Terhitung sudah 17 tahun Sagita Marianto setia menemani perjalanan tim basket SMAN 16 Surabaya (Sixteen), khususnya di panggung DBL.
Kini, Coach Sagita masih menjalani tugas untuk membawa Sixteen melangkah lebih jauh di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Timnya berhasil menyabet tiket bermain di Round 2. Namun, ini masih menjadi awal dari perjalanan mereka yang sesungguhnya.
“Saya pengin membawa Sixteen juara di DBL,” tegas Coach Sagita.
Bagaimanapun, tugas yang diemban Coach Sagita saat ini bisa dibilang sudah tidak seberat beberapa tahun lalu. Sebab, saat pertama kali menjadi bagian dari Sixteen, Coach Sagita harus benar-benar mulai dari bawah. Berbeda dengan sekarang yang fondasinya sudah cukup terbentuk.
Baca juga: Dedikasi Coach Citra Rawat Basket Usia Dini Hingga Lahirkan Para Juara
Pada 2009, anak-anak Sixteen masih belum memiliki minat yang tinggi terhadap olahraga bola basket. Bahkan, ada saatnya ketika Coach Sagita sampai tidak mendapatkan perlakuan yang layak dari mereka.
“Dulu saya pernah ditinggal pemain-pemain ekskul basket sampai tinggal enam orang di lapangan,” cerita Coach Sagita.
Meski begitu, Coach Sagita tetap bertahan. Ia melihat ada potensi yang bisa ditonjolkan secara maksimal dalam basket Sixteen. Coach Sagita akhirnya berupaya untuk meningkatkan kualitas tim secara perlahan.
“Dulu kita sparing lawan tim-tim kecil dahulu biar dapat hasil yang bagus,” tuturnya.
Momen tim basket SMAN 16 Surabaya saat menjalani try out di Kota Malang sekitar satu dekade lalu (Foto: dokumentasi pribadi Sagita Marianto)
Hasil pertandingan yang memuaskan itu akhirnya dijadikan sebagai alat untuk mencuri perhatian anak-anak Sixteen. Setelah berita itu semakin menyebar di sekolah, akhirnya mulai banyak siswa-siswi yang bergabung dalam ekskul basket.
Bahkan, mereka yang sebelumnya mengikuti ekskul lain sampai memutuskan untuk pindah. “Banyak pemain yang ikut dari Paskibra, PMR, dan ekskul-ekskul lainnya,” jelas Coach Sagita.
Dengan bertambahnya talenta dalam basket Sixteen, performa mereka akhirnya semakin meroket di DBL.
Puncaknya terjadi pada tahun 2018. Saat itu, tim putra Sixteen berhasil menjadi salah satu dari dua tim terbaik di North Region. Artinya, mereka berhak bermain di babak Final Four. Berhadapan dengan sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Jawa Timur.
“Yang tim cewek masuk Fantastic Four Surabaya pada tahun yang sama,” tambah Coach Sagita.
Baca juga: Tepis Rasa Minder, Smabul Buktikan Anak Daerah Bisa Bawa Pulang Gelar Juara DBL!
Sayang, Coach Sagita dan Sixteen tidak bisa mencapai babak final setelah dikalahkan oleh SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung dengan skor akhir 63-59.
Namun, itu sudah cukup menggambarkan betapa besarnya perjuangan mereka selama bertahun-tahun yang berawal dari nol.
Sebanyak tiga pemain Sixteen pada era itu pun berhasil terpilih untuk ikut serta dalam DBL Camp. Mereka adalah Muhammad Adhim Ramadhan, Arvela Rayhan, dan Hana Eunike.
Sebelum mereka menimba ilmu dan membuktikan kemampuan mereka bersama student-athlete terhebat lainnya di seluruh Indonesia. Coach Sagita menyampaikan pesan yang kuat kepada mereka.
“Kalau kalian membawa nama sekolah Sixteen, harus all out, jaga attitude dan determinasi untuk membawa hasil yang maksimal,” kata Coach Sagita kepada para Campers yang mewakili Sixteen.
Ya, bukan hanya dari aspek permainan, Coach Sagita juga ingin betul-betul mengembangkan karakter Sixteen. Menurutnya, olahraga basket bisa membuat mereka belajar hidup positif dan membawa pengaruh baik kepada orang-orang di sekitar mereka.
“Karena gak semua player akan meneruskan basket di level setelah SMA,” tegasnya.
Baca juga: 16 Tahun Perjuangan Coach Didiet Membangun Basket Nexix’s
Melihat perkembangan basket SMA, Coach Sagita ingin Sixteen dan seluruh student-athlete lebih optimis untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka. “Berani melawan keadaan dan ketidakmungkinan!” tutupnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Cara Aliqa Quinsha Dorong Skill Individu demi Performa Putri Smada
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)