Ada banyak kreativitas yang diusung oleh teman-teman tim dance yang berpartisipasi dalam ajang AQUA DBL Dance 2026 West Nusa Tenggara. Sejak digelar pada 30 Agustus 2026, seluruh tim dance telah melalui proses penilaian dan penjurian yang ketat.
AQUA DBL Dance 2026-2027 mengusung tema besar “100% Indonesia”. Ini membuat setiap tim dance yang tampil berkreasi dengan beragam ide. Ada yang terinspirasi kisah budaya lokal sampai tertarik membawakan budaya-budaya di daerah lain yang menurut mereka perlu untuk diwartakan.
Mulai dari kostum yang unik sampai koreografi epik berpadu dalam satu tema yang dibawakan oleh teman-teman tim dance. Dari seluruh tim dance yang berpartisipasi, telah dipilih 5 tim dance terbaik untuk dinobatkan sebagai Best 5 AQUA DBL Dance 2026 West Nusa Tenggara
Penampilan mereka di tengah lapangan GOR Turida, Mataram kerap kali mengundang tepuk tangan penonton. Beragam pesan mereka bawakan dengan tambahan amunisi properti serta mimik wajah yang begitu terpancar. Berikut adalah Best Five AQUA DBL Dance 2026 West Nusa Tenggara.
SMAN 1 Mataram
Tim dance SMAN 1 Mataram membawa penonton kembali ke masa kecil lewat koreografi yang penuh nostalgia.
Pertunjukan ini bercerita tentang sekelompok remaja yang secara tidak sengaja terbawa kembali ke masa lalu. Tepatnya, ke masa kecil yang dipenuhi kenangan sederhana dan kebahagiaan.
Mereka kembali merasakan masa ketika bermain bersama teman menjadi cara paling menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Berbagai permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan pun kembali dihadirkan lewat gerakan dan ekspresi tari.
Namun, penampilan mereka bukan sekadar perjalanan kembali ke masa kecil. Tim dance SMAN 1 Mataram juga ingin mengajak penonton mengingat kembali arti kebersamaan dan kebahagiaan sederhana yang pernah dirasakan.
Di tengah perkembangan zaman dan teknologi, permainan tradisional menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus dikenang dan dilestarikan.
SMAN 3 Mataram

Tim dance SMAN 3 Mataram mengangkat kisah Putri Mandalika, legenda yang berasal dari tanah Lombok.
Lewat koreografi mereka, sosok Putri Mandalika digambarkan bukan hanya sebagai perempuan yang indah, tetapi juga memiliki hati yang kuat dan luhur dalam pengorbanan.
Gerakan tari memadukan karakteristik tari tradisional Sasak dengan sentuhan koreografi modern dan dinamis. Perpaduan tersebut menggambarkan perjalanan Putri Mandalika, dari seorang putri yang dicintai hingga menjadi simbol persatuan dan kedamaian.
Melalui penampilan ini, tim dance SMAN 3 Mataram ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya tentang keberagaman suku dan budaya. Lebih dari itu, ada nilai-nilai luhur yang mampu menyatukan semuanya.
SMAN 5 Mataram

Tim dance SMAN 5 Mataram punya konsep cerita pertunjukan seni dan perkembangan musik karya-karya seniman tanah air. Lewat penampilannya, mereka merepresentasikan perkembangan musik dan seni pertunjukan Indonesia melalui karya-karya seniman dari warna dan generasi yang berbeda.
Bukan sekadar mengikuti tren global, tim dance SMAN 5 Mataram ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga mampu menciptakan tren, menghadirkan karya, serta membawa identitasnya untuk dikenal lebih luas.
SMA Kesuma Mataram

Tim dance SMA Kesuma Mataram memilih perjalanan musik Indonesia sebagai inspirasi utama penampilan mereka.
Konsep yang dibawakan terinspirasi dari lagu-lagu Indonesia yang pernah populer dan menjadi bagian dari berbagai generasi. Di tengah perkembangan musik saat ini yang semakin beragam, termasuk munculnya perpaduan genre seperti hipdut, Afro, hingga breakbeat, Indonesia juga memiliki deretan lagu ikonik dari berbagai genre yang telah lebih dulu meninggalkan jejak di masyarakat.
Lewat penampilan ini, SMA Kesuma Mataram ingin mengajak penonton kembali mengingat perjalanan panjang musik Indonesia.
Lagu-lagu yang pernah populer pada masanya dikemas ulang dengan energi, gaya, dan koreografi masa kini. Perpaduan musik modern dengan nuansa klasik Indonesia menjadi cara mereka untuk menghubungkan masa lalu dan masa sekarang.
SMAN 1 Narmada

TIm dance SMAN 1 Narmada membawa kisah Inaq Tegining dan Amaq Teganang sebagai inspirasi penampilan mereka.
Kisah tersebut dikenang sebagai perjalanan penuh kesabaran, ketabahan, ketekunan, dan ketulusan dalam menghadapi berbagai cobaan kehidupan.
Di tengah keterbatasan dan rintangan, keduanya tetap melangkah dengan hati teguh. Setiap perjuangan menjadi proses yang membentuk kekuatan, setiap air mata menjadi pelajaran, dan setiap pengorbanan menjadi jalan menuju sebuah impian.
Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan SMAN 1 Narmada melalui gerak dan ekspresi. Setiap gerakan menjadi simbol perjuangan, setiap irama menggambarkan harapan, dan setiap langkah menjadi gambaran tekad untuk terus berproses hingga mampu mewujudkan impian.