ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Penantian SMA IPH East Surabaya (IPH) selama tiga tahun akhirnya berakhir. Menghadapi SMAN 1 Kebomas Gresik (SNIKS) pada pertandingan keenam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Minggu, 6 September 2026, IPH berhasil mengamankan kemenangan 27-18.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama IPH pada musim ini. Sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan SMAN 21 Surabaya dan SMAN 2 Mojokerto dalam dua pertandingan awal.

David Pieter Parbarita Siahaan ikut mengambil bagian dalam kemenangan tersebut. Bermain selama 31 menit 18 detik, pemain kelas XI itu membukukan 10 poin, dua rebound, dan satu assist.

“Senang, bangga sama tim. First win in three years,” ujar David.

Kemenangan kali ini memang terasa berbeda. IPH terakhir kali meraih kemenangan pada 22 Juli 2023. Namun, catatan tersebut tidak lantas membuat David merasa terbebani ketika kembali menjalani pertandingan tahun ini.

Menurutnya, skuad yang dimiliki IPH sekarang sudah jauh berbeda. Bahkan, ketika kemenangan terakhir itu terjadi, David dan sebagian besar rekan setimnya masih berada di bangku SMP.

“Enggak terbebani sih, soalnya timnya beda sama tiga tahun lalu. Kita dulu masih SMP, sekarang juga kebanyakan pemainnya sudah berbeda,” katanya.

Bagi David, pertandingan hari ini justru menjadi kesempatan untuk membangun cerita mereka sendiri. Terlebih, kemenangan tersebut datang setelah dua kekalahan yang membuat IPH harus kembali mengevaluasi permainan.

Perubahan juga dirasakan David dalam dirinya sendiri. Musim sebelumnya menjadi pengalaman pertamanya tampil di kompetisi ini. Saat itu, ia masih sering merasa tidak percaya diri ketika harus membawa bola dan mengontrol permainan.

Kini, satu tahun berselang, David merasa lebih tenang ketika berada di lapangan.

“Tahun lalu masih takut-takutan, masih enggak percaya diri bawa bola. Sekarang sudah bisa lebih tenang dan lebih bisa mengontrol permainan,” tuturnya.

Basket sendiri sudah menjadi bagian dari keseharian David sejak sekolah dasar. Ia mengenal olahraga tersebut dari kebiasaannya bermain bersama teman-teman. Dari sana, basket terus ia jalani hingga akhirnya menjadi bagian dari tim IPH.

Di dalam tim, David juga tidak menjalani semuanya sendirian. Ada Jefferson Ong, rekan yang sudah dekat dengannya sejak kelas IX SMP. Keduanya kini sama-sama duduk di kelas XI dan kembali menjadi rekan satu tim di IPH.

Bagi Jefferson, keberadaan David membuat pengalamannya bermain di kompetisi ini terasa lebih menyenangkan.

“Seru karena ada David. Kelihatannya seru, timnya juga solid. Bisa lebih banyak teman juga,” kata Jefferson.

Kedekatan yang sudah terbangun sejak SMP membuat komunikasi keduanya di lapangan terasa lebih mudah. Jefferson memahami beberapa kebutuhan David ketika bermain, termasuk ketika harus membantu memberikan *screen*.

“Kalau David minta aku screen, ya aku siap. Kami lumayan sering komunikasi di lapangan,” ujarnya.

Meski begitu, komunikasi tidak selalu mudah ketika melibatkan seluruh anggota tim. Banyaknya pemain yang baru bergabung membuat IPH membutuhkan waktu untuk menemukan chemistry.

“Yang paling susah mungkin komunikasi kita. Waktu mulai main, kita masih kurang komunikasi karena banyak yang baru bergabung,” jelas David.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian pelatih dalam pertandingan kali ini. Selain meminta pemain menjalankan game plan, IPH juga diminta bermain lebih rileks dan menjaga kondisi mental sepanjang pertandingan.

David memahami bahwa keunggulan saja belum cukup untuk memastikan kemenangan. Tim tetap harus menjaga fokus agar tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengejar.

“Coach lebih menekankan game plan, terus main lebih rileks dan mentalnya harus kuat. Kalau sudah unggul jauh juga enggak boleh malas, karena lawan masih bisa comeback,” tuturnya.

Menjaga mental menjadi salah satu tantangan yang paling ia rasakan selama pertandingan. Ketika lawan mulai memperkecil jarak, suasana di dalam tim juga bisa ikut berubah.

“Kalau kena comeback, kita tiba-tiba bisa kalah jauh. Motivasi tim jadi down, akhirnya enggak bisa fokus lagi. Sudah seperti marah-marah semua,” kata David.

Kemenangan akhirnya tetap berhasil mereka pertahankan hingga akhir pertandingan. Meski begitu, David tidak ingin hasil positif tersebut membuat IPH berhenti melakukan evaluasi.

Salah satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah eksekusi free throw. Menurut David, cukup banyak kesempatan dari garis tembakan bebas yang belum mampu dimanfaatkan menjadi tambahan angka.

“Yang kurang puas itu banyak free throw yang enggak masuk. Tapi kalau secara keseluruhan, permainan tim jauh lebih bagus dibanding match sebelumnya,” ujarnya.

Dua kekalahan di awal musim akhirnya terjawab pada pertandingan ketiga. Setelah tiga tahun menunggu, IPH kembali memiliki kemenangan untuk mereka catat sendiri.

Bagi David, kemenangan atas SNIKS bukan sekadar mengakhiri catatan panjang sejak 2023. Ini menjadi awal baru bagi IPH untuk membangun cerita mereka sendiri bersama skuad yang berbeda.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil David Pieter Parbarita Siahaan bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

 

Hasil akhir pertandingan SMA IPH East Surabaya vs SMAN 1 Kebomas Gresik bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS