Dulu Nonton Koko Bertanding, Kini Kenzo Punya Mimpi yang Sama

| Penulis : 

Ada satu nama yang sejak kecil membuat Kenzo Elbert Kristanto jatuh hati pada basket. Nama itu adalah Kennie Albert, sang kakak yang lebih dulu menapaki perjalanan basket dan kini bermain di Indonesian Basketball League (IBL) bersama Dewa United Banten.

Kenzo menjalani perjalanan itu ketika SMA Gloria 1 Surabaya menghadapi SMAN 13 Surabaya (Thirteen) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North, Rabu, 9 September 2026. Bermain di DBL Arena Surabaya, Gloria 1 mengunci kemenangan dengan skor 39-13.

Kenzo ikut menyumbangkan angka dalam kemenangan tersebut. Pemain bernomor punggung 8 itu mencatatkan 7 poin, 2 rebound, dan 1 assist.

Namun jauh sebelum tampil bersama Gloria 1 dan merasakan panggung basket SMA, ia lebih dulu mengenal olahraga tersebut dari pinggir lapangan.

Baca juga: Basket yang Awalnya Vallerie Takuti Kini Jadi Cerita Bersama Papa

Saat berusia 6 tahun, Kenzo sering melihat Kennie bermain basket di DBL Academy. Dari sana muncul keinginan sederhana yang kemudian membawa Kenzo ikut menekuni olahraga yang sama.

"Aku lagi lihat kakakku main basket di DBL Academy. Aku langsung minta Mama, 'Aku mau main basket kayak Koko, Mah.' Soalnya inspirasiku memang Koko. Dari situ aku jadi tertarik dan akhirnya mulai main basket," ujar Kenzo.

Sejak saat itu, Kenzo hampir selalu datang ketika Kennie bertanding. Mama dan papanya juga sering menemaninya menyaksikan sang koko bermain.

Ada satu pertandingan yang sampai sekarang masih melekat dalam ingatan Kenzo. Saat Kennie memasuki tahun keduanya bersama Gloria, ia menghadapi Sinlui dalam pertandingan yang berlangsung sengit.

Kenzo masih mengingat bagaimana pertandingan tersebut berjalan ketat hingga akhir. Laga itu terjadi pada 2023 dan menjadi salah satu momen yang membuatnya semakin dekat dengan perjalanan basket sang koko.

"Yang aku masih ingat itu pas dia tahun kedua di Gloria. Pertandingannya melawan Sinlui dan dari awal sampai akhir itu seru banget. Aku masih ingat suasananya waktu nonton pertandingan itu," kenangnya.

Baca juga: Kisah Kennard dan Kayleen, Kakak Adik yang Raih Mimpi Bersama untuk Petra 1

Kenzo dan Kennie terpaut usia 5 tahun. Ketika Kenzo mulai mengenal basket sejak kelas I SD, Kennie sudah lebih dulu bermain meski baru mulai menekuni basket ketika duduk di kelas IV.

Perjalanan Kennie kemudian terus berkembang hingga akhirnya mencapai level profesional. Kini, sang koko bermain di IBL bersama Dewa United Banten dan masih terus menjadi sosok yang diperhatikan Kenzo.

Bukan hanya sebagai keluarga, Kennie juga menjadi tempat Kenzo belajar tentang permainan. Setelah mulai bermain basket, Kenzo sering meminta sang koko mengevaluasi penampilannya setiap selesai bertanding.

"Aku kalau habis tanding itu biasanya nge chat Koko, 'Ko, hari ini aku kurang apa tadi, Ko?' Nanti dia follow up aku. Kadang kita video call, terus kita ngobrolin game-nya. Jadi aku bisa tahu tadi kurangnya di mana dan apa yang harus aku perbaiki di pertandingan berikutnya," cerita Kenzo.

Keduanya kini berada di kota yang berbeda. Kennie berada di Banten untuk menjalani persiapan pertandingan, tetapi jarak tersebut tidak membuat komunikasi mereka soal basket berhenti.

Salah satu hal yang paling sering diperhatikan Kennie dari permainan Kenzo adalah rasa percaya dirinya. Menurut sang koko, Kenzo masih sering ragu ketika berada di lapangan dan perlu lebih berani menunjukkan kemampuannya.

Baca juga: Kembali Melantai Usai Cedera, Kennard Susanto Bangun Kepercayaan Diri

Hal itu ternyata juga dirasakan Kenzo sendiri. Dalam pertandingan melawan Thirteen, ia menilai masih belum tampil sesuai dengan yang diharapkannya.

Kenzo Elbert Kristanto (nomor punggung 8), pemain SMA Gloria 1 Surabaya, berusaha mengamankan bola saat menghadapi SMAN 13 Surabaya (Thirteen) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North di DBL Arena Surabaya.

"Kalau aku tanding itu terkadang agak takut dan kurang PD (percaya diri) sama diri sendiri. Koko juga tahu kalau aku masih kurang percaya diri. Dia sering bilang aku harus lebih berani lagi karena sebenarnya aku bisa lebih dari yang aku tunjukkan di lapangan," tutur Kenzo.

Selain rasa percaya diri, Kennie juga memperhatikan beberapa bagian lain dari permainan Kenzo. Stamina dan kecepatan menjadi hal yang cukup sering dibicarakan keduanya ketika melakukan evaluasi.

"Koko sering ngomongin stamina sama kecepatanku. Katanya aku masih lambat, jadi harus lebih cepat lagi. Kadang dia juga ngejek aku karena lambat, tapi aku tahu itu supaya aku terpacu buat latihan dan memperbaiki bagian itu," ujar Kenzo.

Evaluasi dari Kennie tidak selalu disampaikan dengan suasana serius. Ketika keduanya bermain bersama, sang koko masih sering menggoda Kenzo karena kecepatannya.

Bagi Kenzo, candaan tersebut justru menjadi bagian dari hubungan mereka. Ia menerima masukan sang koko dan menjadikannya alasan untuk terus berlatih.

"Aku terima pendapatnya dia. Kalau memang aku kurang di bagian itu, ya aku latihan terus. Aku mau lebihin lagi, terutama yang dia bilang masih kurang supaya permainan aku bisa berkembang," katanya.

Baca juga: Putra Sinlui Tak Larut dalam Tekanan, Fokus Siapkan Diri Jelang Laga

Sebelum benar benar memilih basket, Kenzo sempat mencoba beberapa olahraga lain. Ia pernah bermain badminton dan sepak bola. Sang papa juga selalu mendukung apa pun yang dilakukan Kenzo ketika masih mencari olahraga yang paling ia sukai.

Namun basket akhirnya menjadi pilihan. Semua bermula dari kebiasaan melihat Kennie bermain dan rasa kagum yang perlahan berubah menjadi keinginan untuk memiliki perjalanan sendiri di lapangan.

Kenzo Elbert Kristanto mengenakan jersey hitam di sisi kiri, sementara sang koko, Kennie Albert, mengenakan jersey putih di sisi kanan dalam dokumentasi perjalanan basket keduanya. (Foto: dokumentasi pribadi Kenzo Elbert Kristanto)

Kini Kenzo sudah duduk di kelas X dan menjalani musim pertamanya di DBL. Sebelumnya, ia telah tiga tahun berturut turut bermain di Junior DBL bersama SMP Gloria 1 Surabaya.

Pengalaman tersebut membuat panggung DBL bukan sesuatu yang benar benar asing baginya. Meski begitu, bermain sebagai pemain SMA tetap memberikan sensasi berbeda.

Kenzo mengaku sangat antusias menjalani musim pertamanya. Ia tidak merasa terlalu tegang ketika akhirnya mendapat kesempatan bermain di panggung yang selama ini ia kenal sebagai penonton.

Meski Gloria 1 berhasil menang 39-13, Kenzo belum sepenuhnya puas dengan penampilannya. Ia melihat masih ada banyak hal yang harus diperbaiki bersama tim, terutama pertahanan dan rasa percaya diri ketika menjalankan serangan.

"Aku hari ini belum puas. Defense-ku masih biasa-biasa aja dan offense-ku juga kurang PD. Tadi aku merasa masih kurang percaya diri ketika menyerang. Jadi setelah ini aku mau memperbaiki lagi semuanya supaya di pertandingan selanjutnya bisa lebih baik," ujarnya.

Baca juga: Belajar dari Kesalahan, Putra Cheetah East Siap Tampil dengan Mental Baru

Kemenangan atas Thirteen menjadi satu langkah bagi Gloria 1 dalam perjalanan mereka di musim ini. Bagi Kenzo, pertandingan tersebut juga menjadi bagian dari proses untuk menemukan permainan terbaiknya.

Dulu, Kenzo hanya seorang anak enam tahun yang datang ke pertandingan untuk melihat koko-nya bermain. Kini, ia sudah berdiri di lapangan dengan seragamnya sendiri dan membawa mimpi yang tumbuh dari sosok yang sejak awal menjadi inspirasinya.

Kennie mungkin menjadi alasan pertama Kenzo mengenal basket. Namun perjalanan berikutnya menjadi milik Kenzo sendiri.

Ia ingin mengikuti jejak sang koko hingga bisa bermain di level yang lebih tinggi. Bahkan jika kesempatan itu datang, Kenzo ingin membawa mimpinya sampai ke level internasional dan suatu hari bermain untuk Timnas.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Kenzo Elbert Kristanto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMA Gloria 1 Surabaya vs SMAN 13 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Rabu, 9 September 2026
Haornas 2026 dan Sebuah Keyakinan: Prestasi Dimulai dari Partisipasi
1-and-1 Free Throw Rule, Peraturan Khusus Baru di Round 2 DBL East Java-North
Cara Beli Tiket Online DBL West Java-West 2026
Jadwal Opening Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra