ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Koreografi yang dibentangkan oleh kelompok suporter SMAN 1 Mojokerto saat melawan SMAN 1 Gresik di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Visual sejarah Majapahit memenuhi bagian belakang lapangan DBL Arena Surabaya. Sosok tokoh kerajaan yang menunggang kuda menjadi pusat perhatian, dikelilingi ilustrasi peperangan dan sejumlah prajurit. 

Visual tersebut merupakan bagian dari aksi Ultras Smansa, suporter SMAN 1 Mojokerto, saat mendukung tim basket putra dan putri Smansa pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026. 

Di tengah koreografi, sosok Raden Wijaya digambarkan menunggang kuda dengan satu tangan terangkat. Di belakangnya, terlihat ilustrasi peperangan yang menggambarkan suasana perjuangan pada masa awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Pedang Jadi Benang Merah Harapan Sharkers Mania

Cerita yang ingin dibawa Ultras Smansa tidak berhenti pada Raden Wijaya. Dalam konsep keseluruhannya, mereka juga mengangkat tiga tokoh penting dalam perjalanan Majapahit, yakni Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi, dan Hayam Wuruk.

“Lebih ke mengembalikan masa kejayaan. Mengenalkan ke dunia luar tentang Majapahit,” ujar Muhammad Abrizal Ilham, koordinator suporter Ultras Smansa.

Bagi Ultras Smansa, Majapahit bukan sekadar bagian dari sejarah. Kerajaan tersebut juga memiliki kedekatan dengan identitas Mojokerto yang ingin mereka kenalkan melalui panggung DBL.

Koreografi Majapahit yang dibawa Ultras Smansa saat mendukung tim basket SMAN 1 Mojokerto pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya. 

Visual peperangan, tokoh kerajaan, hingga sosok berkuda kemudian disusun menjadi satu kesatuan besar. Kehadiran koreografi tersebut membuat pertandingan tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga memiliki cerita yang hidup di tribun.

Baca juga: Joker Jadi Penutup, Mussan1968 Akhiri Perjalanan Nribun di DBL 2026

Pesan lain hadir lewat tulisan berbahasa Sanskerta yang dibawa Ultras Smansa. Santosa Kemala Darma Jaya Nung Krta Sida menjadi kalimat yang mereka pilih untuk menyampaikan harapan.

“Ketenangan dalam kebaikan adalah jalan menuju keberhasilan,” jelas Abrizal.

Untuk pertama kalinya di DBL Surabaya, Ultras Smansa juga membawa konsep koreografi 4D. Elemen tersebut menjadi pembeda dari penampilan mereka pada musim sebelumnya yang lebih banyak mengandalkan kain dan koreografi 3D.

“Dari tahun kemarin itu cuma bawa kain, kain sama kain 3D background sama kanan kiri. Kita tahun ini mau agak berbeda sedikit yaitu membawa 4D tadi,” tutur Abrizal.

Namun, bagian visual yang tampak di belakang lapangan menjadi salah satu elemen yang paling mencuri perhatian. Lukisan besar bertema Majapahit dipasang memenuhi area belakang ring, sementara para pemain Smansa tetap menjalankan pertandingan di depannya.

Baca juga: AMIGOS SMANSA Bawa Semangat 62 Tahun Smansa ke Tribun

Di balik tampilan besar tersebut, ada satu pekan yang dihabiskan untuk menyelesaikannya. Styrofoam, kayu, lem, paku, dan kardus menjadi bahan utama yang kemudian dirangkai menjadi koreografi.

Bagian yang paling menguras tenaga justru datang dari potongan-potongan kayu berukuran kecil. Tujuh hingga delapan orang harus bergantian memotong ratusan potongan dalam sehari sebelum bagian-bagian tersebut dirangkai.

“Sehari itu bisa motong 500 kayu. Dan tipis,” kata Abrizal.

Ultras Smansa mengerjakan koreografi sejak pagi hingga larut malam selama sepekan. Dukungan sekolah juga membuat proses tersebut bisa berjalan lebih leluasa.

“Dari pihak sekolah mengizinkan waktu jam pelajaran berlangsung itu kita diizinkan buat mengerjakan koreo ini tadi,” ungkapnya.

Ultras Smansa memberikan dukungan kepada tim basket putri SMAN 1 Mojokerto dari tribun DBL Arena Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Sekitar 80 orang lebih terlibat dalam keseluruhan proses. Mereka terbagi dalam beberapa divisi, termasuk divisi seni kreativitas yang dikoordinatori Reyhan Galih Tutur Januwar.

“Kalau mau gambarannya bagus ya diteliti terus, Mas,” ujar Reyhan mengenai proses membuat detail visual koreografi.

Setelah seluruh bagian selesai, pekerjaan belum benar-benar berakhir. Koreografi berukuran besar itu harus dibawa dari Mojokerto menuju Surabaya menggunakan dua mobil pikap dan satu truk.

Baca juga: Spartans Bangkitkan Zombie yang Pantang Tumbang

Perjalanan sekitar satu setengah jam ditempuh setelah mereka berangkat pukul 14.00 WIB. Setibanya di DBL Arena, seluruh kerja keras selama sepekan akhirnya mendapat tempat di tribun dan sisi belakang lapangan.

Namun, koreografi sebesar itu bukan satu-satunya bentuk dukungan Ultras Smansa. Chant, gerakan, dan setiap visual yang mereka bawa tetap diarahkan untuk satu tujuan, memberikan semangat kepada tim basket Smansa.

“Semua yang kita nyanyikan dari chant, dari gerakan, dari koreo-koreo yang sudah kita buat, semuanya juga itu adalah doa dari kita biar basketnya bisa menang,” tutur Alvito Arshavin Prasetya, capo Ultras Smansa.

Hasil pertandingan hari itu memang belum sesuai harapan. Tim putra dan putri Smansa sama-sama menelan kekalahan.

Namun, Ultras Smansa tidak menganggap hasil tersebut sebagai alasan untuk berhenti mendukung.

“Kita juga enggak malu lah mendukung mereka. Cuma menurut aku sih tim basket putra dan putri hari ini belum beruntung aja,” lanjut Alvito.

Bagi mereka, dukungan di tribun tidak hanya diberikan ketika tim berada dalam posisi untuk menang. Ketika pertandingan berjalan sulit sekalipun, chant dan koreografi tetap menjadi cara Ultras Smansa menunjukkan bahwa para pemain tidak berjuang sendirian.

Baca juga: Trifosi Angkut Raksasa Berwujud Sun Wukong ke DBL Arena

Dari sejarah Majapahit hingga koreografi yang mereka bangun selama sepekan, Ultras Smansa membawa lebih dari sekadar visual ke DBL Arena. Mereka membawa identitas Mojokerto, kerja bersama, dan doa untuk tim yang tetap mereka dukung bahkan ketika kemenangan belum datang.

Pemain SMAN 1 Mojokerto menghadap tribun Ultras Smansa setelah pertandingan pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya. 

Kini, harapan Ultras Smansa sederhana tim Smansa terus berkembang dan melangkah lebih jauh.

“Mungkin lebih improve lah dari sebelumnya. Kita juga mengharapkan tinggi dari tim basket sendiri. Mungkin bisa sampai Round 2, sampai lolos ke babaknya, dan bisa sampai juara,” pungkas Abrizal.

Bagi Ultras Smansa, Majapahit yang mereka hadirkan di tribun bukan hanya cerita tentang masa lalu. Di antara tokoh kerajaan, peperangan, dan riuh pertandingan basket, mereka ingin membawa semangat yang sama terus bergerak maju dan tidak berhenti berjuang.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMAN 1 Mojokerto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS