Muhammad Zidane Widodo, kapten tim putra SMKN 2 Surabaya (Smekda), tampil berbeda melawan SMAN 2 Jombang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North pada Selasa, 2 September 2026.
Sejak melakukan pemanasan, pemain dengan nomor punggung 12 itu terlihat mengenakan perban di jari kanannya. Terhitung ada tiga jari yang dibalut rapat, mulai dari jari tengah, jari manis, hingga jari kelingking.
Mengenakan perban jari memang merupakan sebuah praktik yang umum dilakukan bagi seorang pemain basket. Itu bisa membantu para pemain untuk menjaga kontrol jari mereka terhadap bola. Membuat permainan mereka menjadi lebih stabil.
Namun, bagi Zidane, hal tersebut memiliki arti lain. Perban tersebut juga melambangkan kecintaan dan kebanggaannya untuk mengenakan seragam Smekda.
Sebab, jari manisnya itu sempat mengalami dislokasi saat ia melawan SMAN 1 Manyar Gresik pada 23 Agustus 2026. Sekitar seminggu sebelum laga ini.
Baca juga: Tolak Turuti Rasa Lelah, Ultras Smekda Bawa Koreo "Lelah Itu Fana" ke DBL Arena
“Kalau cuma jari manis yang diperban nyerinya kerasa. Harus tiga jari yang diperban, jadi seperti ‘dijagang’ biar yang kena perban itu jari tengah sama kelingkingnya,” jelas Zidane,
Tragedi tersebut terjadi pada awal kuarter empat. Saat membawa bola dari sisi bertahan, Zidane terjatuh karena posisi kakinya yang kurang ideal. “Akhirnya aku nahan badanku, terus kebetulan di bawah ada bola juga,” tutur Zidane.
Tanpa berlama-lama, Zidane segera keluar dari permainan dan dilarikan ke rumah sakit. Tindakan operasi langsung dilakukan untuk menyembuhkan jarinya.
Semuanya terjadi begitu cepat. Beberapa jam sebelumnya, ia masih berapi-api untuk memimpin Smekda menuju kemenangan. Zidane tidak pernah membayangkan bahwa hari itu harus diakhiri dengan berbaring di ranjang rumah sakit.

Muhammad Zidane Widodo sebelum (kiri) dan sesudah (kanan) menjalani operasi jari setelah mengalami cedera di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
“Dibius tangannya, tiga suntikan. Bangun-bangun, jariku sudah full perban,” ungkapnya.
Zidane akhirnya menjalani masa opname selama 3 hari. Namun, ia tidak sendirian. Ada keluarga dan teman-teman Smekda yang setia menemaninya di sana. Salah satunya Farhan Fatihan, rekan setimnya yang memakai nomor punggung 28.
“Farhan menemani aku sampai hari Senin, dia sampai izin gak masuk sekolah,” sebut Zidane.
Baca juga: Tak Pernah Monoton, Diamond Fox Crew Pamer 3 Kostum Berbeda di AQUA DBL Dance
Setelah itu, guru-guru Smekda juga kompak datang ke rumah sakit untuk menjenguk dan mendukungnya. Zidane akhirnya bisa kembali pulang ke rumah pada hari Selasa.
Perasaan Zidane campur aduk pada saat itu. Ia tidak mau absen membela Smekda di panggung DBL Arena. Namun, melihat kondisinya sekarang, bagaimana caranya agar tetap bisa bermain di laga berikutnya?
Apalagi, keluarganya sudah cukup khawatir dengan kesehatannya. “Main yang benar lah. Jangan sampai basket itu sampai merusak dirimu sendiri,” kata orangtua Zidane kepadanya.
Meski begitu, mentalitas kuat yang dimiliki Zidane tetap akan selalu bersamanya. Ia kemudian membuat sebuah janji besar kepada keluarganya. “Di match berikutnya, aku pasti bisa jaga diri. Nggak sampai cedera lagi,” tegasnya.
Zidane butuh perjuangan ekstra untuk membuat orangtuanya yakin terhadap janji tersebut. Ia membutuhkan 4 hari untuk mendapatkan restu dan izin dari mereka untuk kembali bermain.
Bahkan, Zidane harus rela melakukan hal yang cukup beresiko. Keesokan harinya setelah pulang dari rumah sakit, ia memberanikan diri untuk datang ke lapangan sekolah. Menjumpai teman-temannya dan ikut serta dalam latihan rutin.
Baca juga: Laskar Swiper Bawa 4D Ghostface dan Penghormatan untuk Bu Fitri
“Aku bilang mau pergi padahal aslinya latihan, tapi pulangnya aku langsung ngomong jujur (ke orangtua),” ucapnya.
Sebagai pendukung, Zidane juga merekam aksinya saat latihan pada Rabu malam itu. Hampir seluruh tembakannya berhasil masuk, meskipun jarinya masih penuh dengan perban.
“Aku mau ngasih tahu kalau aku sudah bisa latihan, akhirnya mereka langsung percaya,” tuturnya.

Muhammad Zidane Widodo (kiri) saat menjalani latihan pertamanya bersama SMKN 2 Surabaya pascaoperasi
Zidane akhirnya menjalani latihan bersama Smekda selama tiga kali sebelum memasuki laga melawan SMAN 2 Jombang. Ia memang merasa senang karena tubuhnya memberikan respon yang baik.
Namun, tetap ada rasa khawatir yang selalu memenuhi dirinya kala itu. “Bisa latihan nggak ya? Bisa main nggak ya?” tanya Zidane kepada dirinya sendiri.
Seluruh rekan setimnya pun terkejut saat pertama kali melihat Zidane ikut latihan bersama mereka. Pesan Zidane cukup sederhana kepada mereka. “Kalau passing ke aku pelan-pelan dulu,” sebutnya.
Baca juga: Coach Mells Comeback di SMAN 4 Sidoarjo Usai 7 Tahun Vakum!
Hadirnya Zidane di DBL Arena dengan kondisi seperti ini pun mendatangkan perasaan yang berbeda untuknya. “Aneh rasanya. Waktu megang bola kayak nggak biasa gitu. Bagian yang diperban itu waktu dribble atau shooting aneh banget sih,” jelasnya.
Kendati demikian, Zidane justru langsung bermain dominan sejak peluit wasit pertama kali dibunyikan. Ia berhasil membukukan lima poin pertama untuk Smekda. Catatan itu juga diperoleh dengan perjuangan dan adu fisik yang keras di area paint.
“Gak expect dengan tanganku yang lagi kayak gini langsung dapat lima poin kayak, ‘Alhamdulillah. Ya Allah, terima kasih,’” ungkapnya.
Cedera yang Zidane alami sekarang juga tidak membuatnya lupa akan tugasnya sebagai kapten di lapangan. Ia juga selalu menyemangati rekan-rekannya dan mengarahkan mereka untuk memiliki mindset yang tepat di lapangan.
“Main rileks aja. Kamu harus membuktikan kalau kamu layak bermain untuk Smekda atau tidak. Gak perlu poin banyak-banyak. Defense yang pasti. No foul,” kata Zidane kepada teman-temannya.

Muhammad Zidane Widodo saat membela SMKN 2 Surabaya melawan SMAN 2 Jombang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Seiring berjalannya waktu, Zidane akhirnya membutuhkan permainan yang jauh lebih nyaman. Akhirnya, pada kuarter ketiga, ia memutuskan untuk melepas perban tersebut.
Baca juga: SONGOMANIA Bungkam Penghakiman Lewat Koreo di DBL Arena
“Akhirnya cuma main pakai tangan kiri. Awalnya takut bakal tambah parah, tapi alhamdulillah ternyata aman-aman saja,” katanya.
Zidane akhirnya menutup pertandingan dengan permainan yang sangat impresif untuk Smekda. Ia berhasil mencatat 14 poin, 6 rebound, dan 2 steal. Akurasi tembakannya juga sangat efisien, yaitu 60 persen.
Perolehan poin dan rebound-nya itu merupakan yang tertinggi di antara seluruh pemain Smekda. “Hari ini gak kebayang sih. Aku juga sempat mikir paling main cuma buat melengkapi minute play, tapi ternyata pelatih ngasih kepercayaan main buat aku,” cerita Zidane.
Dengan kemenangan 32-10 atas SMAN 2 Jombang, maka Smekda berhak melanjutkan kiprah mereka di Round 2. Zidane dan Smekda akan menjalani segalanya dengan lebih serius lagi. Sebab, musuh-musuh mereka di Round 2 nantinya tidak bisa diremehkan.
“Targetnya gak berubah. Kami tetap mau masuk Playoffs,” tutup Zidane.
Zidane bisa berdiri di lapangan DBL Arena bersama rekan-rekannya berkat cintanya yang besar kepada Smekda. Mengingat ini merupakan tahun terakhirnya bermain di DBL East Java-North, ia akan memberikan segalanya untuk almamater tercinta.
Terlebih, Zidan ingin membuktikan bahwa para student-athlete dan basket SMK tidak bisa diremehkan serta bisa bersaing dan tampil dominan di lapangan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Puri Is Possible Bawa Identitas Mojokerto Lewat Tarian Bertema Majapahit
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)