Pertandingan belum berjalan jauh ketika Naufal Rifqi Ramadhan merasa permainannya tidak berada di jalur yang tepat. Ada keinginan untuk kembali tampil seperti laga sebelumnya, tetapi kali ini ia justru terlalu terbawa permainan sendiri.
Naufal dan SMAN 10 Surabaya (Bigten) sedang menghadapi SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Jumat, 4 September 2026. Laga yang berlangsung ketat sejak awal itu akhirnya dimenangkan BIGTEN dengan skor 20-10.
Dua kuarter pertama berjalan seimbang. Bigten hanya unggul tipis 3-2 pada kuarter pertama, sebelum Smamio menyamakan kedudukan menjadi 5-5 saat kuarter kedua berakhir.
Di tengah pertandingan tersebut, Naufal menyadari ada sesuatu yang perlu ia ubah.
Baca juga: Pak Teguh Nribun, Dukung BIGTEN dan Beri Ruang Siswa Ramaikan DBL
Pada laga sebelumnya, ia merasa sedang berada dalam performa terbaiknya. Perasaan itu terbawa ke pertandingan kali ini. Ia mencoba kembali memainkan cara yang sama, tetapi justru terlalu banyak mengambil keputusan sendiri.
"Kayaknya kebawa vibes yang kemarin. Kemarin kayak menyala banget, jadi aku pengen nyalain lagi. Ternyata oh, bukan itu kayaknya," ujar Naufal.
Ia tidak menunggu orang lain untuk menyadarkan kesalahannya. Naufal sendiri menilai cara bermainnya pada kuarter pertama tidak sesuai dengan kebutuhan tim.
"Ini sebenarnya termasuk attitude yang buruk," katanya.
Memasuki kuarter berikutnya, ia mencoba kembali pada peran yang sudah diberikan pelatih. Naufal tidak lagi berusaha memaksakan permainan individual. Ia mulai membaca kembali situasi di lapangan dan memilih keputusan yang menurutnya paling membantu tim.
Baca juga: Dari Alumni untuk Big Ten, Mimpi Trio Eks Siswa Bangun Basket SMAN 10
Tiga pelatih Bigten memang memberinya tanggung jawab untuk mengontrol permainan. Bukan hanya soal membawa bola, tetapi juga memastikan rekan-rekannya tetap bermain dalam karakter masing-masing.
"Pokok dari tiga coach tuh ngasih saran buat selalu kontrol tim punya dan bawa tim ini menang," tuturnya.
Ada satu pesan dari pelatih yang paling melekat di ingatannya.
"Jadilah bulan menerangi para bintang."
Bagi Naufal, kalimat itu terasa sesuai dengan tugasnya di lapangan. Ia tidak harus selalu menjadi pemain yang menyelesaikan serangan. Ketika melihat rekannya berada dalam posisi yang lebih baik, ia memilih mengirimkan bola.
"Supply passing yang benar. Setelah itu yang ngontrol jalannya permainan timku. Mau finishing pun aku lebih memilih passing buat anak-anak, kayak ngasih, nge-supply passing yang enak. Kalau misal kosong, ya aku shooting atau finishing," jelasnya.
Baca juga: Disaksikan Sang Papa, Romanus Purbodhianto Tampil All Out!
Perubahan itu ikut membantu Bigten menemukan permainan mereka. Pada kuarter ketiga, Bigten mulai menjauh dengan tambahan tujuh poin, sementara Smamio hanya mampu mencetak dua angka.
Jarak tersebut kembali melebar pada kuarter terakhir. Bigten menambah delapan poin dan menutup pertandingan dengan kemenangan 20-10.
Bagi Naufal, hasil tersebut bukan hanya tentang bagaimana Bigten menyelesaikan pertandingan. Ada proses untuk kembali memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan tim.
Naufal Rifqi Ramadhan (nomor punggung 18), pemain SMAN 10 Surabaya (Bigten), melakukan lay-up saat menghadapi SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Selama 38 menit 19 detik berada di lapangan, Naufal dipercaya untuk menjalankan peran tersebut. Ia lebih banyak memastikan bola bergerak dan permainan tetap memiliki arah.
Meski begitu, ia tidak menganggap penampilannya sudah selesai untuk dievaluasi. Ada beberapa hal yang masih ingin ia benahi, terutama tempo permainan tim dan kemampuan tembakannya.
"Aku orangnya enggak gampang puas. Jadi kayak haus aja terus. Misal hari ini poin tiga, besok harus lebih banyak lagi. Tapi itu tergantung kondisi juga, enggak mungkin kita maksa. Sesuai kualitas orang masing-masing," ujarnya.
Baca juga: Jari Dibalut Perban, Bukti Cinta Mati Zidane untuk Smekda
Evaluasi itu menjadi bagian dari perjalanan Naufal di musim pertamanya bersama DBL. Ia mulai menyukai basket sejak kelas VII SMP. Awalnya hanya karena melihat teman-temannya bermain, tetapi ketertarikan tersebut berkembang hingga ia mulai bergabung dengan tim sejak kelas VIII.
Ketika masuk SMAN 10 Surabaya, ia sempat tidak terlalu serius mengikuti basket sekolah. Kegiatan basket masih ia jalani, tetapi belum menjadi sesuatu yang benar-benar ia prioritaskan.
Perlahan, keinginannya untuk bermain kembali tumbuh. Musim ini menjadi kesempatan pertamanya tampil di DBL bersama Bigten.
Namun, tiga pertandingan kemudian, ia mulai menemukan cara untuk menikmati tekanan tersebut. Ia belajar bahwa bermain untuk tim bukan berarti harus selalu menjadi pemain yang paling terlihat.
Laga melawan Smamio bahkan menjadi pertandingan yang paling berat menurutnya. Ada target yang terus dibicarakan tim sejak awal musim Round 2.
Baca juga: Dua Kali Overtime, Sister Bond Kakak-Adik Effrien Tetap Terjaga
Target itu akhirnya terwujud. Kemenangan atas Smamio memastikan Bigten melangkah ke Round 2.
Ada rasa lega setelah target tersebut tercapai. Namun, Naufal tidak ingin menjadikan kemenangan ini sebagai titik akhir.
"Kalau di Round 2, sebisa mungkin kita maksimalin pertandingan-pertandingan sisanya," tuturnya.
Ketika ditanya tentang tujuan berikutnya, jawabannya singkat.
"Playoff."
Target itu kini menjadi arah berikutnya bagi Naufal dan Bigten. Masih ada pertandingan yang harus dijalani dan bagian permainan yang perlu diperbaiki.
Bagi Naufal sendiri, salah satu pelajaran dari laga ini sudah cukup jelas. Ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan, ia harus mampu berhenti sejenak, membaca kembali kebutuhan tim, lalu kembali menjalankan perannya.
Tidak selalu mengambil keputusan sendiri. Tidak selalu menjadi pusat permainan.
Cukup menjadi "bulan" yang membantu para "bintang" di sekelilingnya bersinar.
Baca juga: Impian dari SD, Nadhif Akhiri Musim Debut dengan Kemenangan Manis
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Naufal Rifqi Ramadhan bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik vs SMAN 10 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).