ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Rastafara Gangstarasta saat melakukan free throw di laga SMA 1 PSKD Jakarta versus SMAN 5 Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta

“Oh, aku double-double ya tadi?”

Raut wajah terkejut tergambar dari sosok Rastafara Gangstarasta, sang penggawa SMA 1 PSKD Jakarta (PSKD 1) selepas menghadapi laga kontra SMAN 5 Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta, Senin, 14 September 2026. 

Fayo (sapaan karibnya) tak menyangka kalau dirinya bisa membuka momen debut bersama PSKD 1 dengan torehan double-double, 10 poin dan 11 rebound. Catatan itu sekaligus mengantarkan PSKD 1 ke putaran final setelah mengantongi kemenangan 113-3. 

Pengalaman tersebut tentu menandai awalan yang baik bagi perjalanan Fayo, apalagi pengorbanan yang dikerahkan untuk bisa berdiri di DBL Central Jakarta 2026 pun tak main-main. Ia harus rela berada jauh dari kedua orang tua dan merantau dari Gorontalo demi mengejar mimpi menjadi student-athlete. 

“Aku sudah tahu DBL dari SMP karena pertandingannya Jubilee (SMA Jubilee Jakarta) dan Buksi (SMA Bukit Sion Jakarta). Nah, salah satu pertimbanganku buat merantau ke Jakarta karena enggak ada DBL di Gorontalo. Terus, aku juga merasa kalau PSKD 1 punya program basket yang bagus,” ungkap Fayo. 

Baca Juga: Sempat Menepi karena Cedera ACL, Dennis Marcello Kembali di Musim Terakhirnya

Keputusan untuk menempuh ribuan kilometer dari kampung halaman itu jelas harus diskusi panjang dengan orang tua. Bahkan, dirinya pun sempat menghadapi tentangan sebelum akhirnya mendapatkan restu.

Kini, dukungan penuh justru mengiringi langkah Fayo dalam mengejar mimpinya di Jakarta. Keputusan tersebut juga lebih mudah dipahami keluarga karena basket memang sudah cukup dekat dengan kehidupan mereka.

“Aku basket mulai dari kelas V karena papa memang dulu main basket. Aku sering main basket sama dia, ikut latihan. Terus pas masuk SMP, aku mulai join ekskulnya. Dari situ, aku belajar main basket terus sampai akhirnya dipanggil Pra-POPNAS,” cerita alumnus SMPN 1 Gorontalo.

Seusai mendapat izin, bukan berarti tantangan langsung sirna begitu saja. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, pemain bernomor punggung 59 itu tak menampik kalau ada perbedaan kultur basket yang begitu kentara.

“Di Gorontalo, event basketnya sedikit. Terus selama SMP, aku lebih sering lawan tim SMA. Kalau di Jakarta, player-nya sudah pada jago-jago. Makanya, sempat ada pressure, tapi yang penting pede saja,” ungkapnya. 

Baca Juga: Cassandra Leticia, Berprestasi di Cheerleading hingga Fokus Pada AQUA DBL Dance

Percaya diri dan dukungan orang tua menjadi dua bekal penting yang terus dipegang Fayo. Meski terpisahkan oleh jarak, perhatian orang tuanya tetap terasa dekat. 

“Sebelum tanding, aku sempat chat buat kasih tahu nonton live streaming di mana biar pada bisa lihat aku,” ujar Fayo. 

Fayo tentu tidak ingin perjuangannya sia-sia. Tekad besar untuk bisa membawa nama PSKD 1 semakin bersinar pun telah menyelimutinya. 

“Harus bisa bawa PSKD 1 sampai sejauh-jauhnya, kalau bisa sampai Indonesia Arena,” tutupnya.

DBL Central Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (1)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS