Satu darah, satu chemistry di lapangan. Itulah gambaran kekompakkan saudara kembar Alexander Russford Setiadinata (Russford) dan Maximillian Maxford Setiadinata (Maxford) saat berlaga di Junior DBL 2026 Jakarta.
Keduanya sama-sama mendapat kesempatan untuk membela tim putra SMP Pangudi Luhur Jakarta (Pangudi Luhur). Tak hanya bermain bersama, Russford dan Maxford juga turut mengantarkan timnya meraih kemenangan atas SMPN 85 Jakarta (Eighty Five) dengan skor meyakinkan 36-28 pada Senin, 26 Oktober 2026.
Kontribusi keduanya turut mewarnai kemenangan Pangudi Luhur. Maxford tampil impresif dengan mencatatkan 11 poin, 6 rebound, dan 3 assist. Sementara itu, Russford menyumbangkan 3 poin dan 2 rebound untuk timnya.
Bermain dalam satu tim sebagai saudara kembar menjadi keuntungan tersendiri bagi keduanya.
“Kita sering banget main basket di rumah, jadi udah ada chemistry dari awal dan bisa makin kompak mainnya kalau di lapangan,” ungkap Maxford.
Baca Juga: Kisah Si Kembar Mikael-Gabriel di Balik Kemenangan SMP Pangudi Luhur
Kekompakan yang mereka tunjukkan di Junior DBL 2026 Jakarta ternyata bukan sesuatu yang terbentuk secara instan. Keduanya telah mengenal basket sejak berusia enam tahun.
“Awalnya kita lihat highlight NBA di sosial media, dari situ kita mulai suka basket. Abis itu kita di support sama papa, dimasukin ke klub basket, dan dari situ kita jadi lebih suka sama basket,” ujar Russford.
Kedekatan sebagai saudara kembar juga membuat keduanya terbiasa berdiskusi tentang basket di luar pertandingan. Mulai dari membahas strategi permainan hingga saling memberikan masukan satu sama lainnya.
“Kita sering bantu lengkapin satu sama lainnya. Misalnya Russford masih bingung polanya gimana, terus nanti aku kasih tahu caranya. Sama kita sering latihan bareng di klub,” jelas Maxford.
Meski keduanya memiliki wajah yang mirip, Russford dan Maxford ternyata memiliki karakter yang berbeda.
“Kalau aku mungkin lebih berisik tapi kalau dia (Maxford) mungkin lebih pendiam,” ungkap Russford.
Perbedaan karakter tersebut juga tercermin dari peran yang mereka jalankan di lapangan. Russford bermain sebagai Shooting Guard, sementara Maxford mengisi posisi Point Guard. Dengan peran yang berbeda, keduanya bisa saling melengkapi untuk membantu permainan tim.
Perjalanan keduanya di dunia basket juga tidak terlepas dari dukungan kedua orang tua. Keduanya ungkap sang ayah memiliki ketertarikan terhadap olahraga basket hingga kerap memberikan arahan setelah mereka bertanding.
“Orang tua kita suka nganter dan nontonin kita kalau mau tanding basket. Terus papa sering ngarahin kita salah di mana setelah pertandingan,” ujar Russford.
Dukungan tersebut juga hadir dalam bentuk lain.
Baca Juga: Benneth dan Kenneth: Saudara Kembar dari Buksi yang Kerap Berbagi Evaluasi
“Aku suka dibeliin sepatu juga sama orang tuaku. Masukin ke klub juga jadi bentuk supportnya biar kita makin berkembang di basket,” ujar Maxford.
Bagi Russford dan Maxford, kemenangan atas Eighty Five menjadi modal berharga untuk terus berjuang bersama di Junior DBL 2026 Jakarta.
Saat ditanya mengenai target yang ingin dicapai di Junior DBL 2026, Russford dan Maxford kompak memberikan satu jawaban tegas.
“Champion!”
Junior DBL 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)