Tujuh tahun silam, Nathanael Bonardo Situmorang berdiri di antara peserta DBL Academy Holiday Camp di Surabaya.
Saat itu, usianya baru menginjak 10 tahun. Nathanael, begitu ia disapa, datang tanpa membawa ekspektasi tinggi. Ia hanya ingin menyerap sebanyak mungkin pengalaman dan pelajaran baru dari dunia basket.
Perjalanan Nathanael mengenal basket memang belum panjang kala itu. Ketertarikannya tumbuh dari lingkungan keluarga yang juga menggemari olahraga ini, ditambah kebiasaannya menyaksikan berbagai pertandingan NBA yang perlahan membuatnya semakin jatuh hati pada basket.
Tak main-main, Nathanael bahkan rela terbang dari Bali yang merupakan kampung halamannya demi menjalani rangkaian DBL Academy Holiday Camp.
“Waktu itu, mama yang tahu kalau ada program ini. Akhirnya, aku daftar DBL Academy Holiday Camp. Habis itu, mama aku juga sempat ikutkan aku di DBL Academy Online Class pada Covid-19,” buka Nathanael.
Siapa sangka, pengalaman yang awalnya hanya menjadi ajang belajar justru menumbuhkan mimpi yang jauh lebih besar dalam diri Nathanael. Sejak saat itu, ia mulai membayangkan suatu hari nanti bisa turun langsung dan merasakan sengitnya persaingan di panggung DBL.
Baca Juga: Putra Jubilee dan Ancaman Terbesar di DBL Jakarta Championship 2026
Mimpi itu terus berada di genggaman Nathanael. Hingga, impian itu secara perlahan mulai menemukan jalannya sendiri.
.jpg)
Potret Nathanael Bonardo saat mengikuti DBL Academy Holiday Camp
Tawaran untuk bermain basket di Jakarta menjadi titik balik dalam perjalanan Nathanael. Demi mendukung langkah sang putra mengejar peluang tersebut, sang ibunda rela meninggalkan Bali dan mencari pekerjaan di Bogor agar bisa mendampingi Nathanael memulai babak baru dalam hidupnya.
Bagi Nathanael, kesempatan ini bukan sekadar tentang berpindah kota. Ada mimpi yang ingin dikejar, yakni mengembangkan potensinya di dunia basket sekaligus membuka jalan untuk menjadi seorang student-athlete.
Pada Mei 2024, Nathanael akhirnya berkesempatan untuk mencicipi keseruan atmosfer DBL melalui Kopi Good Day 3X3 Junior Competition yang termasuk dalam rangkaian Kopi Good Day DBL Festival 2024. Dari situ, keinginannya untuk menjadi bagian dari DBL Jakarta pun semakin menguat.
“I just fell in love with the game and atmosphere. Susah banget buat dideskripsiin. Pokoknya, saat itu, pengin banget buat main di DBL,” ungkapnya.
Selepas mengakhiri masa SMP, Nathanael pun menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke Raffles Christian School Jakarta. Di sana, ia sudah selangkah lebih dekat dengan mimpi besar bertanding di DBL South Jakarta 2024.
Namun, perjalanan untuk menjemput mimpi itu ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Siapa sangka, Nathanael justru dihantam dengan realita pahit setelah divonis cedera MCL (Medial Collateral Ligament) hanya dua bulan sebelum menyambut momen debut bersama skuad Knights (sebutan tim basket Raffles Christian School Jakarta)
“Waktu itu, aku lagi sparing dan lagi lari, ternyata aku salah berhenti dan bikin posisi kakinya agak ke dalam. Habis itu, aku harus operasi dan butuh waktu 10 bulan sampai fully recovered,” ceritanya.
Baca Juga: Hani Risya: Berjuang dari 3X3, Cedera ACL, hingga Lebih Dekat ke Indonesia Arena
Cedera memang menjadi mimpi buruk bagi seorang student-athlete. Namun, Nathanael memilih untuk melihat cobaan itu dari sisi yang lebih positif.
“Aku enggak ada tekanan sama sekali. Aku selalu fokus dengan apa yang di depan, kalau yang sudah terjadi biarkan aja. Mungkin, itu memang rencana Tuhan yang terbaik. Siapa tahu, skill-ku memang belum terlalu cukup di tahun pertama, jadi lebih baik main di tahun kedua. Jadi, percaya saja sama takdir Tuhan,” ujarnya.
Nathanael harus menanti setahun lebih lama, sampai akhirnya ia bisa benar-benar berdiri bersama para penggawa Knights musim lalu. Bahkan, musim pertamanya pun berlangsung fenomenal dengan membawa pulang gelar Raja DBL South Jakarta 2025.
Baginya, pencapaian impresif itu bukan hanya soal kegigihannya dalam mengasah kemampuan di lapangan. Melainkan, ada pula andil besar dari sang ibunda yang selalu percaya pada mimpi besarnya.
“Dukungan mama itu selalu 110 persen. She is my number one supporter and my number one in every time. Kalau ada apa-apa, aku selalu cerita sama mama. First person I go to is my mom,” tegasnya.
Kali ini, Nathanael tengah menjalani musim terakhirnya bersama skuad Knights. Mereka berhasil mengamankan satu tempat di Fantastic Four DBL Jakarta Championship 2026 setelah mengubur asa SMA Pangudi Luhur Jakarta dengan skor akhir 55-36 pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Pencapaian tersebut tentu menjadi kebanggaan besar bagi Nathanael setelah melalui lika-liku panjang demi bisa berdiri di DBL Jakarta. Kini, dirinya masih menyisakan satu impian besar yang ingin digapai di musim ini.
“Aku pengin banget dapat opportunity main di Indonesia Arena. On a scale of 1 to 10, of course 10. Pengin banget main di sana,” tutupnya.
DBL Jakarta Championship 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)