun tidak bisa berlangsung sesering yang ia inginkan.

“Agak sedih. Biasanya kalau pertandingan ada orang tua yang datang dan nonton. Kalau aku, mereka harus kerja, jadi enggak bisa ditinggal,” cerita Cello.

Meski begitu, Cello memilih memahami keadaan tersebut.

“Namanya pekerjaan, enggak bisa ditinggal. Maklumi aja.”

Dukungan dari keluarga pun tidak hanya hadir dalam bentuk kehadiran di pertandingan. Orang tuanya tetap memberikan semangat, termasuk mengingatkan Cello agar berhati-hati setelah beberapa kali mengalami cedera.

Baca juga: Bermain dengan Seni Jadi Racikan Bassyam Azizi untuk SMAN 4 Surabaya

Tangan kiri Cello pernah patah ketika bermain futsal saat kelas VIII SMP hingga harus menjalani operasi. Setelah itu, lutut kanannya juga sempat mengalami cedera akibat kecelakaan motor ketika memasuki SMA.

Ia bahkan pernah diminta berhenti berolahraga total.

Namun Cello tidak benar-benar bisa meninggalkan lapangan. Setelah tangannya mulai pulih, ia perlahan kembali berlatih. Ia pernah memaksakan diri mengikuti class meeting dengan satu tangan dan kemudian berlatih dribble sendiri di rumah.

Basket sendiri bukan olahraga pertama Cello.

Ia bermain voli sejak SD, kemudian beralih ke futsal ketika masuk SMP karena sekolahnya tidak memiliki ekskul voli. Basket baru dikenalnya saat kelas VIII setelah diajak seorang teman.

Awalnya ia merasa canggung. Untuk beradaptasi, Cello lebih banyak berlatih sendiri dan sesekali mengikuti fun game.

Dari proses itulah basket akhirnya menjadi olahraga yang ia tekuni hingga membawanya ke DBL East Java-North. Namun, di balik perjalanannya itu, ada satu sosok lain yang tetap memberikan semangat dari kejauhan.

Teman-teman Cello sedang sakit sehingga tidak bisa datang langsung ke pertandingan. Ia hanya bisa menyaksikan permainan Cello melalui live streaming. Mereka berharap Cello bisa memberikan yang terbaik. 

Baca juga: Matrix Bawa Pesan Kemanusiaan di AQUA DBL Dance

Target tersebut akhirnya terlewati. Bukan hanya terbaik. Cello mencetak 21 poin.

Menariknya, hingga pertandingan berakhir, Cello belum sempat membuka ponselnya untuk melihat reaksi teman-temannya. Yang ia tahu, dukungan itu sudah sampai kepadanya sebelum pertandingan dimulai.

Orang tua dan teman-temannya mungkin tidak berada di tribun. Tetapi bagi Cello, mereka tetap punya cara untuk hadir.

Dan sore itu, dukungan dari kejauhan tersebut menemukan bentuknya di lapangan.

Bukan hanya lewat kemenangan Smamga, tetapi juga lewat penampilan Cello yang akhirnya kembali menemukan rasa percaya dirinya setelah dua laga sebelumnya belum tampil maksimal.

Ada orang-orang yang tidak selalu bisa berdiri di sampingnya.

Namun, mereka tetap membuat Cello merasa punya alasan untuk terus bermain.

Baca juga: Dari Aksi di Tribun, Libels Belajar tentang Kemanusiaan

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (1)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS