ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Devi Sukmaningsih (nomor punggung 22), pemain SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle), menggiring bola saat menghadapi SMA Cita Hati East Surabaya (Cheetah East) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat, 11 September 2026.

Ada satu momen yang paling diingat Devi Sukmaningsih dari pertandingan pertamanya di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Bukan saat melihat skor atau mengetahui waktu yang tersisa, melainkan ketika ia melakukan steal lalu menuntaskannya dengan layup.

Devi bersama SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle) harus melewati pertandingan panjang menghadapi SMA Cita Hati East (Cheetah), Jumat, 11 September 2026. Putri Castle akhirnya menang 29-26 melalui overtime setelah kedua tim bermain imbang 24-24 hingga kuarter keempat.

Devi menutup laga dengan 8 poin, 3 rebound, dan 2 assist. Salah satu momen yang paling diingatnya terjadi ketika ia berhasil melakukan steal dan langsung menyelesaikannya dengan layup.

Baca juga: Pulang dari Uganda, Pak Gangga Akhirnya Kembali Dukung Khalif Secara Langsung!

Pada kuarter keempat, Devi kembali menunjukkan permainan bertahannya. Ia melakukan steal ketika lawan mencoba mengalirkan bola, kemudian membawa bola dalam fast break sebelum menyelesaikannya dengan layup. 

Devi mengaku tidak terlalu memperhatikan skor maupun waktu yang berjalan selama pertandingan. Fokusnya hanya tertuju pada permainan yang sedang berlangsung.

"Aku benar-benar enggak lihat skor sama sekali. Aku benar-benar fokus di game-nya. Jadi aku enggak tahu ini udah kuarter berapa atau menit berapa," ujarnya.

Ia masih mengingat bagaimana steal tersebut bermula dari upayanya menekan lawan. Saat melihat celah ketika lawan hendak mengalirkan bola, Devi langsung memanfaatkannya.

"Dia tuh kayak mau passing, terus aku benar-benar press. Terus ada celah, aku ambil kena steal, habis itu akhirnya aku lay up finishing masuk," tuturnya.

Baca juga: Basket yang Awalnya Vallerie Takuti Kini Jadi Cerita Bersama Papa

Debut di Round 2 ternyata tidak membuat Devi larut dalam suasana pertandingan. Ia sempat terkejut ketika pertama kali melihat ramainya arena, terutama karena banyak suporter dan teman-temannya yang hadir.

Setelah itu, Devi memilih untuk tidak terlalu memikirkan ramainya arena. Baginya, yang terpenting adalah tetap menjalankan permainan bersama tim.

"Awal masuk itu kayak kaget, oh rame ya. Apalagi suporter banyak, teman-teman juga. Tapi tetap kayak tenang aja mainnya, santai. Anggap aja mereka tuh kayak enggak ada. Jadi benar-benar kita cuma game doang dan serius di game-nya," katanya.

Devi Sukmaningsih (nomor punggung 22), pemain SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle), menguasai bola saat menghadapi SMA Cita Hati East Surabaya (Cheetah) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Cara Devi menjaga fokus tersebut terbentuk dari perjalanan panjangnya bersama basket. Meski baru menjalani musim pertamanya di SMA, ia sudah mengenal olahraga ini sejak kelas II SD.

Sebelum basket, Devi sempat mengikuti karate. Ia hanya bertahan sekitar satu bulan karena lingkungan latihannya didominasi anak laki-laki. Setelah memutuskan berhenti, sang ayah meminta Devi memilih kegiatan lain agar tidak hanya menghabiskan waktu di rumah.

Devi kemudian memilih ikut ke lapangan basket. Saat itu, ia sebenarnya belum punya bayangan untuk menekuni olahraga tersebut. Ia hanya ingin melihat kegiatan yang dilakukan ayahnya di lapangan.

Baca juga: Kisah Kennard dan Kayleen, Kakak Adik yang Raih Mimpi Bersama untuk Petra 1

Dari sekadar melihat, Devi mulai mencoba bermain. Ia mulai melakukan latihan sederhana dan perlahan terbiasa dengan bola basket.

"Terus akhirnya aku disuruh milih mau ikut apa. Aku bilang, ya udah ikut ke lapangan aja, mau lihat. Akhirnya lihat basket. Terus kelas II SD itu mulai main basket sampai sekarang," cerita Devi.

Sejak kelas II SD, Devi sudah bergabung dengan klub. Namun, basket belum langsung menjadi sesuatu yang ia jalani dengan serius.

Selama beberapa tahun berikutnya, Devi masih bermain untuk bersenang-senang. Ia tetap mengikuti latihan dan pernah bermain dalam pertandingan, tetapi belum memiliki dorongan untuk benar-benar mengejar perkembangan sebagai pemain.

Keseriusan itu mulai tumbuh ketika Devi duduk di kelas VI SD. Salah satu hal yang membuat pandangannya terhadap basket berubah adalah kebiasaannya melihat pertandingan DBL.

Dari pertandingan-pertandingan yang ia lihat, Devi mulai mengetahui seperti apa permainan basket di level yang lebih tinggi. Ia pun perlahan punya keinginan untuk menekuni olahraga yang sudah dikenalnya sejak kecil tersebut.

"Soalnya ikut lihat ke DBL. Sering. Terus kayak, oh kayak gini ya mainnya. Akhirnya coba nekunin di basket itu," ujarnya.

Baca juga: Delano Sutandio, Putra Lombok yang Jadi Penentu Cheetah West Lewat Tripoin

Basket pun akhirnya tidak lagi sekadar kegiatan yang ia lakukan karena ikut ayah. Devi mulai membangun perjalanannya sendiri sebagai pemain.

Meski begitu, sosok ayah tetap punya tempat penting dalam perjalanan tersebut. Sang ayah menjadi orang yang pertama kali membawanya ke lingkungan basket. Devi juga beberapa kali melihat ayahnya bermain ketika masih kecil.

Hubungan keduanya dengan basket membuat olahraga ini menjadi bagian yang cukup dekat dalam keseharian Devi. Bahkan, evaluasi setelah pertandingan juga sering menjadi bahan obrolan mereka.

Namun, Devi tidak hanya menerima evaluasi dari ayahnya. Ia juga mulai mengenali sendiri bagian permainan yang masih harus diperbaiki.

Salah satunya adalah kemampuan melakukan drive menggunakan tangan kiri. Devi merasa lebih percaya diri saat membawa bola dari sisi kanan sehingga kemampuan tangan kirinya masih terus dilatih.

"Kalau kanan aku udah benar-benar bisa. Cuman kalau kiri aku sering kayak gugup gimana gitu. Jadi kayak kiri tuh kurang, selalu dilatih di kiri," ungkapnya.

Baca juga: Catatan Menit Bermain Musim Lalu Jadi Motivasi Vincent Bersama Smekda

Pertandingan melawan Cheetah East juga memberinya catatan lain. Devi merasa pertahanannya masih perlu diperbaiki setelah beberapa kali tangannya terlalu aktif ketika menjaga lawan.

"Yang perlu dievaluasi mungkin defend-nya sih. Tanganku tadi agak jahil banget, akhirnya kena foul," ucapnya.

Putri Castle sendiri harus melewati overtime untuk memastikan kemenangan. Dalam situasi pertandingan yang ketat, Devi menilai komunikasi dan chemistry antarpemain menjadi hal yang penting.

"Chemistry sama komunikasi yang bagus. Itu benar-benar penting banget," katanya.

Pengalaman tersebut menjadi modal Devi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Ia ingin tetap bermain tenang seperti pada debutnya, tetapi juga lebih disiplin menjalankan arahan yang diberikan.

"Mainnya tetap tenang aja, terus fokus sama game-nya, dengerin apa arahan coach-nya, terus tetap saling support teman-temannya,” tutur Devi.

Baca juga: Ramadhan Mahardika, Jauh dari Blitar demi Ambisinya Bersama Putra Sinlui 

Setelah membantu Castle membuka perjalanan Round 2 dengan kemenangan, Devi juga membawa target pribadi. 8 poin yang dicetaknya kali ini belum memenuhi angka yang ia inginkan.

Target lebih dari 10 poin pun menjadi catatan Devi untuk pertandingan berikutnya. Setelah melewati debut Round 2 dengan kemenangan, ia kini punya satu hal lagi untuk dikejar.

"Bisa menang dan punya target harus bisa poin di atas 10," kata Devi.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Devi Sukmaningsih bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMA Cita Hati East Surabaya vs SMAN 1 Puri Mojokerto bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS