Ada yang rambutnya berubah warna, ada pula yang tampil dengan jepitan di kepala. Bukan untuk sekadar bergaya, lima siswa SMA Petra 3 Surabaya yang tergabung dalam supporting crew A3stra memang sengaja ikut menyesuaikan diri dengan kebutuhan penampilan dance mereka di AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, Jumat, 28 Agustus 2026.
Johnsen Ferrero Purnomo, Reinhart Jefferson Elia Tjia, Luke Alden, Crisella Keysha Gosal, dan Granetta Giselle menjadi bagian dari tim yang berada di balik panggung. Mereka membantu menghidupkan konsep A3stra, termasuk menyiapkan properti hingga mengikuti arahan para dancer.
Johnsen mengaku, awalnya aksi menyemir rambut itu justru bermula dari hal sederhana. Ada sisa spray pewarna rambut yang kemudian diminta digunakan oleh tim dance.
“Awalnya kita cuma iseng, kayak asik-asikan aja. Ada sisa spray semir tadi, terus kita disuruh pakai sama anak dance, ya sudah kita pakai,” ujar Johnsen.
Baca juga: Batik dalam Balutan Biru, SDOB Padukan Tradisi dan Gerak Modern
Penampilan mereka pun tak berhenti pada rambut. Jepitan yang dikenakan juga bukan hasil kreasi sendiri, melainkan dibuat khusus oleh tim dance. Sementara outer yang dipakai Johnsen merupakan milik anak dance yang dipinjamkan untuk kebutuhan penampilan.
Bagi para supporting crew, keterlibatan mereka bukan sekadar membantu ketika penampilan dimulai. Sejak sekitar awal Juni, mereka sudah ikut dalam persiapan yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
“Semua sudah all in, all out juga, sudah tampil semaksimal mungkin. Latihannya juga seminggu itu terus, konsisten, dan itu dibayar dengan hasil yang sangat luar biasa,” tutur Reinhart.
A3stra sendiri membawa konsep yang memadukan tarian tradisional dengan hip-hop. Persiapan dilakukan secara intens, termasuk latihan hampir setiap hari selama sekitar tiga minggu dan latihan fisik untuk mendorong kemampuan setiap anggota.

Dancer A3stra dari SMA Petra 3 Surabaya membawakan koreografi dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Di sisi lain, supporting crew juga punya bagian yang tak kalah penting. Properti yang digunakan mereka persiapkan bersama, mulai dari membuat bagian tempelan hingga memesan bagian kayu secara custom di workshop agar sesuai dengan konsep yang dibawa A3stra.
“Kayunya kebetulan kita bikin di workshop. Kita bikin di workshop, kita custom. Habis itu buat tempelan-tempelannya kita yang bikin,” jelas Reinhart.
Baca juga: Wolfie Suguhkan Beragam Tarian Tanah Air Ala Cewek Centil!
Warna dan bentuk properti kemudian disesuaikan dengan konsep dance serta outfit yang dikenakan para dancer. Semua elemen dibuat saling terhubung agar penampilan A3stra terasa utuh ketika berada di panggung.
Keterlibatan itu juga menjadi pengalaman tersendiri bagi kelima siswa tersebut. Mereka sudah beberapa kali menjadi supporting crew dalam kegiatan dance sebelumnya, sehingga pekerjaan seperti mengangkat dan menggeser properti sudah menjadi bagian dari pengalaman mereka.
“Yang pertama karena kita memang suka di bidang ini dan keduanya kita juga mendapatkan experience yang berbeda,” kata Reinhart.
Meski begitu, tahun ini terasa sedikit berbeda bagi mereka. Setelah sempat tidak ada nomor basket yang diikuti sekolah, mereka tetap menemukan alasan untuk hadir di DBL Arena dan membawa nama Petra 3 melalui panggung dance.
“Ada rasa kekecewaan karena enggak bisa melihat sekolah kita tampil secara leluasa. Tapi ada satu sisi kita bisa bangga bisa mewakili nama Adika, bisa mewakili juga tim dari tim kru dan tim dance,” ungkap Johnsen.
Kelima supporting crew tersebut kini juga memasuki tahun terakhir mereka di sekolah. Sementara anggota A3stra terdiri dari beberapa jenjang kelas, mereka berharap generasi berikutnya dapat meneruskan energi yang selama ini sudah dibangun.
“Semoga semakin baik, semangat yang sudah ada di pertunjukan semakin lebih semangat lagi, dan semakin sukses juga buat tim dance ke depannya. Soalnya kita sudah kelas XII, habis ini sudah enggak megang lagi,” pungkas Reinhart.
Baca juga: Matrix Bawa Pesan Kemanusiaan di AQUA DBL Dance
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMA Petra 3 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).