ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Echan ketika melantai di Bandung Arena

Pengalaman pertama ruki SMA Taruna Bakti Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East. Air mata membasahi pipi Satya Ghaysan Mihardja ketika laga Taruna Bakti melawan SMA BPK Penabur Singgasana usai. Pada laga tersebut tim putra Taruna Bakti kalah dengan skor tipis 29-30.

Echan -sapaan karibnya- menjadi salah satu pemain Taruna Bakti yang langsung tertunduk lesu. Ia tak kuasa menahan air mata yang tiba-tiba mulai membanjiri pipinya. Bukan, bukan sekadar kalah dengan skor tipis saja. Echan sejatinya berpeluang untuk menyamakan kedudukan ketika dirinya mendapat tiga kesempatan tembakan gratis.

“Harusnya aku bisa masukin tiga free throw tadi. Kesempatan pertama sama kedua bisa masuk, justru kesempatan ketiga kok nggak masuk,” ujarnya.

Yup, itu jadi salah satu momen yang paling disesali oleh Echan sepanjang laga tersebut, “Kebayang banget sih ya, tapi pertandingan tadi benar-benar terasa sekali pressure-nya. Tadi aja aku sampai deg-degan banget,” ungkapnya.

Sebelumnya, Echan jadi salah satu faktor yang membuat asa Taruna Bakti untuk memenangkan pertandingan terbuka lebar. Ini bermula dari tembakan tiga angkanya yang masuk ke dalam ring ketika waktu kuarter keempat tersisa tiga menit.

“Kata pelatihku kalau ada kesempatan dan kebuka percaya aja buat tembak. Waktu itu sih aku yakin kalau masuk dan ternyata beneran masuk. Skornya sama tuh dan itu bikin pertandingan makin ketat,” ceritanya.

Echan sendiri memang menjadi salah satu penembak jitu yang dimiliki oleh Taruna Bakti. Pada laga kali ini ia memasukkan 2 dari 9 kesempatan tembakan tiga angka. Bukan debut yang indah bagi Echan di DBL West Java-East. Tapi, doi bertekad akan kembali lebih kuat di musim depan.

“Semua pasti ingin menang. Tapi kan belum rezeki aku sama teman-teman buat menang tahun ini. Nggak masalah kita akan berjuang lebih keras lagi tahun depan,” terangnya.

Perjalanan karier Echan di basket bermula dari ajakan temannya saat ia duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu, Echan lebih dulu menyukai olahraga futsal ketimbang melantun.

“Karena teman aku sih yang bikin aku main basket. Dari diajak terus akhirnya aku jadi nyaman. Sampai ikut klub dan bahkan latihan-latihan private,” ungkapnya.

Kedua orang tuanya mendukung pilihan Echan di basket tanpa ada paksaan sama sekali. “Orang tua justru dukung aku banget. Bela-belain beli peralatan basket sampai juga spare waktu dan uang buat keperluan aku kayak latihan tambahan gitu-gitu,” ucapnya.
Kepada DBL Play, ia ingin menitipkan pesan kepada orang tuanya.

Janji untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih siap lagi di musim depan.

“Buat mami sama papi terima kasih banyak sudah selalu dukung aku. Maafkan aku kalau masih belum bisa bikin senang dengan menang di gim kali ini. Semoga tahun depan aku bisa lebih baik lagi pokoknya,” tandasnya. Head’s up, Echan. See you next year!

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS