ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Christoforus Mardiningtya, pelatih SMA Gloria 2 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Cedera lutut sempat membuat Christoforus Mardiningtyas mengubah arah hidupnya di basket. Ia yang sebelumnya ingin terus mengejar karier sebagai pemain, akhirnya memilih berdiri di pinggir lapangan dan menekuni dunia kepelatihan.

Kini, keputusan itu membawanya ke babak baru bersama SMA Gloria 2 Surabaya.

Musim ini menjadi tahun pertama Christo menangani Gloria 2. Sejak bergabung pada Januari 2026, ia melihat tim putra memiliki kemampuan individu yang cukup merata. Namun, ada satu hal yang menurutnya perlu segera dibenahi yaitu ego.

Skill mereka memang bagus. Jujur, skill mereka ada dan hampir rata. Cuma karena kemampuannya hampir sama, mereka jadi saling ingin show off. Jadi awalnya ego mereka memang tinggi. Itu yang ingin saya hilangkan,” ujar Christo.

Alih-alih hanya mengejar hasil, Christo memilih membangun kebiasaan baru. Salah satunya melalui intensitas latihan yang meningkat.

Baca juga: Smansa Gresik Ingin Tinggalkan Legacy Lewat DBL

Tiga bulan pertama, Gloria 2 berlatih tiga hingga empat kali dalam sepekan. Memasuki Mei hingga Agustus, jadwalnya bertambah menjadi lima kali seminggu, termasuk latihan pada hari Sabtu pukul 05.00.

Bagi Christo, latihan subuh bukan sekadar cara menambah porsi latihan. Ia ingin melihat kesungguhan pemain dalam menjalani proses.

“Dari latihan subuh itu bisa kelihatan kemauan mereka. Mereka disiplin enggak? Kita latihan pagi mereka tetap datang enggak? Terus kualitas latihan tetap bagus apa enggak?” tuturnya.

Disiplin menjadi salah satu kultur yang ingin ia tanamkan. Di saat yang sama, Christo berusaha mengubah ego individu menjadi chemistry sebagai tim.

Perlahan, perubahan itu mulai terlihat.

“Tahun ini chemistry anak-anak sudah mulai kelihatan, sudah mulai kebangun. Disiplinnya sudah mulai kebangun,” katanya.

Bagi Christo, membangun chemistry tidak hanya dilakukan lewat latihan. Ketika ada pemain yang mengalami underperform, ia memilih mengajak mereka berbicara secara personal.

Ia juga beberapa kali menghabiskan waktu bersama para pemain di luar lapangan, mulai dari makan hingga nongkrong bersama. Pada Juli lalu, tim putra Gloria 2 bahkan menjalani training camp selama tiga hari dua malam di Salatiga.

Pemilihan lokasi tersebut juga menjadi bagian dari proses. Christo ingin pemainnya belajar dari kultur basket yang berbeda. Gloria 2 kemudian menjalani sparring melawan tim kedua Satya Wacana.

“Kami tahu progres Satya Wacana di level kampus sangat pesat. Jadi kami mau belajar dari mereka, mendapatkan ilmunya supaya kami bisa improve juga,” jelasnya.

Baca juga: Sixteenagers Lanjutkan Perjalanan Kratos, Cermin Kebangkitan Sixteen di DBL

Proses tersebut akhirnya berbuah hasil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Tim putra Gloria 2 berhasil menyapu bersih tiga laga di Grup A. Pada pertandingan terakhir hari Minggu, 30 Agustus 2026, mereka menundukkan SMA Muhammadiyah 1 Gresik dengan skor 27-23.

Kemenangan itu memastikan Gloria 2 melaju ke Round 2.

Namun, tiket tersebut bukan garis akhir bagi Christo. Target berikutnya sudah menunggu yaitu membawa Gloria 2 melewati Round 2 hingga mencapai playoff.

Masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dari sisi defense dan akurasi.

Perjalanan Christo sendiri menuju titik ini juga tidak terjadi dalam semalam.

Sebelum menjadi pelatih, ia merupakan student athlete SMAN 10 Surabaya. Saat itu, ia masih ingin melanjutkan karier sebagai pemain. Ia bahkan sempat mengikuti program development player di Pacific Caesar.

Namun, cedera lutut yang dialaminya setelah lulus SMA perlahan membuatnya mempertimbangkan jalan lain.

“Awalnya mau fokus di karier pemain. Cuma setelah jalan dua tahun jadi pemain, lututnya sudah mulai linu semua. Sudah cedera. Jadi akhirnya saya langsung banting setir ke pelatih,” kenangnya.

Pada 2023, Christo sempat diminta membantu melatih di SMAN 10. Karena belum memiliki lisensi, ia justru bergabung sebagai bagian dari tim medis. Setelah mengambil lisensi pada tahun yang sama, ia mulai menapaki dunia kepelatihan.

Baca juga: Koreo 'Ini Abadi' VAMOS DREI: Obati Rindu hingga Aksi Donasi Bencana

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS