ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Fanando Al Arice (kanan) saat mendapat pelukan dari Jonathan Xavier (kiri) selepas laga tim putra SMA Dian Harapan Jakarta versus Bunda Mulia School Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Malam itu, suasana di locker room SMA Dian Harapan Jakarta (Zebaoth) terasa tak seperti biasanya. Tak ada riuh perayaan kemenangan. Tak pula terlihat para penggawa yang larut dalam keseriusan menyimak evaluasi usai pertandingan.

Sebaliknya, isak tangis justru memenuhi ruangan tersebut. Satu per satu penggawa Zebaoth tampak saling berpelukan, seolah berusaha menguatkan satu sama lain sebelum akhirnya meninggalkan GOR Bulungan, Jakarta Selatan.

Momen itu menjadi penanda berakhirnya perjalanan para kesatria Zebaoth di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship. Kekalahan dari Bunda Mulia School Jakarta (BMS) dengan skor 50-45 pada Minggu, 25 Oktober 2026, memaksa langkah mereka terhenti di babak ini.

Air mata juga terlihat mengalir di wajah Fanando Al Arice. Langkahnya pun gontai ketika keluar dari locker room. Dirinya seolah masih berusaha menerima fakta pahit tersebut. 

“Aku sedih banget karena enggak bisa lanjut di Championship ini. Aku harus kalah di dua match yang bikin dua nyawa juga habis,” ungkap Fanando, begitu ia disapa. 

Baca Juga: Si Kembar Andrew-Richard: Sempat Menyerah, Kini Selangkah Menuju Indonesia Arena

Kekecewaan itu terasa kian dalam karena Fanando harus mengucapkan selama tinggal kepada para seniornya. Tentu begitu berat, mengingat dirinya banyak melalui jatuh-bangun bersama mereka selama dua tahun terakhir. 

“Perjuangan kita buat musim ini tuh keras banget. Kita latihan terus, bahkan sudah anggap teman-teman aku kayak keluarga karena setiap hari latihan. Aku ketemu mereka terus sampai waktu di rumah buat ketemu keluarga asli aja lebih sebentar, cuma beberapa jam,” ceritanya. 

Fanando al arice
Potret Fanando Al Arice (nomor punggung 11) saat laga tim putra SMA Dian Harapan Jakarta versus Bunda Mulia School Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Jika kembali melihat ke belakang, Fanando memang dikenal dengan konsistensinya dalam menyuguhkan performa apik di lapangan. Penggawa bernomor punggung 11 itu mengumpulkan total 87 poin, 59 rebound, 20 steal, 5 assist, dan 3 blok dalam enam pertandingan. 

Namun, perjalanan Fanando di DBL Jakarta Championship 2026 pun sempat dihantam badai cedera di bagian ankle. Kondisi ini dialami ketika dirinya menghadapi laga kontra Kolese Kanisius Jakarta pada Kamis, 24 Oktober 2026. 

Momen itu terjadi ketika Fanando berhasil merebut bola dari lawan, tetapi justru benturan dengan pemain musuh. Kejadian tersebut membuatnya merasakan nyeri hebat hingga harus menepi sejenak ke pinggir lapangan untuk memulihkan diri.

“Di situ, aku juga hopeless karena posisinya sudah ketinggalan jauh banget,” kenangnya. 

Belajar dari kekalahan sebelumnya, Fanando dan rekan-rekan setim berusaha mengerahkan seluruh kemampuan agar hasil serupa tak kembali terulang saat menghadapi BMS. Apalagi, berdasarkan sistem double elimination, skuad Zebaoth hanya memiliki satu nyawa tersisa. 

Baca Juga: Misi Marco Fortunantomo dan Para Penggawa Buksi Menjaga Asa ke Indonesia Arena

Sayang, meskipun berhasil menggempur pertahanan BMS di paruh kedua, Zebaoth tetap tidak bisa membawa pulang hasil manis. 

“Tapi, aku bangga banget sama teman-temanku karena walaupun sudah ketinggalan banget, kita bisa bounce back. Kita sama-sama saling nyemangatin satu sama lain dan enggak putus asa sampai hampir menang. Tapi, ternyata kita tetap harus kalah,” ucap Fanando. 

Luthfianes gunawan
Potret Luthfianes Gunawan, Pelatih Zebaoth, saat menenangkan salah satu pemain selepas laga tim putra SMA Dian Harapan Jakarta versus Bunda Mulia School Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship

Selain dihantui rasa kecewa, Fanando juga diselimuti penyesalan besar karena belum bisa memberikan hasil sesuai harapan sebagai hadiah bagi sang pelatih yang sudah membimbingnya selama ini. 

“Aku bersyukur banget dapat coach yang baik karena selalu nasihatin. Aku minta maaf karena enggak bisa menang,” ucapnya sembari menahan tangis. 

Saat ini, Fanando sendiri merupakan seorang siswa kelas XI. Artinya, ia masih memiliki satu kesempatan tersisa untuk kembali membela Zebaoth di musim depan sekaligus mewujudkan keinginan besar.

”Sebenarnya, ekspektasi aku bisa sampai Indonesia Arena karena itu keinginan semua anak basket. Semoga tahun depan kita bisa usaha lebih keras lagi. Aku mau bisa ke Indonesia Arena, pokoknya Indonesia Arena,” tutupnya penuh keyakinan.

DBL Jakarta Championship 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS