Cerita baru terukir di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship, Senin, 26 Oktober 2026.
Musim ini, salah satu wajah lama yang biasa menghiasi lantai Indonesia Arena dipastikan absen dari persaingan. Sebab, srikandi SMAN 70 Jakarta (Bulungan) dipaksa merelakan satu tempat di Fantastic Four setelah tunduk di hadapan SMA Al Maruf Jakarta dengan skor akhir 33-23.
Kemenangan ini tak hanya memupus harapan Bulungan untuk kembali merebut takhta Penguasa Jakarta, tetapi juga menggagalkan ambisi mereka membalas kekalahan di pertemuan sebelumnya.
Jelas saja, kemenangan ini sontak mengundang kebahagiaan dari seluruh elemen Al Maruf. Tak terkecuali, Amin Prihantono, ayah dari Salwa Nabila Putri Aristy sekaligus mantan pemain basket profesional yang pernah membela Satria Muda Jakarta dan Timnas pada era 2011.
Kehadirannya di tribun GOR Bulungan, Jakarta Selatan memang secara khusus untuk memberi dukungan bagi sang putri. Menurut Amin, sepak terjangnya di dunia basket membuat Amin lebih mudah memahami dinamika yang dihadapi Salwa selama menjalani peran sebagai student-athlete.
“Kebetulan, saya juga melatih usia-usia seperti anak saya. Jadi, mesti tarik-ulur, kapan harus latihan intens, kapan harus fokus ke akademiknya,” buka Amin.
Baca Juga: Mimpi Nathanael Bonardo yang Tumbuh Lewat DBL Academy Holiday Camp
Ia kemudian menambahkan. “Apalagi, anak saya yang cewek ini berbeda dengan adiknya yang cowok. Kalau adiknya, memang selalu pengin latihan terus. Kalau Salwa, saya harus cari mood-nya di mana. Kalau dia saya ajak latihan tambahan sudah enggak mood, mending skip latihannya.”
Tak bisa dipungkiri, keputusan Salwa untuk serius menggeluti basket sedikit banyak dipengaruhi oleh latar belakang sang ayah. Karena itulah, dukungan penuh dari Amin menjadi salah satu hal yang menguatkannya dalam menjalani peran sebagai student-athlete.
Bahkan, nama besar sang ayah sama sekali tidak membuatnya terbebani dengan ekspektasi yang berlebih.
“Tantangan buat jadi student-athlete tuh banyak. Cuma, aku merasa selalu dapat support dari ayah, ibu, dan orang-orang terdekat. Ayah juga enggak pernah pressure aku untuk main selalu bagus. Setiap selesai game, ayah selalu kasih tahu kurangnya di mana,” terangnya.
Sebagai orang tua sekaligus sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia basket, Amin memahami betul besarnya tanggung jawab yang harus dijalani seorang student-athlete. Mereka tak hanya dituntut untuk menjalani latihan intens demi mengembangkan kemampuan di lapangan, tetapi juga harus tetap menjaga komitmen terhadap pendidikan.
Karena itulah, ia menerapkan sebuah aturan khusus kepada putrinya agar tetap bisa menjalankan keduanya secara beriringan.
“Kalau lagi off season, dia harus fokus sekolah untuk kejar materi yang ketinggalan. Akademik dan basket tetap harus jalan bersamaan. Di rumah, kita juga harus manage waktu istirahat. Kapan dia harus lepas handphone untuk istirahat karena memang lawan terberat anak-anak saat ini adalah gadget,” tegasnya.
Baca Juga: Musim Terakhir, Adena Naasyia Ingin Bawa Sapta Eka hingga Indonesia Arena
Meski memiliki deretan catatan mentereng sebagai atlet, Amin memilih untuk tidak campur tangan terhadap permainan Salwa di lapangan. Ia sepenuhnya menyerahkan urusan tersebut kepada pelatih tim yang lebih memahami strategi dan situasi pertandingan. Termasuk, ketika skuad Al Maruf menghadapi pertempuran kontra Bulungan.
“Tadi, sebelum game, dia sempat tanya harus ngapain. Saya hanya bilang untuk ikuti instruksi pelatih. Lakukan apa yang sudah dilatih dan jangan berlebihan. Saya juga enggak pernah menuntut harus poin. Kalau mainnya lagi jelek, bisa diperbaiki lagi untuk next game-nya,” ujar Amin.
Bagi Amin, catatan poin di halaman statistik bukanlah tolok ukur bagi performa student-athlete. Sebaliknya, konsistensi Salwa untuk terus berjuang di lapangan sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih, ia ingin sang putri belajar pentingnya menahan ego dan lebih mengedepankan permainan sebagai sebuah tim.
Kini, Salwa bersama tim putri Al Maruf akan kembali berjumpa SMAN 71 Jakarta (Sapta Eka) untuk mempertaruhkan tiket final. Menanggapi itu, Amin pun sudah memiliki sebuah pesan khusus bagi Salwa.
“Pokoknya, ikuti instruksi pelatih pasti sudah ada strategi sendiri, apalagi Al Maruf sudah dua kali kalah dari Sapta Eka di musim ini. Nanti, Salwa tinggal jalani strategi itu,” ungkapnya.
Pertandingan ini tentu menjadi momen krusial, bukan hanya bagi Salwa, tetapi juga seluruh pemain Al Maruf. Mengingat, mereka memiliki ambisi besar menginjakkan kaki di Indonesia Arena untuk pertama kalinya.
DBL Jakarta Championship 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)