Dalam 3 tahun terakhir, ada si kembar yang tidak pernah berhenti untuk berjuang di lapangan sembari mengenakan seragam SMAN 2 Cibinong (Smavo).
Mereka adalah Karimah Bassam Faris Sawaftah dan Hadaya Bassam Faris Sawaftah. Musim ini merupakan kesempatan terakhir mereka untuk membawa bangga nama Smavo di panggung Honda DBL with Kopi Good Day West Java-West.
Maka dari itu, Karimah dan Hadaya tidak ingin menyia-nyiakan momen ini. Sehari sebelum pertandingan dimulai, mereka telah melakukan sejumlah persiapan agar bisa memberikan permainan terbaik di GOR Pajajaran Kota Bogor.
“Biasanya malam sebelum tanding kami coba buat penguatan badan dan coba-coba drill di rumah,” sebut Hadaya.
Bagasi rumah pun menjadi saksi bisu kerja keras Karimah dan Hadaya saat melakukan beragam drill tersebut. Bukan hanya itu, mereka juga kerap menghabiskan waktu di lapangan basket Taman Pancakarsa untuk mengasah fundamental mereka.
Baca juga: Hasil DBL West Java-West: Putra Smantic dan PSKD VII Menang Meyakinkan!

Hadaya Bassam Faris Sawaftah mengendalikan bola untuk SMAN 2 Cibinong di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
Karimah dan Hadaya sendiri mulai mengenal olahraga basket saat mereka masih menduduki bangku kelas VIII SMP. Rasa penasaran akhirnya semakin mendorong mereka untuk belajar lebih banyak.
“Aku sama kembaranku awalnya coba iseng-iseng aja ikut ekstrakurikuler basket karena kelihatan seru dan euforianya ada banget. Setelah masuk ke dunia basket juga teman-temannya saling merangkul dan support satu sama lain,” cerita Hadaya.
Musim ini, Karimah dan Hadaya memilih untuk menggunakan nomor punggung 1 dan 0. Nomor 0 digunakan Hadaya karena ia suka dengan permainan Stephaun Branch, salah satu bintang Bogor Hornbills.
Di sisi lain, sang kakak menggunakan nomor 1 untuk memberi penghormatan kepada sang Mama, Ani Nuraini. “Karena tanggal ulang tahun Mama. Mama yang udah berjuang buat kita berdua as a single parent,” tutur Hadaya.
Baca juga: Dari Bogor hingga Depok, Tiga Tim Bawa Ragam Nusantara di AQUA DBL Dance

Hadaya Bassam Faris Sawaftah dan Karimah Bassam Faris Sawaftah bersama sang mendiang ayah (Foto: dokumentasi pribadi Hadaya Bassam Faris Sawaftah)
Hingga saat ini, Mama tidak pernah absen untuk memberikan dukungan dalam bentuk apa pun untuk perkembangan mereka sebagai student-athlete. “Mama yang selalu berusaha untuk memenuhi kebetuhan basketku dan kembaranku,” tegas Hadaya.
Tentu sang mendiang ayah akan bangga melihat kerja keras mereka semua. Apalagi Karimah dan Hadaya selalu konsisten menunjukkan semangat pantang menyerah di lapangan.
“Bisa main dan berjuang bareng di panggung sebesar DBL itu jujur pengalaman yang berarti banget yang gak bakal bisa dibeli pakai apa pun itu,” ucap Hadaya.
Kemudian, sebagai anak kembar, tentu Karimah dan Hadaya memiliki ciri khas yang membuat mereka semakin kompak dan tidak bisa dipisahkan. “Kalo misal aku nangis, tiba-tiba kembaran aku juga ikutan nangis,” ujar Hadaya.
Di laga perdana putri Smavo pada musim ini, mereka harus mengakui keunggulan Global Prestasi School Bekasi dengan skor akhir 29-10. Baik Karimah maupun Hadaya masing-masing mengumpulkan lima poin.
Baca juga: GPS Bekasi hingga SMAN 2 Cibinong Ramaikan AQUA DBL Dance 2026 West Java-West

Karimah Bassam Faris Sawaftah menembak bola untuk SMAN 2 Cibinong di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
Meski perjalanan mereka harus berhenti lebih awal, Karimah dan Hadaya tetap mendapatkan banyak hal selama bermain di DBL.
“DBL merupakan panggung pendewasaan yang paling berharga pada masa SMA. Lebih dari sekedar kalah, menang, ataupun bawa nama sekolah, tapi di sini kita juga bangun mental dan kami juga belajar untuk tetap tenang di bawah tekanan,” tegas Hadaya.
Pengalaman berharga selama bertanding di DBL West Java-West akan membuat Karimah dan Hadaya untuk lebih siap dalam membuat keputusan berikutnya.
Karimah dan Hadaya kecil yang saat itu penasaran dengan ekstrakurikuler basket tentu akan merasa gembira ketika melihat perkembangan diri mereka pada masa depan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Hasil AZA 3X3 Competition West Java-West: Juara Bertahan Tampil Perkasa!
Profil Karimah Bassam Faris Sawaftah bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)
Profil Hadaya Bassam Faris Sawaftah bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)