ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi penggawa SCS, Jayden Wijaya saat berlaga menghadapi Petra 4 Sidoarjo di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Tujuh bulan bukan waktu yang singkat bagi Jayden Wijaya. Selama itu, pemain Surabaya Cambridge School (SCS) tersebut harus berjuang memulihkan diri setelah cedera ACL yang membuatnya kehilangan kesempatan tampil di DBL East Java-North musim lalu.

Kini, Jayden kembali ke lapangan. Bukan lagi sebagai student-athlete yang hanya menyaksikan rekan-rekannya bertanding dari bangku cadangan, tetapi sebagai bagian dari SCS yang kembali mengejar mimpi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Cedera itu terjadi sekitar dua bulan sebelum DBL musim lalu. Saat membela SCS di Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Jayden mengalami cedera pada lutut kirinya ketika melakukan gerakan lay-up.

SCS tetap melanjutkan perjuangannya hingga di partai puncak DBL East Java-North 2025. Sementara Jayden harus menerima kenyataan bahwa dirinya hanya bisa menyaksikan timnya bertanding.

Baca juga: Lama Menunggu Kesempatan, Jonathan Akhirnya Debut Bersama Unsur di DBL

“Sedih sih. Senang juga karena timku bisa jalan terus, tapi gregetan juga karena harusnya aku main,” kenangnya.

Sekitar satu hingga dua bulan setelah cedera, Jayden menjalani operasi pada bulan Agustus 2025. Proses operasi berlangsung sekitar tiga hingga empat jam. Setelahnya, ia memasuki fase pemulihan yang jauh lebih panjang.

Hampir setiap hari dihabiskan untuk gym, latihan di rumah, hingga fisioterapi. Dua bulan pertama menjadi fase yang paling berat. Jayden bahkan harus menggunakan tongkat dan kembali belajar melakukan gerakan sederhana seperti berjalan dan berjongkok.

Di tengah proses tersebut, satu hal yang terus ia nantikan adalah kembali bermain basket.

“Saya setiap hari doa sama Tuhan supaya cepat sembuh dan bisa balik lagi ke DBL. Karena itu memang mimpi saya, bisa balik main buat SCS,” ujarnya.

Baca juga: Pulang dari Uganda, Pak Gangga Akhirnya Kembali Dukung Khalif Secara Langsung!

Keinginan itu bukan tanpa alasan. Basket sudah menjadi bagian dari hidup Jayden sejak berusia tujuh tahun.

Awalnya, ia mengenal basket dari gim NBA 2K. Sang ayah kemudian mengajaknya mencoba bermain langsung. Kebetulan, ada lapangan basket di rumah mereka. Dari sana, Jayden mulai rutin berlatih shooting bersama sang ayah hingga akhirnya jatuh cinta dengan olahraga basket.

Karena itu, ketika cedera membuatnya harus berhenti, kehilangan kesempatan bermain terasa begitu berat.

Meski saat laga final belum bisa tampil, Jayden tetap datang menyaksikan pertandingan SCS. Para pelatih juga mengatur agar ia tetap bisa masuk ke lapangan dan merasakan atmosfer pertandingan bersama tim.

Perlahan, kesempatan untuk kembali akhirnya datang.

Baca juga: Dikenalkan Ayah Sejak SD, Devi Jalani Debut Bersama Putri Castle di Round 2

Sekitar April 2026, Jayden mulai kembali bermain. Kondisinya belum sepenuhnya pulih. Ia masih berjalan pincang dan menyimpan rasa trauma setelah cedera ACL.

Waktu persiapan menuju DBL East Java-North pun tidak banyak. Jayden hanya memiliki sekitar tiga bulan untuk mengembalikan kemampuan bermainnya.

Ia memulai semuanya secara bertahap. Dari bermain santai bersama teman-teman sekolah, kemudian perlahan kembali berlatih bersama pelatih dan trainer. Rasa takut masih ada. Namun, Jayden belajar untuk kembali percaya pada tubuhnya sendiri.

“Dulu saya nggak terlalu takut. Sekarang masih ada takutnya, tapi makin hari makin kecil. Saya coba percaya sama badan saya sendiri dan tetap positif,” katanya.

Perjalanan itu juga tidak ia jalani sendirian.

Orang tua, teman, dan keluarga terus memberikan dukungan. Bahkan, seluruh rekan setim Jayden datang pada malam setelah dirinya menjalani operasi.

Ketika Jayden masih terlihat pincang atau kelelahan saat kembali berlatih, teman-temannya terus menyemangati.

Baca juga: Delano Sutandio, Putra Lombok yang Jadi Penentu Cheetah West Lewat Tripoin

“Ayo Jayden, bisa. Kamu bisa balik lagi,” begitu kalimat yang sering ia dengar.

Dukungan juga datang dari sang pelatih. Jayden merasa pelatihnya tidak pernah memberikan tekanan berlebihan selama proses comeback.

“Hati-hati, Jayden. Kamu bisa kok. Coach percaya, tapi kamu hati-hati,” kenangnya.

Kini, perjuangan tujuh bulan itu mulai menemukan hasilnya.

Pada pertandingan pertama SCS di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 12 September 2026, Jayden membantu SCS meraih kemenangan menghadapi SMA Petra 4 Sidoarjo, SCS menang meyakinkan dengan skor 38-11.

Jayden turut menyumbangkan 6 poin, 1 rebound, dan 2 assist.

Namun, tidak hanya catatan statistik, bisa kembali mengenakan jersei dan berjuang bersama SCS menjadi momen penting bagi Jayden. Setelah musim lalu hanya bisa melihat timnya bertanding, kini ia kembali berada di tengah perjuangan tersebut.

Dan bagi Jayden, comeback ini bukanlah tujuan akhir. Ia masih membawa satu mimpi yang sejak awal menjadi alasan untuk terus menjalani proses pemulihan.

“Champion. Aku mau champion. Champion harga mati,” tegasnya.

Baca juga: Catatan Menit Bermain Musim Lalu Jadi Motivasi Vincent Bersama Smekda

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS