Musim terakhir bersama SMAN 2 Surabaya (Smada) membuat Aliqa Quinsha Dinata ingin menikmati setiap kesempatan yang datang di lapangan. Setelah 10 tahun mengenal basket, setiap pertandingan kini terasa punya arti berbeda baginya.
Salah satunya saat Smada menghadapi SMAN 4 Sidoarjo (Sekawan) di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Selasa, 15 September 2026.
Sejak kuarter pertama, Smada langsung menunjukkan dominasinya. Mereka menutup kuarter pembuka dengan keunggulan 14-0, sebelum memperlebar jarak menjadi 29-2 pada akhir kuarter kedua.
Aliqa turut menjaga permainan Smada tetap berjalan. Pemilik nomor punggung 18 itu tampil selama 31 menit 17 detik dengan catatan 15 poin, 7 rebound, dan 5 assist.
Baca juga: Doa Sang Papa, Bekal Aby Kejar Final Bersama Smada
Meski statistiknya cukup lengkap, Aliqa belum puas dengan penampilannya. Ia masih menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan.
"Kalau dari permainan sendiri belum terlalu puas. Masih banyak finishing yang harusnya masuk tapi tidak masuk. Decision making juga masih kurang dan harusnya bisa lebih bagus lagi," ujar Aliqa.
Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Smada. Sebelum laga berikutnya, mereka masih punya pekerjaan rumah untuk membuat permainan lebih rapi, termasuk soal komunikasi.
Smada sendiri datang dengan satu pola pikir yang terus ditanamkan kepada para pemain. Setiap pertandingan harus dijalani dengan maksimal, termasuk untuk para pemain kelas X yang baru merasakan atmosfer Round 2.
"Kita selalu menerapkan mindset kalau ini do or die game. Jadi setiap game harus 100 persen. Kita nggak boleh ada yang deg-degan. Apalagi ke anak-anak kelas X, kita selalu bilang dari awal harus langsung gas," katanya.
Baca juga: Menit Bermain Naik, Abrisam Ahzam Bawa Pesan Kesembuhan untuk Rekan Setim!
Namun, setelah pertandingan berakhir, Aliqa tetap merasa komunikasi antarpemain masih menjadi salah satu bagian yang perlu ditingkatkan lagi.
Hal itu membuat kemenangan atas Sekawan tidak lantas menjadi akhir dari evaluasi. Aliqa ingin Smada datang ke pertandingan berikutnya dengan pertahanan dan koordinasi yang lebih baik.
Keinginan tersebut tidak lepas dari perkembangan Smada yang ia rasakan sejak bergabung pada kelas X. Setelah melewati beberapa musim, hubungan antarpemain kini terasa lebih dekat.
Menurut Aliqa, kedekatan itu bukan hanya muncul ketika bermain. Ketika ada masalah, para pemain kini lebih terbuka untuk membicarakannya bersama tanpa membedakan pemain senior dan junior.
"Dulu menurutku chemistry kita masih kurang. Kita cuma dekat kalau di lapangan. Terus kelas XI mulai lebih dekat, dan tahun ini lebih bagus lagi. Kalau ada masalah, kita langsung omongin dan kita selesaikan. Nggak ada yang merasa aku senior atau kamu junior," tuturnya.
Baca juga: Cara Aliqa Quinsha Dorong Skill Individu demi Performa Putri Smada

Aliqa Quinsha Dinata (nomor punggung 18) berusaha mencetak angka di tengah penjagaan pemain SMAN 4 Sidoarjo (Sekawan) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Rasa kekeluargaan tersebut menjadi salah satu alasan Aliqa ingin memberikan kemampuan terbaiknya musim ini. Sebab, perjalanan basket yang sudah dimulai sejak kecil kini perlahan memasuki penghujung masa sekolahnya.
Aliqa mengenal basket sejak kelas I SD melalui DBL Academy. Ia bahkan memulai perjalanan itu bersama saudara kembarnya, Aqila, yang juga mengenal basket di tempat yang sama.
Dari masa kecil tersebut, Aliqa menyimpan banyak cerita. Salah satunya ketika ia belum cukup kuat menggunakan bola basket. Pelatihnya terus mendorong Aliqa untuk mencoba hingga perlahan ia terbiasa.
Baca juga: Langkah Panjang Audi Aryasatya Menjemput Mimpi yang Ia Percaya
Basket kemudian menjadi bagian dari kesehariannya, meski rasa jenuh juga sempat datang. Aliqa mengaku kejenuhan paling terasa pada musim lalu. Kendati demikian, dukungan orang tua, teman, dan pelatih membantunya kembali menemukan alasan untuk terus bermain.
Kini, rasa itu mulai berubah. Ada kesedihan tersendiri karena tahun ini menjadi kesempatan terakhirnya menjalani perjalanan basket di masa SMA.
"Tahun ini malah ada rasa sedih karena ini tahun terakhir. Jadi aku pengin all out banget. Tahun lalu kan masih di tengah-tengah, jadi ada jenuhnya. Kalau tahun ini sudah mulai sedih karena merasa ini tahun terakhir. Aku dari kecil kan di sini, jadi kalau ingat sekarang sudah terakhir, rasa jenuhnya mulai hilang," ungkapnya.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Aliqa ke pengalaman yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. Musim lalu, ia mendapat kesempatan mengikuti DBL Camp dan berhasil menembus Top 24 Campers.
Baca juga: Titip Doa di Panti, Tradisi Smada Jelang DBL East Java-North
Sebelum itu, Aliqa lebih dulu terpilih sebagai bagian dari Second Team pada musim sebelumnya. Berada di DBL Camp membuatnya bertemu pemain dari berbagai daerah dan menjalani suasana latihan yang berbeda.
Dalam seminggu, ia merasa mendapatkan banyak hal baru. Meski sempat kaget karena jarang bertemu pemain dari luar pulau, Aliqa berusaha percaya diri dan beradaptasi dengan cepat.
"Karena sudah prepare, aku berusaha percaya diri dan akhirnya lumayan bisa adaptasi cepat," ceritanya.
Pengalaman tersebut ternyata tidak berhenti ketika DBL Camp selesai. Beberapa hal yang ia pelajari masih terbawa ketika kembali bermain bersama Smada.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra-Putri Smada Bermain Dominan!
Salah satunya adalah cara meminta bola. Hal yang kembali ia ingat selama DBL Camp itu kini menjadi kebiasaan Aliqa ketika berada di lapangan. Begitu pula dengan screen yang masih ia terapkan dalam permainan.
"Yang paling aku ingat itu cara minta bola. Itu sebenarnya sudah pernah diajarin juga di DBL Academy, tapi waktu di DBL Camp aku jadi ingat lagi. Sampai sekarang jadi habit-ku. Screen juga masih aku terapkan. Jadi ada beberapa hal dari DBL Camp yang kebawa sampai sekarang," jelasnya.
Bagi Aliqa, pencapaian Top 24 Campers juga punya cerita tersendiri. Jauh sebelum menjadi Campers, ia justru sering datang sebagai penonton. Sejak SMP, ia bahkan beberapa kali datang ke Jakarta untuk menyaksikan langsung rangkaian DBL Camp.
Saat itu, Aliqa tidak benar-benar membayangkan bisa berada di antara para pemain yang selama ini hanya ia lihat dari luar lapangan. Karena itu, ketika namanya masuk dalam daftar Top 24 Campers, ia sempat tidak percaya.
"Pas masuk Top 24 itu syok banget. Aku dari SMP sudah sering nonton DBL Camp dan dulu cuma lihat sambil mikir, 'kapan aku bisa sampai di situ ya?' Jadi pas akhirnya masuk Top 24, aku benar-benar kaget. Rasanya kayak kerja keras akhirnya terbalas," kata Aliqa.
Baca juga: Dari JRBL ke DBL, Aimee Tetap Setia Bersama NSA
Pengalaman itu kini menjadi salah satu bekal yang ia bawa bersama Smada. Setelah sempat belum lolos Playoffs, Smada berhasil melangkah ke Playoffs pada musim berikutnya. Tahun ini, Aliqa ingin membawa timnya melangkah lebih jauh lagi.
Ia juga masih menyimpan target pribadi untuk kembali mendapatkan kesempatan di DBL Camp dan melangkah lebih jauh dari pencapaian sebelumnya.
Namun, untuk saat ini fokus Aliqa tetap berada pada Smada. Kemenangan atas Sekawan menjadi langkah yang ingin ia lanjutkan dengan permainan yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.
"Targetku pokoknya main lebih bagus dari hari ini," pungkasnya.
Bagi Aliqa, setiap pertandingan pada musim terakhir ini bukan hanya tentang menambah kemenangan. Ada 10 tahun perjalanan yang ingin ia tutup dengan cara terbaik. Berbagai pengalaman yang ia dapatkan, termasuk dari DBL Camp, kini menjadi bagian dari perjalanan itu untuk membawa Smada melangkah lebih jauh.
Baca juga: Di Balik Energinya di Bench, Sakhi Terus Belajar Temukan Permainan Terbaiknya
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Aliqa Quinsha Dinata bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 2 Surabaya vs SMAN 4 Sidoarjo bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).