ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret kepala sekolah SMAN 1 Gresik, pak Irfan, S.Pd., M.Pd., saat mengawal tim putra-putri Smansa di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Dua tim basket SMAN 1 Gresik (Smansa) menutup Round 1 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North dengan catatan sempurna. Tim putra menyapu bersih tiga pertandingan di Grup R, sementara tim putri juga tak tersentuh kekalahan di Grup K. Keduanya pun sama-sama memastikan diri melangkah ke Round 2.

Tim putri mengakhiri perjuangannya di Round 1 dengan kemenangan dramatis atas SMAN 1 Mojokerto. Sempat berada dalam tekanan, Srikandi Smansa berhasil melakukan comeback dan mengunci kemenangan tipis 13-12.

Sementara itu, tim putra menutup laga terakhir Grup R dengan kemenangan 19-13 atas SMAN 7 Surabaya. Hasil tersebut menjadi kemenangan ketiga mereka sekaligus menyempurnakan catatan Smansa di fase grup.

Bagi Kepala sekolah SMAN 1 Gresik, pak Irfan, S.Pd., M.Pd., pencapaian tersebut menjadi momen istimewa. Terlebih, keberhasilan dua tim melaju ke Round 2 hadir bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-62 SMAN 1 Gresik.

Namun, baginya perjalanan Smansa di DBL East Java-North tidak berhenti pada kemenangan. Ada cerita yang lebih besar yang ingin dibangun sekolah melalui perjuangan para student athlete.

Baca juga: Ayah Tak Lagi Ada di Bench, Pesannya Tetap Menemani Bayu

“SMAN 1 Gresik ini dalam konteks kompetisi tidak mau hanya sekadar masuk hitungan, tapi bisa diperhitungkan,” tegas pak Irfan.

Pak Irfan sendiri baru menjabat sebagai kepala sekolah sejak April 2026. Meski baru beberapa bulan memimpin Smansa, ia melihat langsung bagaimana para student athlete menjalani proses panjang sebelum sampai ke titik ini.

Selepas kegiatan belajar mengajar, para pemain masih melanjutkan latihan hingga waktu magrib. Rutinitas tersebut dilakukan hampir setiap hari bersama pelatih untuk mempersiapkan diri menghadapi DBL.

“Perjuangannya luar biasa. Anak-anak (student athlete) itu setelah pulang sekolah jam 15.30 itu lanjut sampai magrib baru selesai. Hampir tiap hari, termasuk pelatihnya,” ujar pak Irfan.

Bagi pak Irfan, proses tersebut bukan hanya membentuk kemampuan bermain basket. Ada karakter yang ikut ditempa di dalamnya, mulai dari kerja keras, kolektivitas, sportivitas, hingga kemampuan untuk tetap bangkit ketika berada dalam tekanan.

“Semangat anak-anak, capeknya itu dikalahkan dengan motivasi dan kolektivitas dan strategi yang diatur oleh pelatih,” tuturnya.

Baca juga: Ketika DBL Jadi Mimpi, Smansa Jombang Bergerak Bersama

Semangat membawa nama sekolah juga tidak hanya terlihat dari para student athlete. Satu sekolah turut bergerak memberikan dukungan melalui Amigo Smansa, suporter SMAN 1 Gresik, yang hadir langsung di tribun DBL Arena.

Bagi Irfan, Amigo juga menjadi bagian dari wajah Smansa. Karena itu, sekolah memberikan pendampingan kepada para pengurus suporter sekaligus mengingatkan mereka untuk menjaga nama baik sekolah dan Kabupaten Gresik.

“Anak-anak memiliki komitmen bahwa Amigo itu sebagai komunitas membawa nama baik sekolahan, membawa nama baik Kabupaten Gresik, dan tentu juga membawa nama baik kompetisi yang sedang diikuti,” katanya.

Semua itu sejalan dengan prinsip yang ingin ditanamkan Smansa Gresik, yakni ‘We Have Pride.’ Kebanggaan terhadap sekolah, menurut pak Irfan, bukan sekadar hadir dalam sebuah kompetisi. Smansa ingin keberadaannya bisa diperhitungkan.

Dari sana, muncul keinginan untuk meninggalkan legacy. Setiap pencapaian yang diraih siswa diharapkan tidak berhenti ketika satu angkatan lulus. Justru, pengalaman tersebut bisa menjadi cerita sekaligus inspirasi bagi adik-adik yang akan meneruskan perjuangan mereka.

Hal itu juga terlihat dari cara sekolah memberikan ruang kepada student athlete untuk berkembang di luar akademik. Basket menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan yang mendapat dukungan sekolah. Namun, prestasi olahraga tetap harus berjalan berdampingan dengan pendidikan.

Karena itu, sekolah mengatur waktu latihan dan memberikan kelonggaran secara kondisional agar perjuangan di lapangan tidak mengganggu proses belajar.

“Kami tidak ingin harapan anak-anak itu nanti ada tantangan berikutnya. Dari sisi lain, saya ingin nanti anak-anak bisa berprestasi di basket ini. Jadi, kita ambil waktu yang kita sepakati,” jelasnya.

Dua tim yang sama-sama menyapu bersih Round 1 akhirnya membawa Smansa Gresik menuju babak berikutnya dengan modal yang sempurna. Bagi pak Irfan, pencapaian tersebut menjadi kado terindah di ulang tahun ke-62 sekolah.

“Ini kado terindah,” tutupnya.

Baca juga: Perjuangan Smamga di DBL, Nilai Tambahan Menanti di Kelas

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS