ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Momen pemain SMAN 3 Surabaya melakukan free throw di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North akan segera dimulai. Digelar pada 9 hingga 22 September 2026, sebanyak 32 tim putra dan 24 tim putri akan bersaing untuk memperebutkan tiket menuju babak Playoffs.

Pada musim ini, peraturan khusus baru akan diterapkan mulai Round 2, yaitu 1-and-1 Free Throw Rule. Dalam peraturan khusus ini, lemparan bebas (free throw) pertama menjadi penentu apakah pemain mendapatkan kesempatan lemparan bebas tambahan.

Peraturan khusus aturan ini diharapkan dapat menjaga tempo pertandingan, meningkatkan intensitas permainan, sekaligus mendorong para pemain untuk lebih serius mengasah kemampuan dasar dalam basket yaitu shooting khususnya melakukan free throw.

Berdasarkan evaluasi statistik DBL, rata-rata akurasi lemparan bebas seluruh tim pada periode musim 2021 hingga 2025 tercatat sebesar 32 persen. Sementara itu, rata-rata akurasi free throw tim-tim finalis DBL musim 2025/2026 berada di bawah 40 persen. 

Baca juga: Penjelasan Seeding dan Drawing Round 2 DBL East Java-North 2026

Di Round 2 DBL East Java-North musim lalu, salah satu dari sekian banyak faktor kekalahan dalam 53 persen pertandingan dari total 72 gim putra dan putri adalah akurasi lemparan bebas di bawah 40 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak peluang poin yang belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk oleh tim-tim terbaik. Melalui penerapan 1-and-1 Free Throw Rule, setiap pemain diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan lemparan bebas dengan lebih baik.

Lemparan bebas merupakan salah satu kemampuan dasar penting dalam olahraga bola basket. Setiap lemparan bebas yang berhasil masuk bernilai satu poin. Dalam pertandingan dengan skor ketat, satu poin dari garis lemparan bebas dapat menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Konsep yang Memiliki Sejarah Panjang

Konsep yang mendasari 1-and-1 Free Throw Rule memiliki kemiripan dengan sistem one-and-one. Dalam sistem tersebut, pemain harus memasukkan lemparan bebas pertama untuk mendapatkan kesempatan melakukan lemparan bebas berikutnya.

Konsep one-and-one mulai diperkenalkan dalam basket perguruan tinggi di Amerika Serikat (NCAA) pada 1954. Namun, mekanisme yang diterapkan DBL tidak sama persis dengan penerapan one-and-one dalam kompetisi NCAA.

Kemudian, NBA G League mulai menerapkan One Free Throw Rule pada musim 2019/2020. Dalam format tersebut, pemain hanya melakukan satu lemparan bebas, tetapi nilai tembakannya bisa satu, dua, atau tiga poin sesuai dengan jenis pelanggaran yang terjadi.

Model serupa juga diuji dalam NBA Summer League 2026. Sementara itu, dalam aturan DBL, lemparan bebas pertama tetap bernilai satu poin dan menentukan apakah pemain mendapatkan kesempatan melakukan free throw tambahan.

Lantas, seperti apa mekanisme 1-and-1 Free Throw Rule yang diterapkan mulai Round 2 DBL East Java-North 2026?

Baca juga: Hasil Akhir Klasemen Round 1 DBL East Java-North 2026

Tembakan Pertama Menentukan Kesempatan Berikutnya

Ketika terjadi pelanggaran yang memenuhi syarat, pemain yang dilanggar akan melakukan satu lemparan bebas terlebih dahulu. Hasil lemparan bebas pertama tersebut akan menentukan apakah pemain mendapatkan kesempatan berikutnya.

Dalam situasi pelanggaran saat melakukan tembakan dua angka yang gagal, mekanismenya adalah sebagai berikut:

1. Jika lemparan bebas pertama masuk, pemain mendapatkan satu lemparan bebas tambahan.

2. Jika lemparan bebas pertama meleset, tidak ada lemparan bebas tambahan dan bola menjadi hidup untuk diperebutkan melalui rebound.

Dalam situasi pelanggaran saat melakukan tembakan tiga angka yang gagal, mekanismenya adalah sebagai berikut:

1. Jika lemparan bebas pertama masuk, pemain mendapatkan dua lemparan bebas tambahan.

2. Jika lemparan bebas pertama meleset, tidak ada lemparan bebas kedua maupun ketiga dan bola menjadi hidup untuk diperebutkan melalui rebound.

Apabila tembakan berhasil masuk dan pemain tetap dinyatakan melakukan shooting foul, poin dari tembakan tersebut tetap dihitung dan pemain mendapatkan satu lemparan bebas tambahan sesuai aturan standar.

Baca juga: Tiga Tahun Berlalu, IPH Akhirnya Kembali Menutup Laga dengan Kemenangan

Regulasi ini juga berlaku ketika sebuah tim telah memasuki situasi team-foul penalty. Berdasarkan aturan FIBA, sebuah tim memasuki situasi tersebut setelah melakukan empat team foul dalam satu kuarter.

Dalam kondisi tersebut, pelanggaran pribadi berikutnya terhadap pemain yang tidak sedang melakukan gerakan menembak biasanya menghasilkan dua lemparan bebas. Dalam 1-and-1 Free Throw Rule, lemparan bebas pertama menjadi penentu apakah pemain mendapatkan lemparan bebas kedua. 

Apabila lemparan bebas pertama meleset tetapi bola menyentuh ring, bola tetap hidup dan kedua tim dapat memperebutkan rebound. Setelah salah satu tim menguasai bola, permainan langsung dilanjutkan. 

Namun, apabila bola tidak menyentuh ring atau penembak melakukan pelanggaran dalam proses eksekusi, seperti menginjak garis lemparan bebas, tim lawan akan mendapatkan bola melalui lemparan ke dalam (inbound) dari posisi yang ditentukan oleh wasit.

Namun, aturan ini tidak berlaku untuk unsportsmanlike foul dan technical foul. Dalam situasi tersebut, hukuman tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Hanya Berlaku pada Dua Kuarter Pertama

1-and-1 Free Throw Rule hanya berlaku pada kuarter pertama dan kedua dalam setiap pertandingan.

Pada kuarter ketiga dan keempat, seluruh situasi lemparan bebas akan kembali menggunakan regulasi standar. Artinya, pemain akan mendapatkan jumlah lemparan bebas sesuai dengan jenis pelanggaran yang terjadi.

Regulasi Hanya Berlaku dalam Dua Situasi

Pertama adalah shooting foul, yaitu pelanggaran bertahan yang dilakukan ketika pemain lawan sedang melakukan gerakan menembak. 1-and-1 Free Throw Rule berlaku apabila pelanggaran tersebut berdasarkan aturan standar menghasilkan dua atau tiga lemparan bebas.

Kedua adalah team foul, yaitu ketika sebuah tim telah mencapai batas team foul dalam satu kuarter dan melakukan pelanggaran pribadi yang memenuhi syarat terhadap pemain lawan.

1-and-1 Free Throw Rule tidak berlaku untuk technical foul dan unsportsmanlike foul. Hukuman, jumlah lemparan bebas, serta penguasaan bola dalam situasi tersebut tetap mengikuti aturan FIBA.

Baca juga: Satu Dekade Bersama Basket, Ben Kejar Mimpi Bersama Castle

Free Throw Menjadi Lebih Krusial

Penerapan 1-and-1 Free Throw Rule membuat lemparan bebas pertama memiliki peran yang lebih penting. Pemain tidak hanya dituntut untuk mampu mencetak poin dari garis lemparan bebas, tetapi juga harus menjaga konsentrasi karena hasil tembakan pertama menentukan kesempatan berikutnya.

Lemparan bebas yang meleset dan menyentuh ring juga dapat membuka peluang bagi kedua tim untuk mengamankan rebound. Dalam situasi tertentu, satu rebound dapat mengubah penguasaan bola dan memengaruhi jalannya pertandingan.

Karena itu, setiap tim perlu meningkatkan latihan lemparan bebas secara lebih terukur. Penguasaan teknik, konsistensi, dan kemampuan menjaga fokus dalam tekanan menjadi faktor penting untuk memaksimalkan peluang mencetak poin.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Siapkan Diri Sejak SMP, Kim Barlian Tampil All Out Bersama Ciputra

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS