SMA Gloria 2 Surabaya tampil dominan saat menghadapi SMAN 10 Surabaya (Bigten) pada pertandingan keempat Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North, Selasa, 15 September 2026. Gloria 2 langsung membuka jarak sejak kuarter pertama dan terus mempertahankannya hingga akhir laga.

Gloria 2 unggul 10-4 pada kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, keunggulan mereka semakin jauh hingga 16-5. Bigten kembali kesulitan mengejar setelah jeda. Gloria 2 menutup kuarter ketiga dengan skor 22-7 sebelum mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 29-7.

Hugo Reinfield Wu Boediman menjadi salah satu pemain yang turut membawa Gloria 2 mengamankan kemenangan tersebut. Pemain bernomor punggung 13 itu bermain selama 16 menit 24 detik dengan catatan 5 poin, 1 rebound, dan 2 assist.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra-Putri Smada Bermain Dominan!

Pertandingan ini juga membawa cerita tersendiri bagi Hugo. Dua tahun lalu, ia pernah menghadapi Bigten dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tipis untuk Gloria 2. Selisih satu poin menjadi hasil yang masih diingatnya hingga pertemuan kali ini.

Kenangan tersebut membuat Hugo dan rekan-rekannya ingin memberikan penampilan berbeda. Apalagi, coach Gloria 2 juga merupakan alumnus SMA 10 Surabaya. Faktor itu ikut membuat mereka semakin termotivasi untuk bermain maksimal.

"Pertandingan tadi kita pengen itu ngeluarin semua, all out pokoknya. Dua tahun lalu aku juga lawan mereka terus kalah satu poin. Terus coach kita juga alumninya SMAN 10, jadi kita dimotivasi banget buat main lebih all out lagi," ujar Hugo.

Keinginan tampil maksimal itu juga didukung persiapan yang dilakukan Gloria 2 sebelum pertandingan. Waktu yang tersedia hanya sekitar tiga sampai empat hari setelah laga sebelumnya. Dalam dua hari latihan, tim lebih banyak memberikan perhatian pada akurasi. 

Free throw menjadi salah satu bagian yang ikut diperbaiki. Gloria 2 memiliki target akurasi 80 persen dan berusaha menambah kualitas tembakan melalui sesi latihan tersebut.

Baca juga: Doa Sang Papa, Bekal Aby Kejar Final Bersama Smada

Salah satu hasilnya terlihat dari momen Hugo pada kuarter kedua. Saat pertandingan menyisakan 54 detik, ia melepaskan tembakan tiga angka ketika Gloria 2 masih unggul 11 poin. Bola yang menurut Hugo sedikit miring itu justru masuk dan menambah tiga angka.

"Kalau yang dari aku, yang tiga poin itu kayaknya miring sedikit, cuma tiba-tiba masuk. Jadi iya, enggak expect juga bisa masuk," katanya.

Meski berhasil menang dengan selisih 22 poin, Hugo tidak lantas menganggap permainan Gloria 2 sudah sempurna. Ia masih menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya kontrol bola ketika melakukan dribble.

Saat tidak berada di lapangan, Hugo juga tetap berusaha membantu menjaga permainan tim. Dari bench, ia ikut mengingatkan rekan-rekannya mengenai instruksi yang diberikan coach, termasuk box out dan pertahanan.

"Kalau di bench biasanya ingetin yang disuruh coach kita aja. Box out, semangatin terus, hand sign defense-nya, pokoknya ingetin teman-teman yang di lapangan," tutur Hugo.

Baca juga: Pengalaman DBL Camp Jadi Bekal Aliqa pada Musim Terakhirnya Bersama Smada

Ketenangan Hugo dalam menjalani pertandingan seperti ini bukan sesuatu yang datang dalam satu musim. Musim 2026 menjadi tahun ketiganya mengikuti DBL. Pengalaman berulang membuat suasana stadion besar yang dulu membuatnya gugup kini terasa lebih familiar.

Saat pertama kali mengikuti DBL sebagai pemain kelas X, Hugo masih sering bermain terburu-buru. Besarnya arena dan tekanan pertandingan membuatnya belum bisa mengatur tempo permainan seperti sekarang.

Kini, ia merasa lebih mampu mengontrol pace permainan. Pengalaman selama tiga musim membuat Hugo semakin memahami bagaimana menjaga ketenangan ketika berada di lapangan.

Hugo Reinfield Wu Boediman (nomor punggung 13) membawa bola dalam serangan SMA Gloria 2 Surabaya saat menghadapi SMAN 10 Surabaya (Bigten) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

"Bedanya pasti dulu belum ada pengalaman banget, jadi masih nervous kalau masuk stadion besar. Mainnya agak buru-buru dan ke-pressure banget. Tapi sekarang sudah lebih tenang, sudah bisa mengontrol pace sendiri saat main di lapangan karena sudah sering ikut DBL," jelasnya.

Ketenangan itu bukan sesuatu yang datang begitu saja. Jauh sebelum mengenal atmosfer DBL, Hugo sudah lebih dulu akrab dengan lapangan basket lewat sang papa yang kala itu masih bermain bersama Mahameru.

Baca juga: Dari JRBL ke DBL, Aimee Tetap Setia Bersama NSA

Sejak TK B, Hugo kecil sudah sering ikut menyaksikan papanya bermain. Ia juga sempat mengikuti klub dan bergabung dalam kelas basket untuk anak-anak. Namun, ketika mulai bersekolah, perhatian Hugo sempat beralih kepada futsal.

Memasuki kelas IV SD, Hugo kembali rutin bermain basket. Dari sana, rasa sukanya terhadap olahraga tersebut tumbuh lagi. Keinginannya untuk bisa seperti sang papa juga menjadi salah satu alasan Hugo terus menekuni basket.

"Dari kecil memang sudah ikut basket, cuma pas sekolah pernah juga lebih suka futsal. Tapi di futsal aku mainnya agak bahaya, jadi disuruh main basket aja. Pas kelas IV mulai nyoba basket, aku sudah mulai suka lagi. Jadi aku lebih milih rutin basket dan sudah enggak futsal lagi," cerita Hugo.

Sang papa kini sudah tidak lagi bisa menyaksikan Hugo bermain dari pinggir lapangan. Papanya meninggal dunia ketika Hugo duduk di kelas II SD. Meski begitu, sosok tersebut tetap menjadi bagian penting dari cerita awal Hugo mengenal basket.

Keinginan untuk bisa seperti papanya menjadi salah satu alasan Hugo terus bermain hingga sekarang. Olahraga yang pertama kali dikenalkan sejak kecil itu akhirnya membawanya sampai ke musim terakhir bersama Gloria 2 di DBL.

Baca juga: Di Balik Energinya di Bench, Sakhi Terus Belajar Temukan Permainan Terbaiknya

Dukungan keluarga kemudian tetap hadir lewat sang mama. Sebelum Hugo turun bertanding, mama masih rutin mengantarnya dari sekolah menuju arena. Pesan yang diberikan pun sederhana, yaitu menyemangati Hugo sebelum masuk ke lapangan.

Jejak basket itu juga diteruskan bersama sang adik, Ryu Duncan Wu Boediman, yang masih duduk di bangku SMP. Musim ini, Ryu juga sempat merasakan atmosfer DBL bersama Gloria 2 sebelum perjalanannya berakhir lebih dulu.

Di luar pertandingan, keduanya sesekali bermain basket bersama di lapangan dekat rumah. Mereka biasanya memanfaatkan waktu luang untuk bermain dan berlatih bersama.

Kini, perjalanan Hugo di DBL memasuki tahun terakhirnya. Setelah kemenangan atas Bigten, masih ada pekerjaan yang ingin ia bawa ke latihan berikutnya. Ia ingin membenahi dribble secara pribadi, sementara pertahanan dan full press menjadi bagian yang ingin ditingkatkan bersama tim.

"Kalau dari aku sendiri yang mesti aku perbaiki dribble tadi. Terus kita juga harus defense, full press kita harus lebih niat dan lebih bagus lagi buat latihan nanti selanjutnya sama coach," pungkas Hugo.

Baca juga: Putra Castle Tuntaskan Misi Revans Lewat Laga Overtime Dramatis!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Hugo Reinfield Wu Boediman bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMAN 10 Surabaya vs SMA Gloria 2 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Beli Bola DBL untuk Latihan, Satria Wujudkan Mimpi Juara Bersama CHIS!
Misi Marco Fortunantomo dan Para Penggawa Buksi Menjaga Asa ke Indonesia Arena
Ini Empat Alasan Kenapa Pemain Basket Adalah Orang Pintar
SMAN 1 Bangkalan Siap Keroyokan Daftar DBL Play Skills Competition
Netizen Sotoy jadi Sumber Inspirasi Koreo Convox!