SMA Gloria 2 Surabaya mengamankan kemenangan pada pertandingan kedua Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 12 September 2026. Berhadapan dengan SMA Vita Surabaya, Gloria 2 menang 37-19.
Nathaniel Brasen Lios menjadi salah satu pemain yang berkontribusi untuk Gloria 2. Bermain penuh selama 30 menit, Lios menyumbangkan 16 poin, 4 rebound, dan 1 assist.
Lios turut menyumbangkan angka melalui beberapa kesempatan yang didapatnya sepanjang pertandingan. Dua tripoinnya bahkan hadir pada kuarter keempat ketika Gloria 2 semakin menjauh dari Vita.
Baca juga: Dikenalkan Ayah Sejak SD, Devi Jalani Debut Bersama Putri Castle di Round 2
Bagi Lios, penampilan tersebut menjadi salah satu gambaran dari hasil latihan yang selama ini ia jalani. Terlebih, ada satu bagian yang menurutnya mengalami perkembangan dibandingkan pertandingan sebelumnya, yakni free throw.
"Game sebelumnya free throw-ku jelek banget. Setelah itu aku latihan lagi di sekolah sampai dapat feel-nya. Hari ini puji Tuhan bisa masuk empat dari lima. Jadi aku cukup senang karena ada perbaikan dari pertandingan sebelumnya," tuturnya.
Akurasi tembakan tiga angka juga menjadi bagian dari persiapan Lios. Dalam latihan, ia rutin mendapat porsi shooting untuk mengasah ketepatan sekaligus membangun kepercayaan dirinya saat mendapat kesempatan menembak.
"Hampir setiap latihan kami ada latihan akurasi three point. Biasanya disuruh tembak 20 kali di setiap spot dan ada lima spot. Jadi karena sudah sering latihan seperti itu, aku merasa lebih percaya diri waktu dapat kesempatan menembak. Kalau masuk juga tidak terlalu kaget," jelas Lios.
Baca juga: Pulang dari Uganda, Pak Gangga Akhirnya Kembali Dukung Khalif Secara Langsung!
Meski tampil dengan catatan 16 poin, Lios tetap melihat ada bagian dari permainannya yang perlu diperbaiki. Ia merasa terkadang terlalu bersemangat ketika membawa bola sehingga tempo permainan menjadi lebih cepat dari yang seharusnya.
Sebagai point guard, ia perlu lebih tenang dalam mengatur pace permainan. Hal itu menjadi salah satu evaluasi yang ingin ia bawa ke pertandingan berikutnya.
Nathaniel Brasen Lios (nomor punggung 1), pemain SMA Gloria 2 Surabaya menggiring bola saat menghadapi SMA Vita Surabaya pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
"Kalau sudah terlalu semangat, kadang waktu bawa bola aku jadi terlalu cepat. Akhirnya pace permainan juga ikut terlalu cepat. Jadi itu yang masih mau aku perbaiki supaya bisa lebih tenang dan mengontrol permainan," ujarnya.
Kemampuan untuk bermain lebih tenang juga tidak datang begitu saja bagi Lios. Ada proses panjang yang membawanya sampai ke titik tersebut. Salah satunya adalah menghadapi rasa grogi yang dulu cukup sering muncul ketika ia bermain basket.
Baca juga: Lama Menunggu Kesempatan, Jonathan Akhirnya Debut Bersama Unsur di DBL
Lios mengenal basket sejak kelas II SD. Saat itu, ia belum memiliki keinginan untuk menjadi pemain basket. Ia hanya mengikuti sang kakak yang lebih dulu bermain. Keduanya sering bermain bersama hingga akhirnya sang kakak berhenti.
Lios justru memilih melanjutkan.
"Awalnya pas SD itu main sama koko. Karena dia suka main, aku jadi ikut suka. Waktu koko berhenti basket, aku malah lanjut. Dari situ terus sampai sekarang," cerita Lios.
Memasuki SMP, basket mulai ia jalani dengan lebih serius. Ia bergabung dengan klub di luar sekolah dan mengikuti latihan privat. Dari yang awalnya sekadar bermain bersama sang kakak, Lios mulai membangun kemampuannya sebagai pemain.
Namun, proses tersebut juga diwarnai rasa gugup ketika bertanding. Saat masih SD dan SMP, ia mengaku sering merasa grogi ketika berada di lapangan. Hal itu bahkan beberapa kali menjadi bahan pembicaraan bersama keluarga.
"Dulu pas SD sama SMP aku sering grogi kalau main. Koko sama mama papa juga sering ngomongin aku yang masih suka grogi. Jadi sejak masuk SMA aku mulai pasang mindset supaya bisa lebih tenang," ungkapnya.
Baca juga: Dukungan Orang Tua Warnai Perjalanan Reinhart Bersama Gloria 2
Kini, di kelas XII, Lios merasa kondisinya sudah jauh lebih baik. Pertandingan melawan Vita menjadi salah satu buktinya. Ia tetap bisa menjalankan perannya dan mengambil keputusan di lapangan tanpa terlalu terbebani rasa gugup seperti sebelumnya.
Perjalanan tersebut tidak terlepas dari dukungan keluarganya. Mama dan papa menjadi sosok yang terus memberikan dorongan, termasuk sebelum pertandingan. Sementara itu, sang kakak punya peran yang lebih panjang dalam cerita basket Lios.
Sang kakak kini sedang menempuh pendidikan di Australia. Jarak membuat keduanya tidak lagi bisa bermain bersama seperti ketika Lios masih SD. Namun, basket tetap menjadi salah satu hal yang menghubungkan mereka.
Sang kakak masih mengikuti pertandingan Lios melalui live streaming. Setelah pertandingan, evaluasi pun tetap diberikan, baik ketika Lios bermain kurang baik maupun ketika tampil bagus.
"Kalau mainku sedikit jelek biasanya diomelin. Dibilangin cara main yang benar, terus disuruh latihan lagi. Kalau main bagus juga tidak langsung dibilangin hebat. Biasanya tetap diingatkan jangan overconfident karena masih ada game berikutnya dan harus tetap fokus," katanya.
Baca juga: Mimpi Sang Ayah yang Kini Tumbuh di Perjalanan Davin
Bagi Lios, masukan dari sang kakak bukan sesuatu yang berhenti ketika mereka tidak lagi berada di lapangan yang sama. Dukungan itu tetap berjalan meski kini keduanya terpisah jarak.
Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian dari perjalanan Lios. Di lapangan, ia juga terus mendapat ruang untuk berkembang bersama Gloria 2.
Menjelang Round 2, intensitas latihan Gloria 2 juga meningkat. Evaluasi dari Round 1 membuat mereka memberi perhatian lebih pada pertahanan dan akurasi shooting.
Latihan tersebut perlahan memberi hasil. Tidak hanya lewat tiga tripoin yang masuk ketika menghadapi Vita, tetapi juga melalui free throw yang berhasil ia perbaiki dari pertandingan sebelumnya.
Perjalanan yang dimulai dari bermain bersama sang kakak di kelas II SD itu kini sudah membawanya sampai tahun terakhir SMA. Ada kemampuan yang masih harus diperbaiki, ada pertandingan yang masih menunggu, dan ada satu kebiasaan lama yang perlahan berhasil ia tinggalkan.
Rasa grogi yang dulu kerap muncul kini tidak lagi menjadi penghalang utama. Lios masih belajar mengatur tempo, menjaga akurasi, dan bermain lebih tenang. Namun, satu hal sudah berubah. Basket yang dulu ia ikuti karena sang kakak kini menjadi perjalanan yang ia pilih sendiri.
Baca juga: Dari Lutut yang Cedera, Coach Christo Bangun Kultur Baru di Gloria 2
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Nathaniel Brasen Lios bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA Vita Surabaya vs SMA Gloria 2 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).